Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip
Surunuddin Siap Lawan Imran
ANDOOLO, KEPRES -- Surunuddin Dangga, Ketua DPRD Konawe Selatan menyatakan siap melawan Imran, Bupati Konawe Selatan dalam pemilihan kepala daerah Konawe Selatan tahun 2010 mendatang.. “Ya, saya akan maju, bersaing dengan calon lainnya,” tegasnya.
Pasangan yang akan mendampingi Surunuddin Dangga akan dibuka secara umum. Tidak hanya dari kalangan elit politik namun juga birokrasi, sepanjang tidak bertentangan dengan visi dan misi yang akan dibangun dan ditawarkan kepada publik untuk menarik simpati calon pemilihnya.
“Pastinya akan diumumkan setelah jelas orangnya, pasangan bersedia berkerjasama,” kata Surunuddin Dangga, kemarin.
Soal target kemenangan, Surunuddin Dangga masih enggan mengungkap. Demikian halnya dengan putaran pemilihan, menurutnya dalam pemilihan bukan soal putaran yang menjadi penentu namun hasil akhir dari sebuah pertarungan.
“Kita buktikan saja nanti hasil akhirnya, pemilihan masih jauh, saat ini kita bicara soal strategi dan cara mencari dukungan,” kata Surunuddin Dangga.
Sementara itu, Abdul Malik Silondae, anggota DPRD Konawe Selatan, yang juga terpilih kembali, telah memproklamasikan diri siap maju sebagai calon wakil bupati. Tentunya dengan menunggu lamaran atau pinangan dari calon bupati lainnya. CUK/DUL
Dinas Tata Kota Bantah Keluarkan IMB Stasiun LPJ
KENDARI, KEPRES- Kepala Dinas Tata Kota dan Perumahan Kota Kendari Ir Andi Adam Patawari Msi, saat ditemui diruang kerjanya, Kamis (30/7) kemarin mengatakan Dinas Tata Kota belum mengeluarkan IMB untuk Stasiun Pengangkutan Pengisian LPJ Khusus (SPPK). Izin yang ada baru Izin Prinsip (IP) . Stasiun tersebut berdasarkan IPnya dibangun diatas luas lahan hampir 2 hektar, bertempat di jalan poros Moramo, kelurahan Sambuli Kecamatan Abeli.
Diapun menegaskan IP penggunaan kawasan oleh SPPK, dikeluarkan oleh Walikota dan pengurusan izin membangun dan pembuatan amdal. IMB tidak akan keluar sebelum adanya amdal. IP bukan IMB tetapi hanya untuk persiapa lahan. "Pembanguan stasiun ini masih dalam proses, baru persiapan lahan sambil menunggu persetujuan UKL-UPL dari LH kota. Pembangunan ini sifatnya di kawasan, jadi harus dapat respon amdal kelayakannya. Dan tata kota hanya melakukan peruntukan kawasan," paparnya.
Kepala Dinas ini berkata, stasiun tersebut tidak dapat direspon dari Pemkot sebelum ada IP SPPK atau rekomendasi dari pertamina. "Karena stasiun ini mendapatkan kelayakan dari pertamina, untuk melayani masyarakat pengguna gas LPJ mulai dari masyarakat kecil pengguna 3 kg hingga masyarakat mampu pengguna 13 kg, sehingga pemkot dalam hal ini Tata Kota menyiapkan lokasi, yang masuk dalam kawasan pengembangan pelabuhan, berupa dermaga," kata Andi Adam.
Berdasarkan analisa Tata Ruang Kota, tempat tersebut layak ditempati SPPK sebagai tempat penggangkutan dari laut, penampungan dan penyaluran gas LPJ. "Kawasan pembangunannya dekat dengan laut, untuk menyediakan tempat peruntukan dermaga, sehingga memudahkan pengangkutan gas-gas dari daerah lain di dermaga tersebut, hingga saatnya gas-gas didistribusi dari tempat penampungan," jelasnya.P3/B/HEN
Tua Vs Muda Jangan Dibumikan! Lebih muda belum tentu lebih tahu, begitu pula lebih tua belum tentu bisa mengungguli si Muda. Dan begitu pula lebih tua belum tentu tidak bisa menjalankan roda pemerintahan, sama halnya, yang muda bisa saja menjalankan roda pemerintahan.
Catatan:
La Ode Muhammad Agus Kendari
Coremap II Wakatobi Sadarkan Masyarakat Dengan Pemahaman
Dulu Pamali Sekarang DPL
Nama Wakatobi diambil dari rangkuman nama empat pulau utama di kawasan itu, Wangi-Wangi, Kaledupa, Tomia, dan Binongko. Tahun 1996 perairan ini ditetapkan sebagai taman nasional. Dulu daerah ini disebut Kepulauan Tukang Besi saat masih tergabung di Kabupaten Buton. Kepulauan yang hanya memiliki daratan seluas 820 kilometer persegi, berpenduduk 100.000 jiwa, dan memiliki kawasan laut seluas 18.000 kilometer persegi itu mekar menjadi kabupaten sejak 2003. Secara keseluruhan, kawasan Wakatobi menyimpan kekayaan berupa 396 spesies karang laut dan 600 spesies ikan. Terkaya di dunia.
Laporan: Abdullah, Wakatobi
Pasca Penahanan Sekda Bombana
Ruangan Sekda Sepi, tak Ada Antrian Tamu
Laporan : Muliani, Rumbia
Drs H Idrus Effendy Kube MSi yang merupakan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bombana sejak dua pekan terakhir ini tidak dapat menjalankan tugas sebagaimana hari-hari biasanya. Tepatnya 15 Juli 2009, kebebasannya mulai terbelenggu dengan menghuni Rumah Tahanan (Rutan) Punggolaka Kendari setelah sebelumnya menjalani pemeriksaan hampir 8 jam di Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.
2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres
Copyright © rumahgudang.prod™ . Site powered By Limbo CMS