| Written by Redaktur, on 03-12-2008 06:07 |
|
|
Pernyataan JK Lukai Perasaan Masyarakat Buton Raya * Umar Samiun Undang Undang JK ke Buton Raya Baubau, Kepres - Pernyataan Wakil Presiden, Jusuf Kalla yang menyinggung pemekaran Buton raya bakal terhambat, mendapat kecamatan dari Ketua DPRD Buton, Syamsu Umar Abdul Samiun SH. Menurut dia, komentar JK tentang Buton Raya yang sudah menjadi nafas jutaan masyarakat Buton Raya, seolah-olah mematahkan perjuangan yang dibangun masyarakat Buton Raya selama ini .
" Penilaian saya dengan komentar JK soal Buton Raya yang sudah menjadi nafas jutaan masyarakat Buton Raya, hanya dipatahkan begitu saja tanpa ada indikasi yang disebutkan," ungkap Umar Samiun sapaan Syamsu Umar Abdul Samiun SH di kediamannya, kemarin. Tokoh pemekaran Buton Raya itu mengatakan, tidak tepat jika Jusuf Kalla membandingkan Buton Raya dengan Jawa Barat yang matang dari segala hal. Seharusnya, JK membanding kelayakan Buton Raya dengan Sulawesi Barat yang saat ini sudah resmi mekar. " Saya rasa perbandingan yang diambil tidak pas. Apalagi dia seorang Wapres dan ketua partai besar," tegasnya. Umar Samiun menuturkan, membanding Buton Raya dengan Jawa Barat sangat jelas jauh berbeda. Dari segi APBD saja sangat jauh tertinggal, apalagi bila dilihat infrastruktur yang ada. " Tapi mengapa bukan itu (APBD, red) yang diperjuangkan. Malah mematahkan nafas masyarakat Buton Raya," cetusnya. Ujar Umar, munculnya JK sebagai Wakil Presiden RI, diharapkan bisa menjadi wakil masyarakat yang ada di wilayah timur Indonesia. Namun, dengan munculnya pernyataan itu, JK dinilai sudah tidak mewakili lagi masyarakat bagian timur, utamanya bagi masyarakat Buton Raya. Umar Samiun dengan tegas sangat menyayangkan pernyataan JK itu. Pasalnya, saat pemekaran Sulawesi Barat, JK tampak biasa-biasa saja dan sangat mendukung. Sementara saat Buton Raya akan dimekarkan, JK mengeluarkan statemen yang sangat menyakitkan. Padahal, Buton Raya lebih layak dimekarkan ketimbang Sulawesi Barat. Baik dari segi infrastruktur maupun sumber daya alam, termasuk kajian teknisnya. Atas pernyataan JK itu, Umar Samiun menyatakan sangat kental bernuansa politis. Dia menyatakan, ada oknum yang telah memberikan suplai informasi kepada Jusuf Kalla. " Saya rasa teman-teman semua tau, tidak perlu disebutkan. Pejabat siapa yang tidak setuju dengan Buton Raya. Seharusnya JK datang di Buton ini supaya bisa membandingkan dengan Jawa Barat," kesal Ketua DPRD Buton itu. Umar Samiun mengungkapkan, untuk menempuh 20 kecamatan di Kabupaten Buton saja, harus membutuhkan waktu 16 hari. Sementara di Jawa Barat dalam kurun waktu 3 jam sudah bisa menempuh 6 daerah otonom. Atas dasar itulah, pemekaran Buton Raya ini untuk memutuskan rentan kendali yang cukup jauh. " Pemekaran ini murni untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Bukan keinginan elit politik. Kasi tau JK kalau datang di Buton naik kapal laut dari Kendari supaya dia tau bagaimana rasanya, setelah itu nanti kita bawa dia (JK, red) jalan-jalan ke Batu Atas, nikmati indahnya perjalanan," kesal Umar Samiun lagi. Umar Samiun menambahkan, yang dibutuhkan masyarakat Buton Raya saat ini adalah pemekaran, bukan bantuan. " Pernyataan JK ini pernah tidak dilakukan kajian sebelumnya? Kita tau siapa yang suplai informasi ke JK," tandas Umar Samiun. Meskipun JK telah mengeluarkan pernyataan yang menyakitkan, kata Umar Samiun, semangat Buton Raya tidak akan surut. Apalagi pemekaran tersebut sudah mendapat dukungan penuh dari Gubernur Sultra dan DPRD Sultra. " Yang jelas panitia pelaksana kegiatan KKST itu harus bertanggung jawab atas persoalan ini. Kalau mau adakan kegiatan KKST silahkan, tapi jangan sampai Buton Raya dibahas sebegitu sakitnya," tudingnya. Umar Samiun mengungkapkan, pernyataan JK itu akan sangat berpengaruh terhadap pencalonan JK pada Pilpres nanti. " Ingat loh, masyarakat Buton Raya jutaan, mereka ada di Kalimantan, Irian, Maluku dan masih banyak daerah lagi," ketus Umar Samiun. cr3/B/LEX
Users' Comments (7)
|
|
|