Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip
Ketgam: Bupati Konsel H Imran menyerahkan bendera sang saka Merah Putih kepada pasukan pengibar bendera dalam upacara peringatan detik-detik proklamasi di Kabupaten Konsel, kemarin. foto:yuni
Upacara HUT RI Berjalan Mulus
Andoolo, Kepres-Upacara peringatan HUT RI di Kabupaten Konawe Selatan, kemarin, berjalan mulus. Ritual kemerdekaan berjalan aman dan tertib. "Persiapan sangat matang, apalagi pasukan pengibar bendera lebih awal digemaleng, siang dan malam," kata Ketua Panitia, dr Bariun, yang juga Kepala Dinas Kesehatan Konsel.
Persiapan upacara didukung oleh beberapa institusi, seperti TNI, Polri, dan pemerintah daerah Kabupaten Konsel, selaku penyelenggara kegiatan. Tugas Pengibaran bendera dipercayakan kepada Made Ray Purwanto, siswa SMA N 1 Ranomeeto, Iskandar Zulkarnain, SMA N 1 Kolono, dan Nurul Paijah, SMK N 1 Andoolo. Pembawa baki bendera untuk upacara pagi, Dewa Ayu Nike Widyasari, SMA N 1 Ranomeeto dan Windi Dwi Septiani, SMA N 1 Moramo. Pembawa baki sore Ratna, Siswa SMA N 1 Tinanggea dan Rini Puspita Dewi, siswa SMA N 1 Lainea.
Usai upacara, Bupati mengatakan, momen HUT hendaknya dijadikan koreksi dan perbaikan dalam memajukan daerah Konsel. "Bukan sebatas upacara tanpa makna, namun hikmah pejuang kemerdekaan patut ditiru dan dilanjutkan," kata Imran. Sikap keteladanan pejuang, tegas Imran wajib dipetik pegawai Konsel. Tidak lagi meninggalkan atau mengurangi jam kerja tanpa konfirmasi. Kata lain tak ada lagi pegawai malas berkantor. Sementara itu, di Dewa Wundu Watu juga dilangsungkan penutupan perayaan HUT. Kegiatan yang diisi dengan perlombaan sepak bola dan bola volly berhadiah kambing dan acara hiburan panjat pinang. CUK/LEX
Puluhan Bule Meriahkan HUT Kemerdekaan
*Ikut GJI Bersama 135 Barisan
Wangi-Wangi, Kepres – Penyelenggaraan Gerak Jalan Indah (GJI) dalam rangka memperingatai Hari Ulang Tahun Kemerdekaan RI setiap tahun sudah menjadi hal yang biasa bagi masyarakat di seluruh pelosok Nusantara. Baik orang tua maupun yang muda selalu larut dalam kegembiraan memeriahkan hari kebebasan dari penindasan penjajah ini.
Tapi bagaimana kalau peringatan ini ikut dimeriahkan oleh turis (Bule red) dari sejumlah negara, Ini pasti peringatan yang sangat luar biasa. Demikian pemandangan dalam peringatan HUT RI ke-64 tingkat Kabupaten Wakatobi. Puluhan Bule turut larut bersama masyarakat dalam memeriahkanya. Mereka merupakan peserta Sail Indonesia yang tak lagi ke Bunaken. Terbagi dalam 36 kapal Sail.
Para Sailer ini, terlihat auntosias mengikuti setiap rangkaian peringatan yang dilakukan. Termasuk dalam pelaksanaan Gerak Jalan Indah. Mereka membentuk satu barisan khusus. Berkeling mengikuti rute GJI yang ditetapkan panitia. Sebagaimana dilakukan peserta GJI lainnya.
Pemandangan yang tidak biasa ini praktis mengundang masyrakat Kota Wangi-Wangi dan tak mau ketinggalan. Mereka begitu bersemanat dalam menyaksikan aksi-aksi yang dilakukan oleh peserta barisan bule-bule ini.
Apa lagi mereka sesekali menujunkan aksi kocak yang mengocok perut para penontong yang berjejer di sepanjang jalur lintasan. Mereka juga sangat akrab dan dekat dengan masyarakat, hampir sepanjang jalam mereka melambaikan tangan kearah penonton yang dibalas dengan lambaian tangan dan senyum ramah masyarakat setempat.
“Kami sangat senang dalam menikmati pengalaman kami yang pertama dan begitu luar biasa ini, kami akrab dengan masyarakat dan mereka menerima kami dengan baik. Ini luar biasa dan tak akan kami lupakan, Wakatobi sunggun nyaman dan aman kami sungguh senang,” ungkap salah satu diantara mereka saat berbincang dengan Bupati Wakatobi Ir Hugua.
Memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-64, Pemerintah Kabupaten Wakatobi menggelar berbagai kegiatan. Salah satunya dalah Gerak Jalan Indah, kegiatan ini diikuti 135 barisan terdiri dari anak sekolah SD hingga SMA, Instansi Pemerintah, Majelis Taklim dan organisasi-organisasi masyarakat lainnya.CR2/A/LEX
Melihat Pabrik PT Sido Muncul dari Dekat (Bagian-1)
Pabrik Obat Herbal Berkualitas Standar CPOTB dan CPOB
Catatan : Umar Marhum
Semarang
Jika menyebut Kuku Bima dan Tolak Angin yang merupakan produk andalan PT Sidomuncul dari sejumlah produk lain yang dihasilkannya, penulis dan termasuk kebanyakan masyarakat umum lainnya menilai adalah produk jamu rumah tangga sama dengan produk jamu lainnya yang selama ini kerap menimbulkan masalah bagi kesehatan masyarakat.
Sehingga tidak heran kalau produk PT Sidomuncul selama ini tidak mendapat tempat yang begitu baik dihati masyarakat, khususnya bagi masyarakat yang mendiami kawasan timur Indonesia, lantaran tidak adanya sosialisasi yang memadai.
Tepatnya Sabtu, (15/8) yang lalu, ketika pihak manajemen PT Sidomuncul mempersilahkan kepada sejumlah jurnalis yang diundang khusus untuk berkunjung langsung ke lokasi pabrik, yang terletak di daerah Klepu Semarang Jawa Tengah itu, barulah penulis yakin ternyata produk obat herbal yang dihasilkan PT Sidomuncul tidak sama dengan produk obat herbal atau jamu produk rumah tangga lainnya, yang selama ini dibayangkan banyak orang.
Bahan bakunya terseleksi ketat, bersih dan higienis, prosesnya ditangani dengan mekanisasi pabrik yang modern.
Dari pemaparan J Irwan Hidayat Direktur Utama PT Sidomuncul, sejarah Sidomuncul bermula dari sebuah usaha rumah tangga yang dirintis oleh ibu Rahmat Sulistyo pada tahun 1940, karena ketekunannya dalam mengelola obat-obatan yang bahan bakunya langsung dari alam pada tahun 1951 lahirlah industri jamu yang bernama Sidomuncul yang artinya “Impian yang Terwujud.
Tahun 1997 mulai dilakukan perluasan pabrik, tahun 2000 diresmikan pabrik baru , dengan kualitas standar COPB dan CPOTB. Tahun 2008 hingga saat ini PT Sidomuncul telah memiliki luas lahan sebesar 50 hektar dengan luas bangunan 15 hektar, mempekerjakan sebanyak 3500 orang karyawan dengan memanfaatkan tenaga kerja lokal.
Dengan visinya, menjadi industri jamu yang dapat memberikan manfaat pada masyarakat dan lingkungan, maka untuk mendukung kwalitas produk yang dihasilkanya seperti obat herbal Tolak Angin, Kuku Bima Energy, Kuku Bima Kopi Gingseng, Este Emje Ginseng, Vitamin C 1000 mg, Minuman Kesehatan Kunyit Asam, Jahe Wangi, Permen Tolak Angin dan sejumlah produk lainya, PT Sido Muncul kini didukung 8 laboratorium canggih dengan peralatan modern yaitu laboratorium mikrobiologi, laboratorium farmakologi, Laboratorium Formulasi, Laboratorium Farmakognosi, Laboratorium stabilitas, laboratorium kultur jaringan, dan laboratorium kimia yang dilegkapi peralatan modern, seperti HPLC (High pressure Licuid Chromatography), GC (Gas Chromathography) dan TLC Scanner (Thin Layer Chromathography) yang dibangun ditas lahan 1.200 m2 dan diperluas menjadi 2.000 m2, yang telah terakreditasi dan mendapatkan ISO 17025.
Sejumlah prestasi dan penghargaan yang telah dicapai oleh PT Sidomuncul sejak tahun 2000 yaitu sertifikat Cara Pembuatan Obat Tradisional yang Baik (CPOTB) dan Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) sesuai standar farmasi dari menteri kesehatan Republik Indonesia. Platinum Award dan Platinum The Indonesian Besic Brand Award (IBBA) untuk produk kuku bima, Cakram Award serta sertifikat Obat Herbal Terstandar (OHT) yang dterima oleh produk Tolak Angin dari Badan POM.
Kedua program unggulan dari Sidomuncul ini juga telah meraih penghargaan The Word of Mouth Marketing (WOMM) Award, Top Brand Award dan Indonesian Customer Satisfaction Award (ICSA).
Pemasaran produk tolak angin dan kuku bima Sido Muncul selain dalam negeri juga telah merambah pasar Internasional seperti Hongkong , Pilipina, Singapura, Malaysia** (upi_sultra @ yahoo.co.id)
Ketgam : Dua unit mobil pemadam kebakaran ikut memadamkan sijago merah yang melalap dua asrama mahasiswa di Lorong Beringin Kampus Baru Unhalu, Senin (17/8) kemarin. Foto : Ridwan.
Dua Asrama Mahasiswa Unhalu Dilalap Api
Kendari, Kepres - Senin (17/8) kemarin, sekitar pukul 11.30 Wita, dua asrama tempat tinggal mahasiswa Universitas Haluoleo, Kendari tepatnya di Jalan H. E. A Mokodompit, lorong Beringin ludes dilalap sijago merah. Kedua asrama yang terbakar itu adalah asrama Sairan dan Asrama Eva Ceria.
Salah seorang penghuni asrama Sairan, Sartini mahasiswa Fakultas Mipa Unhalu mengaku melihat asap disertai kobaran api bersumber dari kamar lantai dua bagian belakang asramanya. Ia, sempat berteriak meminta tolong, karena asramanya mulai dilalap api.
Melihat asap dan api itu, beberapa mahasiswa berusaha mendobrak sejumlah pintu kamar asrama Sairan yang tidak memiliki penghuni (pulang kampung). Sayangnya, sebagian pintu kamar dalam posisi terkunci sehingga menyulitkan mahasiswa untuk membukanya.
"Api cepat sekali menyebar dan menyelimuti asrama. Selain hembusan angin yang cukup keras di lantai dua asrama Sairan yang berdindingkan kayu, barang-barang yang ada di dalam kamar juga mudah terbakar sehingga tidak bisa dipadamkan lebih awal," ungkap Sartini dengan muka sedih.
Lantaran kobaran api tidak bisa dikendalikan, beberapa penghuni memilih berusaha menyelamatkan barang-barang berharga mereka. "Saya hanya bisa menyelamatkan leptop, ijazah dan sejumlah pakaian, lalu saya bergegas keluar dari kamar, " tutur Sartini.
Setelah asrama Sairan ludes terbakar, api mulai menjilat atap asrama Eva Ceria yang bersebelahan dengan asrama Sairan. Rembesan api tidak meluas disejumlah asrama lainnya setelah tim pemadam kebakaran tiba di lokasi kejadian. Sedikitnya lima buah armada kebakaran diturunkan untuk menjinakkan api.
Sementara Samsudin, salah seorang penghuni asrama Eva Ceria mengaku kaget dengan melihat asrama tetangganya (Asrama Sairan) sudah diselimuti asap tebal. "Saya bersama sejumlah teman-teman langsung mengeluarkan barang-barang yang ada di dalam kamar, karena saya berpikiran api itu akan meluas sampai di asramaku, " tuturnya.
"Menurut informasi yang saya dapat dari teman-teman, api itu diakibatkan oleh ledakan kompor di salah satu kamar di asrama Sairan lantai dua, " bebernya.
Laporan sementara Tagana dan Pekerja Sosial (PS), asrama Sairan terdapat 36 kamar, semua ludes terbakar. Sementara kamar asrama Eva Ceria berjumlah 52 kamar. Asrama Eva Ceria ini yang terbakar hanya 40 kamar. Akibat kebakaran itu, hingga harian ini terbit belum bisa ditaksir berapa kerugian materil yang dialamai kedua asrama tersebut. M3-P4/A/HEN
Nur Alam Beri Bingkisan pada Veteran
* HUT Proklamasi RI ke-64
Kendari, Kepres - Dalam rangka memperingati detik-detik proklamasi RI ke 64, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar upacara bendera di halaman kantor Gubernur Sultra. Upacara HUT RI ini dihadari Danrem 143 Haluoleo Kol Inf Iskandar MS, Kapolda Sultra Brigjen Djoko Satrio, para kepala SKPD di lingkup Pemerintah Daerah Sultra, para pegawai negeri sipil, mahasiswa, pelajar dan para legiun veteran.
Upacara tersebut dipimpin langsung oleh Gubernur Sultra, H Nur Alam SE didampingi wakilnya HM Saleh Lasata. Usai pelaksanaan uapacara bendera, Gubernur Sultra bersama Istri Tina Asnawati Nur Alam menyerahkan sejumlah bingkisan kepada veteran yang telah berbakti memperjuangkan negeri ini.
Nur Alam mengatakan, perjuangan para Pahlawan sebaiknya dijadikan sumber inspirasi agar generasi muda bisa mewujudkan perjuangan sesuai dengan kondisi saat ini. "Semangat dan persatuan mereka (veteran) kita jadikan bingkai perjuangan bangsa Indonesia khususnya daerah Sultra, " ujarnya.
Nilai luhur perjuangan para pahlawan perlu dilestarikan sebagai bangsa yang beradab. Namun yang lebih penting adalah nilai-nilai luhur itu perlu ditanamkan pada generasi muda.
Di sela-sela sambutannya Nur Alam, dihadapan para veteran dan ahli waris keluarga para pejuang mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas jasa-jasa mereka demi kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia. M3/B/DUL
2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres
Copyright © rumahgudang.prod™ . Site powered By Limbo CMS