| Written by Redaktur, on 10-07-2009 08:07 |
|
|
JK-Wiranto Kalah (Sementara) di Muna *Tim SBY-Boediono Muna Klaim Menang Raha, Kepres- Pasangan JK-Win, mulai menampakkan tanda-tanda kekalahan di Muna. Daerah yang masih bertahan sebagai basis Golkar di Sultra ini, entah bagaimana, tidak mampu mendukung kemenangan pasangan yang didukung Golkar dan koalisinya. Hasil pantauan lapangan dari perhitungan TPS, untuk 17 dari 23 kecamatan, menampakkan kemenangan SBY cukup signifikan dari pasangan lainnya. Sisanya, data enam kecamatan belum dapat dipantau karena jaringan komunikasi seluler tidak dapat menjangkau wilayah itu, antara lain Kecamatan Maginti, Tikep, Tiworo Tengah, Sawerigadi, Wakorumba Selatan dan Pasir Putih. Dari 17 kecamatan yang berhasil dipantau saat perhitungan di PPK, JK hanya menang di enam kecamatan antara lain Tongkuno, Maligano, Bone, Parigi, Napabalano dan Kontunaga. Sementara itu SBY unggul di 11 kecamatan dengan keseluruhan perolehan sebanyak 46,646 suara, disusul JK merangkum 40,506 suara lalu Mega-Pro sebesar 6,270 suara. Dengan enam kecamatan yang belum masuk data perhitungan suaranya, selisih antara SBY dan JK telah mencapai angka 6 ribu. Tidak heran, Kemarin (9/7), tim pemenangan SBY di Raha sudah mengklaim kemenangan jagoannya. Ketua DPC Partai Demokrat Muna, La ode Ndoloma, mengatakan memang keadaan belum final sebab perhitungan resmi di KPU belum dilakukan. Kendati demikian, Ndoloma sangat yakin dengan kerja saksi-saksi tim di tiap TPS yang kemudian menghadirkan bayang-bayang hasil perhitungan suara. Ia mengakui, kenyataan ini adalah fakta terbalik dari prediksi. “Prediksi kita SBY bisa mengimbangi konstalasi politik yang sedang dominan di Muna,”ujar Salim Satri SE, sekretaris PD Muna, mendampingi Ndoloma. Kalau kemudian ternyata memenangkan pertarungan ini, lanjut Salim Satri, pihaknya juga tidak terlalu terkejut karena kebijakan-kebijakan SBY yang banyak menyentuh keseharian masyarakat Indonesia hingga dusun serta masyarakat kecil, sangat bisa diandalkan guna mendulang perolehan suara. Disamping itu, tambah Ndoloma, koalisi yang dibangun secara nasional berjalan efektif hingga di daerah-daerah terutama di Muna. “Menandakan untuk bisa merubah keadaan di Muna hanya dengan membangun koalisi yang besar,”simpulnya. Satu kekhawatiran yang mengemuka tentang permainan di tingkat penyelenggara dalam hal ini PPk dan KPUD. “Tapi kita sudah siapkan saksi-saksi berkualitas terutama adanya koalisi dengan PKS yang basisnya terkenal militan,”katanya. Dilain pihak, Ketua Tim Pemenangan JK-Win di Muna, La Ode Saera, dikonfirmasi soal jebloknya perolehan pasangan koalisi Golkar, mengambil sikap No Coment. Menurutnya, perhitungan suara yang resmi di KPU yang bisa dijadikan rujukan resmi. Karena itu pihaknya masih menunggu pengumuman KPUD dan belum bisa mempercayai data-data selain yang dikeluarkan KPU. Ketua KPUD Muna, Almunardin SH atau biasa disapa La Power, juga member tanggapan yang senada. “Itu hak-hak setiap peserta pemilu merayakan keberhasilan, tapi bag kita KPU belum bisa menyatakan itu sebelum lekakukan perhitungan suara,”tanggapnya. Ditambahkan, perhitungan suara kini baru sampai di tingkat PPK.iis/dul
Users' Comments (0)
|
|
|