| Written by Redaktur, on 20-01-2009 06:06 |
|
|
DPD II Golkar Konawe Lapor ke DPP * Terkait Insiden Pemukulan Arifuddin Laumara` Unaaha,Kepres - Aksi pengeroyokan terhadap salah seorang kader DPD II Golkar Konawe, akan berbuntut panjang. Pasalnya, DPD II Golkar Konawe tidak menerima aksi premanisme yang disinyalir dilakukan oleh oknum orang-orang Ridwan ST, dan akan melaporkan hal ini ke DPP Golkar di Jakarta.
Hal itu diungkapkan Sekretaris DPD II Golkar Konawe, Tauwi saat ditemui jurnalis koran ini di Gedung DPRD Konawe, Senin (19/1) kemarin."Kami secara pribadi dan organisasi tidak menerima perlakuan premanisme yang dilakukan oleh oknum orang-orang Ridwan ST," kata Tauwi. Rencananya, Selasa (20/1), dirinya bersama Arifuddin Laumara serta Amir Karim akan bertolak ke Jakarta untuk menyampaikan secara resmi laporan keberatan atas insiden pemukulan Arifuddin Laumara. "Besok (hari ini_red) kami bertiga akan berangkat ke Jakarta untuk melapor secara resmi,"ujarnya. ``` Politisi yang juga anggota DPRD Konawe ini juga mengklarifikasi pernyataan media ini yang menyatakan bahwa Arifuddin Laumara bukan kader Golkar. "Arifuddin Laumara adalah kader Golkar dan caleg nomor urut 10 di Dapil IV. Dia belum dipecat dan masih tercatat sebagai kader Golkar sampai sekarang,"kata Tauwi. Secara pribadi dan secara organisasi, DPD II Golkar Konawe sangat keberatan dan tidak terima dengan aksi yang dipertontonkan orang-orang Ridwan ST. "Kami hadir ditempat itu diundang secara resmi karena diundang untuk menghadiri acara tersebut, kenapa kita yang diundang kita juga yang dipukul,"kesalnya. Lanjutnya, di zaman reformasi seperti saat ini, bukan zamannya lagi mempertontonkan aksi premanisme."Kami dari Golkar sudah sepakat untuk meninggalkan aksi premanisme, kita Golkar baru berjuang untuk rakyat,jangan tunjukkan arogansi kepemimpinan di zaman reformasi,"serangnya. Lanjutnya lagi,jika ada kekeliruan kata,maka masih ada jalan keluar untuk menyelesaikan ketersinggungan ini melalui duduk bersama, bukan dengan cara-cara pemukulan.M1
Users' Comments (2)
|
|
|