| Written by Redaktur, on 03-12-2008 06:08 |
|
|
Terungkap, Sejumlah Pejabat Miliki Tambak *Proyek Pengadaan Genset, Pompa, Benih dan Pakan Melalui ABPD Raib Raha, Kepres- Kisah tambak Oensuli ternyata menyimpan banyak ceritera duka. Tidak sekedar atas nama masyarakat yang pada kenyataannya dikelola pejabat, banyak laporan membeberkan proyek pengadaan genset, pompa, bibit, pakan, bahkan bahan bakar solar, diliputi misteri. Karena sebagian pejabat yang bertambak mengaku membeli dengan uang sendiri. Lalu dimana larinya proyek pengadaan yang dianggarkan APBD?
SK Bupati No:369/2007 yang memuat nama-nama petani tambak sejumlah 107 orang, sekaligus berhak menerima Jandup, juga meragukan. Kepala Dinas Perikanan, Ir Fachri Bau saat diperlihatkan SK tersebut secara tidak sengaja terlepas ngomong,”kalau begitu ada dua SK,”katanya heran dengan SK yang disodorkan Kendari Ekspres. Keheranan itu terjawab melalui hasil penelusuran wartawan pada data penyidik kejaksaan, dimana SK yang disodorkan untuk jaksa berbeda dengan data yang disodorkan pada publik. Yang dipegang jaksa, SK ditanda tangani camat Kabangka. Disisi lain, daftar nama yang termuat dalam SK, disinyalir nama masyarakat yang bekerja pada tambak pejabat. Sejauh ini pejabat yang berhasil diidentifikasi bertani tambak di Oensuli antara lain Ridwan BAE yang dibeli isterinya dari La Ode Halifa dan La Ode Halaka, Wakil Bupati La Bunga Baka, Sekda La Ode Kilo, Ketua Bappeda Mustari Ando Arifin, Kepala Dinas Diknas La Ode Safiuddin, Kepala Bawasda Ali Basa, Kepala Dinas Pariwisata Hasanuddin Rabali, Kepala Badan Diklat La Ode Alimuddin, Asisten III Sanusi Dege, mantan asisten II yang kini Kepala Dinas Kehutanan Kamil Ady Karim. Selain itu, terungkap juga nama kepala badan pengelola keuangan daerah (BPKD) Zakaruddin yang juga mantan Kabag Keuangan. Mengemuka juga nama Kapolres Muna Yudar D Lullulangi, mantan Kapolres Wahab Saroni. Jika ditelusuri lebih jauh, anak dan isteri camat Kabangka, Bahtiar Bakara juga termuat dalam SK bupati No: SK Bupati No:369/2007, sebagai penerima Jandup. Dengan kata lain ia juga terdaftar memiliki tambak di Oenslui. Yang menjadi ironi, Bawasda kini sedang mengusut kasus tambak mengenai tiga pejabat yang disinyalir bupati Muna beberapa waktu lalu yakni Bunga Baka, hasanuddin Rabali dan Alimuddin. Ironi karena yang mengusut kasus ini juga punya tambak di Oenslui. Siapa periksa siapa? Lepas dari kasus kepemilikan pejabat diatas tambak negara, ada hal yang tidak pernah diutak atik jaksa dalam pernyataan-pernyataan persnya. Yakni soal pengadaan genset, pompa, benih udang, pakan, dan solar. Salah seorang pejabat yang berhasil dikonfirmasi, Kemarin (2/12), La ode Safiduin alias La Esa, mengatakan benar tambaknya berada diatas lingkaran lahan seluas 150 hektar di Oensuli namun percetakan tambak, saluran dilakukan sendiri dengan uang pribadi. Demikian juga pengadaan pompa, genset, pakan, benih dan bahan bakar solar, semuanya menggunakan uang pribadi. Sejumlah pejabat yang memiliki nama diatas, selain La esa, juga mengaku hal serupa. Pertanyaan berikut, dimana proyek pengadaan yang dianggarkan APBD setiap tahun sejak 2003?Komisi A, Ridwan Ramli SH, membeberkan tahun 2008 ini APBD kembali menganggarkan pengadaan genset, dan pompa.iis/LEX
Users' Comments (1)
|
|
|