Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
akses e-mail
Username: Password:
R u b r i k arrow Halaman Depan arrow Usai Pesta Miras, Pacar Diperkosa Friday, 18 May 2012
Iklan Edunusa fajar online Rumah Gudang
Untitled Document
Usai Pesta Miras, Pacar Diperkosa PDF Print E-mail
 
Written by Ramaluddin, on 03-10-2011 13:25
Views 452

Usai Pesta Miras, Pacar Diperkosa

KENDARI, KEPRES - Pengaruh minuman keras tak jarang berhujung petaka. Kekasih pujaan hatipun bahkan jadi korban kebengisan. Seperti halnya yang dialami gadis muda berusia 18 tahun sebut saja namanya Bunga (inisial). Usai dipaksa menengak miras ia akhirnya diperkosa kekasihnya sendiri. Tak hanya kekasih, empat orang kawan kekasihnya pun ikut-ikutan merenggut kehormatan Bunga.

 

Tepatnya, Jumat (30/9) sekitar Pukul 21.00 Wita, berawal ketika Bunga dijemput sang kekasih ER di rumahnya. Berhasil keluar rumah Bunga diajak ER menuju Kendari Beach menikmati udara pantai kendari itu. Setibanya di KB ternyata empat orang teman kekasih Bunga NS, IR, AO, dan HD terlebih dahulu sudah di Kebi tengah menimati minuman keras.

 

Bukannya menghindar, ER malah mengajak Bunga untuk bergabung. Bahkan ER menawarkan kekasihnya itu untuk menenggak miras bersama teman-temannya. Bunga yang tak biasa minum minuman keras akhirnya menolak. Seribu cara digunakan ER supaya kekasihnya itu mau ikut menikmati minuman keras bersama temannya.

 

ER kemudian menawarkan Bir kepada kekasihnya dengan alasan kadar alkoholnya rendah. Tak kuasa menahan godaan Bunga akhirnya mengamini kemauan pujaan hatinya itu. Bunga akhirnya ikut-ikutan meneggak miras tawaran sang kekasih.

 

Sekitar Pukul 23.40 Wita ER dan keempat kawannya bersama Bunga dalam kondisi mabuk berat hingga akhirnya berencana pulang. Dalam perjalanan pulang tepatnya di By Pass tak jauh dari Bundaran Pasar Baru Wuawua, motor yang dikendarai ER bergoncengan tiga bersama Bunga dan salah satu rekan ER terjatuh. Hingga akhirnya Bunga lupa diri (pingsan). Setelah tersadar Bunga ternyata sudah berada di rumah kos kekasihnya (ER) di Kelurahan Lalolara Kecamatan Kambu.

 

Kondisi Bunga yang tak karuan dan muntah-muntah karena mabuk mengharuskan Bunga mencuci pakaian yang dikenakannya. Ditengah kondisi mabuk, ER dan keempat kawannya akhirnya menuntun Bunga menuju kamar mandi dengan niat hendak mencuci pakaian Bunga yang penuh muntah.

 

ER bersama kawannya kemudian membuka pakaian Bunga saat itu pula. Melihat kondisi Bunga yang tengah bugil ,libido sang kekasih dan juga kawannya spontan naik. Tak kuasa menahan libidonya yang tengah mabuk  kehormatan Bunga akhirnya direnggut secara bergantian dimulai dari ER kekasih sendiri dan keempat kawannya NS, IR, AO dan HD.

 

Sadar diperlakukan seperti itu, Bunga akhirnya melaporkan hal yang menimpa dirinya di Mapolsek Poasia. Kasubag Humas Polresta Kendari AKP Andayani membenarkan laporan tersebut. "Kami sudah menangkap dua pelakunya yakni IR dan kekasihnya sendiri ER. Sedang ketiga rekannya masih tahap pengejaran," kata Andayani.

 

Lanjut Andayani, tersangka yang ditetapkan berjumlah lima orang. "Kami sesegera mungkin menangkap tiga pelaku lainnya NS, AO dan HD yang saat ini tengah buron," tambahnya.

 

Melalui hal itu Andayani menghimbau agar sedapat mungkin minuman keras dijauhi. "Kami mengharapkan kiranya miras dijauhi. Karena pengaruh miras dapat memicu terjadinya tindak kriminal. Berteman boleh saja namun kita jangan lengah," imbaunya.

 

Kata Andayani, pandai-pandailah memilih teman. "Akibat pergaulan yang tidak ada batasan terkadang menjerumuskan. Sehingga perlunya kontrol orang tua dengan siapa anaknya berjalan dan bergaul," ungkap Andayani. P2/A/MUR

Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2012 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Logo Issu

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS