| Written by Redaktur, on 13-01-2009 06:18 |
|
|
Ketgam : Hearing antara Komisi A DPRD Sultra dengan BKD Sultra di ruang pimpinan DPRD Sultra, kemarin. Foto : Majid Formasi Hilang karena Erorr * Alasan Kepala BKD Sultra saat Hearing dengan DPRD Soal CPNSD Kendari, Kepres - Formasi yang hilang atau kosong saat pengumuman CPNSD 2008, ternyata pengaruh dari lembar jawaban yang erorr. Selain erorr, nilai peserta tes juga tidak memenuhi standar kelulusan. Demikian diungkapkan Kepala BKD Sultra Drs Harun Haeba saat heariang antara Komisi A DPRD Sultra dan BKD sebagai pelaksana teknis penyelenggara tes CPNSD Sultra 2008, Senin (12/1). Menurut Harun, semua dikembalikan ke Universitas Haluoleo (Unhalu) Kendari, sebagai pemeriksa lembar jawaban. "Kita sudah mengadakan rapat dengan Unhalu, tentang beberapa formasi hasil tes CPNSD 2008 di beberapa daerah yang hilang setelah diumumkan 2 Januari 2009 lalu. Alasannya dua hal, erorr dan nilainya tidak memenuhi standar kelulusan," jelas Harun, dihadapan anggota Komisi A DPRD Sultra diantaranya, Drs Ryha Madi, Ir Hj Masyura, Muh Gadzali Hafid, La Ode Moane Obi, dan Frans Dellu. Selain itu, Harun membeberkan hasil pertemuan dengan Unhalu yang digelar di BKD belum lama ini. Misalnya, soal kelulusan ganda di Kolaka, yang lulus di Makassar dan Kolaka, menurut Harun orang yang bersangkutan sudah dipanggil oleh BKD, apakah memilih di Makassar atau Kolaka. Kesimpulannya CPNSD tersebut lebih memilih Makassar. Kemudian soal Sarjana Agama (SAg) yang lulus di Matematika. Menurut Harun Haeba, pihak Unhalu sudah menjelaskan bahwa tidak ada masalah, karena ada juga SAg yang punya besik ilmu matematika. "Jadi jangan salah sangka dulu, sebab SAg milik CPNSD tersebut, besiknya memang di Matematika," jelasnya. Soal nomor ganda juga diungkap Harun dalam hearing yang dipimpin Drs H Ryha Madi tersebut. Misalnya seorang CPNSD dinyatakan lulus dengan nomor yang sama tetapi nama berbeda. Menurut Harun, ini kekeliriuan teknis BKD bersangkutan dalam pemberian nomor, bukan di Unhalu. Unhalu katanya meloloskan nama dan nomor yang sama. Begitu juga dengan kelebihan kuota dalam pengumuman hasil tes CPNSD. Unhalu kata Harun kembali akan merangking kemudian akan diluluskan peringkat tertinggi. "Misalnya tiga orang yang diterima, tetapi yang lulus lima, maka Unhalu kembali akan merangking, kemudian diumumkan kembali," tambahnya. M2/B/HEN
Users' Comments (6)
|
|
|