| Written by Redaktur, on 20-01-2009 06:07 |
|
|
Rektor Unhalu Buka-bukaan *Soal Rekrutmen CPNSD, Unhalu Bekerja Sesuai Kontrak Kendari, Kepres – Prof Dr Ir Usman Rianse MS, Rektor Unhalu blak-blakan soal rekrutmen CPNSD Sultra 2008. Ia mengaku, Unhalu bekerja sesuai perintah BKD. “Unhalu bekerja atas perintah BKD. Sesuai kontrak kerja. Tidak punya kewenangan untuk meluluskan atau tidak meluluskan peserta tes,” ujarnya dalam rapat dengar pendapat atau hearing di DPRD Sultra kemarin. Usman, secara panjang lebar menuturkan soal penerimaan CPNSD. Katanya, IT Unhalu bekerja sesuai pesan gubernur, membantu Pemda dalam rangka menghilangkan image money politic dalam setiap penerimaan CPNSD. “Dengan BKD, Unhalu bersepakat, bagaimana memerangi persoalan money dalam perekrutan CPNSD,” tuturnya di hadapan Komisi A DPRD Sultra yakni Ketua Komisi A La Ode Ate, Drs Ryha Madi, Frans Dellu, La Atjeh Amin dan Muh Gadzali Hafid. Selanjutnya, kata Usman, Unhalu bekerja. Pengalaman pribadi Usman, sejak dimulainya rekrutmen CPNSD, 17 Desember 2008, sampai pengumuman 2 Januari 2009, sebagai Rektor Unhalu, penanggung jawab keseluruhan proses pemeriksaan lembar jawaban, Ia merasa kurang nyaman. Menurut Usman, ketidak nyamanan tersebut karena banyaknya informasi atau isu yang berhembus, bahwa Unhalu minta uanglah, bahwa Unhalu sudah dibayarlah, pokoknya macam-macam. Padahal menurutnya yang bertanggung jawab penuh adalah Pemda dalam hal ini BKD “Saya katakan, proses scaning lembar jawaban ini semua penuh rahasia. Tidak ada satupun yang mengetahui, termasuk pembantu rektor, dekan dan pembantu-pembantu dekan,” ungkap Usman.. Dalam perjalananya. Pengumuman ternyata bermasalah. Menurut Usman, data yang dipakai IT Unhalu tidak valid. Semua dalam bentuk gelondongan. Satu-satunya formasi yang kami pakai dari BKD Sultra yang juga diumumkan di media. Inilah kata Usman yang menjadi pangkal persoalan sehingga muncul 14 nama baru dalam pengumuman revisi 12 Januari 2008 lalu. Menurut Usman, semua dikerjakan sesuai petunjuk awal dari BKD. Seharusnya, kata Usman sejak awal pihak BKD mengumumkan berapa sebenarnya kuota setiap formasi, sehingga IT Unhalu tidak mengartikan sendiri, berapa jumlah formasi yang diterima. “Tetapi sekarang, kita tidak usah menyalahkan siapa-siapa, kita carikan solusi soal 14 nama baru ini, sehingga mereka tidak dirugikan,” ujarnya. Secara blak-blakan Usman juga mengungkap pengumuman 12 Januari lalu. Ia mengatakan formasi diumumkan setelah melalui rapat panjang sehari penuh, 11 Januari 2008. Hasil rapat ada dua jalan. Mereka dinyatakan lulus. Jika kelebihan formasi maka BKD harus merobah formasi awal. Kedua mereka yang 14 nama ini harus menjadi prioritas pada penerimaan CPNSD awal Februari mendatang. Dengan formasi tambahan, dengan jalan tidak meminta peserta lagi di BKN pusat. Jelasnya kata Usman, jangan ada yang dirugikan. Begitu pula di Muna menurut Usman bukan kelebihan lulus, tetapi kesalahan BKD yang tidak memberi informasi secara detail soal jumlah formasi yang diterima. “Misalnya guru Bahasa Inggris, kuota yang diminta 11 orang kita luluskan 11 orang. Tetapi kita tidak tau apakah guru Bahasa Inggris yang diterima ini untuk SLTP atau SMU. Ternyata yang lulus semua guru SMU. Akhirnya BKD Muna ambil inisiatif mereka juga perlu guru SMP. Unhalu mengabulkan permintaan ini,” Usman menjelaskan Kesimpulannya, Unhalu bekerja sesuai informasi dari BKD. Unhalu katanya bekerja dengan netral, tidak ada suatu apapun yang ada dibalik semuanya. Dalam pertemuan selama hampir dua jam stengah itu, yang dipimpin La Ode Ate, menyimpulkan 14 nama menjadi prioritas BKD dalam penerimaan CPNSD yang dijadwalkan awal Februari mendatang. Dengan catatan, secara pribadi ke-14 nama CPNSD yang dianulir, bertemu langsung dengan BKD, bagaimana mekanisme selanjutnya. M2/A/LEX
Users' Comments (8)
|
|
|