Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
Friday, 30 July 2010
Penyandang Cacat & Pelayan Kafe Diberi Pelatihan PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 20-08-2009 07:25
Views 319

ImageKetgam: Wakil Bupati Konawe, Drs Masmuddin MSi  memberi bantuan kepada penyandang cacat, Rabu (19/8). Foto:Israriawati

 

 

 

 

 

 

Penyandang Cacat & Pelayan Kafe Diberi Pelatihan

 

 

 

Unaaha, Kepres – Puluhan penyandang cacat dan pelayan kafe di Kabupaten Konawe diberi pelatihan keterampilan dari Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan transmigrasi Kab Konawe bekerjasama dengan Dinas Sosial Prov Sultra, Rabu (19/8) di Aula Loka Bina Karya (LBK) Kab Konawe.

 

 

 

Disebutkan Kepala Dinas Tenaga Kerja Sosial dan Transmigrasi Kab Konawe, H Masri, peserta pelatihan diikuti oleh 15 orang penyandang cacat dan 50 orang tuna sosial/pelayan kafe.

 

 

 

 

Acara tersebut dibuka secara langsung oleh Wakil Bupati Konawe, Drs Masmuddin MSi dan dihadiri oleh Kadis Nakertransos Kab Konawe, H Masri dan Kabag Binamitra Polres Konawe, AKP Sulemana.

 

 

 

Dalam sambutannya Masmuddin mengatakan, tenaga kerja penyandang cacat merupakan asset negara yang perlu mendapat perhatian seperti halnya tenaga kerja lainnya. 

 

 

 

“Tenaga kerja penyandang cacat juga mempunyai kelebihan dan kekurangan serta juga mempunyai potensi yang dapat dikembangkan. Kemampuan mereka dapat disamakan dengan orang normal,produktifitasnya akan menjadi tinggi apabila diberi pembinaan yang tepat, kesempatan yang luas dan komitmen bersama untuk menerima mereka sesuai dengan kualifikasi pekerjaan yang mereka miliki,”Kata Masmuddin.

 

 

 

Untuk mencegah permasalahan social tersebut kata mantan Kadis Diknas Konawe ini, Pemda melalui Dinas Tenaga kerja social dan transmigrasi Kab Konawe menyelenggarakan kegiatan penyuluhan unit pelayanan social keliling (UPSK) bagi pelayan kafe serta pelatihan keterampilan terhadap penyandang cacat baik melalui dana APBD maupun dana dekonsentrasi.

 

 

 

Kegiatan pelatihan ini kata dia merupakan salah satu wujud perhatian pemerintah daerah terhadap permasalahan social yang ada di Konawe .

 

 

 

Kepada Kendari Ekspres, H Masri mengatakan, pemerintah memberikan pelatihan khusus kepada penyandang cacat berupa keterampilan berupa keterampilan pertukangan dan sejumlah keterampilan lainnya untuk memandirikan para penyandang cacat di Kab Konawe.

 

 

 

Pelatihan juga diberikan kepada para pelayan kafe agar mereka yang didominasi oleh kaum perempuan bias menjalankan profesinya sesuai dengan koridor yang berlaku sebagai pelayan, bukan sebagai pelayan lain dalam tanda kutip.”Pelayan kafe kan bertugas untuk melayani pengunjung kafe minum-minum bukan melayani di luar batas layanan yang harus diberikan oleh seorang pelayan kafe,” tandasnya.

 

 

 

Apalagi selama ini kata mantan Kadis Catatan Sipil dan Kependudukan Kab Konawe ini, pelayan kafe identik dengan profesi yang melaksnakan tugasnya di luar koridor sehingga cenderung menyebabkan penyakit social di masyarakat. “Melalui pelatihan ini kita inginkan agar mereka bisa bekerja secara professional,”terangnya. M1/B/DUL  

 

 


Muhammadiyah Tetapkan Sabtu Awal Ramadhan PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 20-08-2009 07:18
Views 268

Image 

Ketgam: Kader-kader Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Kota Kendari, Rabu (19/8) kemarin, menggelar tarhib (long march) menyambut bulan puasa Ramadhan 1430 H. foto: Agus

 

 

 

 

Muhammadiyah Tetapkan Sabtu Awal Ramadhan

* Depag Masih Menuggu Keputusan Pemerintah Pusat

 

Kendari, Kepres - Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah tetapkan hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2009 mendatang sebagai awal Ramadhan 1430 Hijriah. Hal ini, didasarkan pada keputusan ahli hisab majelis tarjih PP Muhammadiyah, yang diselenggarakan pada tanggal 23 Juli lalu.

 

Rektor Universitas Muhammadiyah Kendari, Prof Dr H Abdullah Alhadza MA dikonfirmasi wartawan harian ini, Rabu (19/8) kemarin menuturkan dengan adanya ketetapan tersebut maka secara otomatis Muhammadiyah sudah akan mulai menyelenggarakan shalat tarwih pada Jumat malam, dimana menandakan keesokan harinya puasa sudah dimulai.

 

Penetapan waktu jatuhnya awal Ramadhan ini kemungkinan besar akan bersamaan dengan keputusan pemerintah, hanya saja pada penetapan satu Syawal akan mengalami perbedaan akibat perbedaan perhitungan peredaran bulan di langit. "Awal Ramadhan 1430 Hijriah jatuh pada hari Sabtu lusa, karena PP Muhammadiyah sudah menentukannya sejak tanggal 23 Juli lalu. Keputusan ini kemungkinannya akan sama dengan waktu yang akan ditetapkan pemerintah, namun pada penentuan satu Syawal akan mengalami perbedaan" jelasnya

 

Dikatakan, pihak Muhammadiyah menghimbau kepada masyarakat agar menyambut datangnya bulan Ramadhan ini penuh suka cita dan melaksanakan puasa dengan ikhlas, khusyu dan istiqomah sehingga apa yang dijanjikan Allah SWT bahwa bulan Ramadhan itu adalah bulan rahmat, bulan ampunan dan terhindar dari siksa api neraka bisa diraih. Sementara itu, kepada pihak pengusaha tempat hiburan malam (THM) dan rumah makan dihimbau agar tidak melakukan aktifitas selama bulan ramdhan.

 

Sementara itu, Departemen Agama masih menunggu keputusan dari pemerintah pusat. Hal ini, disampaikan Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Departemen Agama (Depag) Sulawesi Tenggara (Sultra), Drs H Abdul Muis di Kantor Depag Sultra, Rabu (19/08/09) ketika dikonfirmasi wataawan harian ini.

 

"Sementara ini kita lagi menunggu keputusan rapat pemerintah pusat, tentang penetapan Bulan Ramadhan, walaupun memang di berbagai media kita sudah melihat atau membaca bahwa sudah ada yang menetapkan tepi kita menunggu keputusan, namun kecenderungannya itu diperkirakan jatuh pada hari Sabtu tanggal 22 Agustus 2009. Kita tinggal menunggu saja," kata Abdul Muis.

 

Abdul Muis menambahkan bahwa hari ini pemerintah pusat baru akan mengadakan rapat untuk menetapkan tanggal 1 Ramadhan. "Besok (hari ini,red) pemerintah pusat rapat untuk penetapan awal ramadhan, oleh karena itu dalam satu dua hari ini kita sudah bisa ketahui," ujarnya. R2-P4/B/DUL

 

 

 


Lampu Dimatikan, Bunga Hias dan Air Mineral Tertata Rapi Diatas Meja PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 20-08-2009 07:09
Views 323

Lampu Dimatikan, Bunga Hias dan Air Mineral Tertata Rapi Diatas Meja

 

* Ruang Kerja Wawali Baubau, Drs LM Halaka Manarfa Setelah Meninggal Dunia

 

Meninggalnya Wakil Walikota (Wawali) Baubau, Drs LM Halaka Manarfa pekan lalu, sontak mengagetkan seluruh masyarakat Buton Raya. Banyak yang tak menyangka kalau kepergian tokoh masyarakat Buton Raya itu ke Jakarta, harus kembali dengan duka. Namun, kondisi ruang kerja Wawali saat ini masih terus mengingatkan sosok politisi PBB itu.

 

 

 

Laporan : Islahuddin, Baubau

 

 

 

Sekitar pukul 10.30 wita, kemarin, Rabu (19/8), kantor Walikota Baubau di Palagimata tidak begitu ramai. Ada beberapa kendaraan dinas roda empat dan roda dua nampak rapih terparkir.. Namun, tepat didepan kantor megah berlantai dua itu tidak lagi nampak mobil berplat merah DT 5 G. Mobil inilah yang selalu digunakan Wawali Baubau, Drs LM Halaka Manarfa setiap menjalankan tugas-tugas dinasnya.

 

 

 

Lebih hening, ketika menuju lantai dua kantor yang tepat berada diatas bukit di Palagimata itu. Ketika menaiki anak tangga, tepat disebelah kanan, ada ruang kerja Wawali Baubau, Drs LM Halaka Manarfa. Tepat disampingnya, ruang kerja Sekda Kota Baubau, Suhufan SAg. Kondisi di depan ruang kerja Wawali dan Sekda saat itu nampak sepi. Hanya ada beberapa orang pegawai yang melintas. Tidak seperti biasanya. Kondisi yang hening itu seolah menunjukkan seluruh pegawai masih berduka atas kepergian Wawali, Halaka Manarfa.

 

 

 

Saat itu, tepat didepan ruang kerja Wawali dan Sekda, hanya ada dua orang pegawai. Salah satunya pria berpostur tinggi, dan satunya seorang wanita dengan rambut sebahu. Keduanya adalah pegawai yang selalu mengantarkan tamu ketika ingin menemui Sekda.

 

 

 

Dari luar, pintu ruang kerja Wawali tertutup rapat. Untuk melihat kedalam, hanya ada kaca transparan berukuran sekitar 10x20 cm. Nampak dari luar, kondisi ruang kerja Wawali sangat rapi. Tidak ada kertas selembar pun yang berhamburan diatas meja Wawali, semua tertata rapi. Didalam ruang kerja pasangan Walikota Baubau, Drs MZ Amirul Tamim itu, ada 2 stel kursi sofa. Satunya tepat berada di depan meja kerja dan satunya berada disebelah kanan meja kerja Wawali. Diatas meja, hanya ada bunga hias dan air mineral berukuran gelas tersusun rapi.

 

 

 

Ruang kerja Wawali cukup menampakan ruang kerja seorang pejabat negara. Disebelah kanan, terpasang bendera merah putih dan disebelah kiri bendera yang berlogo Kota Baubau. Didepan meja, ada 2 buah kursi. Namun, sepeninggal Halaka, lampu di ruang kerja itu tak lagi dinyalakan.

 

 

 

Ketua DPW PBB Sultra itu, sudah 2 bulan terakhir tak lagi menginjakkan kakinya di ruangan itu. Sebelum tersiar kabar meninggalnya Halaka, ruang itu masih sering dibuka. Meskipun tidak setiap hari, seperti saat Wawali masih aktif menjalankan tugas-tugasnya sebagai Wakil Walikota. Ruangan itu selalu di buka ketika hendak menyimpan surat dan membersihkan ruangan kerja wawali. " Paling, dibuka ketika antar surat atau mau dibersihkan," kata salah seorang pegawai.

 

 

 

Saat masih aktif sebagai Wakil Walikota, Halaka Manarfa dikenal cukup merakyat. Ini cukup dirasakan, ketika melintasi kumpulan masa yang melakukan aksi unjuk rasa. Tak jarang Halaka selalu melambaikan tangannya. Meskipun masih menggunakan kendaraan berplat merah DT 5 G yang dikawal ketat Polisi Pamong Praja. Begitu juga ketika masa yang melakukan unjuk rasa ingin menyampaikan aspirasinya di kantor Walikota, di Palagimata. Halaka selalu menerima dengan senyum. Bahkan Halaka tak tanggung-tanggung duduk merakyat, melantai didepan tiang bendera Kantor Walikota. " Waktu itu pernah ada warga yang unjuk rasa. Halaka duduk di lantai depan tiang bendera menggunakan satu stel pakaian berwarna putih," kenang salah seorang warga.*****

 

 


Sejumlah Oknum PNS Tuntut Uang Makan PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 19-08-2009 13:31
Views 373

Sejumlah Oknum PNS Tuntut Uang Makan

● Mutasi Jabatan Juga Disoal

KOLAKA,KEPRES---Sejumlah PNS didampingi LSM menggelar unjukrasa

dikantor Bupati Kolaka, Selasa kemarin (18/8). Mereka menuntut

pembayaran uang makan PNS.

    Selain itu, PNS yang dalam Pilkada Kolaka lalu merupakan orangnya

calon bupati “Harun Rahim” mempersoalkan mutasi jabatan yang dilakukan

pemerintahan Buhari Matta-Amir Sahaka.

    Mantan Sekretaris Dinas Pariwisata Kolaka, Haris Rahim yang juga adik

kandung Cabup Harun Rahim, dalam orasinya menilai mutasi jabatan yang

dilakukan bupati sarat dengan muatan politik, dimana  90 persen

pejabat yang pada saat Pilkada Bupati lalu mendukung Harun Rahim di

nonjobkan. ”Semua pendukung Pak Harun Rahim seperti Pasaribu, yakin

Umar di nonjobkan,” katanya.

    Sementara, salah seorang guru SMA Negeri 1 Wundulako, Bustam,

mengungkapkan berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan nomor

22/PMK.05/2007 tentang pemberian uang makan PNS, pada Bab II pemberian

uang makan pasal 3 ayat 1 dijelaskan besarnya uang makan yang

diberikan PNS adalah sebesar Rp 10 ribu perhari kerja.

Menurutnya, pada ayat 2 dijelaskan uang makan dibayarkan sebulan

sekali pada awal bulan berikutnya.”Di Kabupaten Kolut sudah dibayarkan

sejak tahun 2007,”ungkap Bustam.

          Selain menyuarakan pembayaran uang lauk pauk PNS dan mutasi

jabatan, salah seorang kordinator demo, Djabir juga menyoroti

penambangan pulau lemo yang dinilai merugikan daerah dan merupakan

kawasan konservasi.

 

Image 

 

Menanggapi tuntutan pendemo, Asisten I Setkab Kolaka, Andi Ahmad dan

Asisten III Khaerun Dahlan, yang menerima pendemo menyatakan pada

dasarnya Pemkab Kolaka akan berusaha membayar dan menyiapkan dana lauk

pauk PNS yang nilainya mencapai  Rp 22 Milyar guna membayar uang makan

sekitar 7.222 PNS.

Namun, pembayaran tersebut kembali kepada kemampuan daerah. Hal

tersebut berbeda dengan instansi vertikal seperti Kepolisian,

kehakiman dan Departemen Agama.

”Uang lauk pauk itu dikembalikan pada kemampuan daerah. Tapi kita

tetap pikirkan untuk kepentingan PNS. Semoga tahun anggaran depan

sudah bisa diperhitungkan,” kata Andi Ahmad.

Soal mutasi jabatan, Asisten III, Khaerun Dahlan  yang juga mantan

Kepala BKD mengungkapkan mutasi merupakan perjalanan karir seorang

pejabat dan BKD sudah melakukan sesuai ketentuan dan peraturan yang

berlaku.

”Mutasi juga merupakan kewenangan pembina kepegawaian dalam hal ini

bupati dan gubernur dan tidak ada yang dapat menginterpensi,” kata

Khaerun.SAB/LEX

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 19-08-2009 13:18
Views 182

Image 

Ketgam : Tampak asrama Sarian dan asrama Eva Ceria yang ludes dilalap sijago merah, Senin (17/8) lalu. Foto: Ridwan

 

Kerugian Ditaksir Ratusan Juta Rupiah

* Kebakaran Dua Asrama Mahasiswa Unhalu

* Bantuan Korban Kebakaran Mulai Mengalir

 

Kendari, Kepres - Tidak disangka, api yang meratakan puluhan kamar mahasiswa di asrama Sairan dan asrama Eva Ceria, lorong Beringin depan Kampus Baru Unhalu, Senin (17/8) lalu, menelan kerugian hingga ratusan juta ruiah. Sumbangaun sukarelapun mulai mengalir kepada korban kebakaran tersebut.

 

Data sementara kerugian penghuni asrama Sarian berjumlah Rp 237 500 000. Kerugian bangunannya mencapai Rp 315 000 000. Dengan total kamar yang terbakar 33 kamar, yang berpenghuni 55 orang. Sementara kerugian material penghuni asrama Eva Ceria Rp 310 000 000, kerugian bangunan Rp 500 000 000. Dengan jumlah kamar 52, dihuni 79 orang.

 

Abdul Rasit, ketua RT RW 09 RW 04 kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu mengungkapkan, data kerugian sementara itu dikumpulkan berdasarkan keterangan para korban penghuni asrama dan keluarga pemilik kedua asrama yang terbakar.

 

Pemilik asrama Sarian, Putu saat ini masih berada di Jati Bali, Konsel. Demikian pula dengan pemilik asrama Eva ceria, H Mustora masih berada Probolinggo. Meski demikian, musibah ini telah diketahuinya sejak kejadian berlangsung. "Menurut informasi yang kami dapat, pemilik kedua asrama ini dalam waktu dekat akan datang melihat kondisi asramanya, " ungkap Abdul Rasit.

 

Sejumlah bantuan pun telah disalurkan kepada para mahasiswa yang terkena bencana. Misalnya saja dari Dinsos Kota Kendari, dinas ini telah menyumbangkan 20 karung beras, ikan kaleng dua dos, tikar sepuluh lembar, kecap dua dos, saos dua dos serta tenda pengungsian dua buah.

 

"Semua bantuan ini kami salurkan merata bagi korban kebakaran di asrama Sairan dan asrama Eva Caria, " tutur ketua RT 09 itu.

 

Sementara itu Samsudin, salah seorang korban kebakaran asrama Eva Ceria meminta agar pemerintah kota Kendari dan pemerintah daerah Sultra untuk memberikan bantuan korban kebakaran. "Lankah ini dilakukan untuk meringankan beban kami dalam menyelesaikan studi, " ujarnya. M3/B/UM

 


<< Start < Prev 1 2 3 4 5 6 7 8 9 Next > End >>

Results 37 - 45 of 76

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS