Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k arrow Feature arrow Tua Vs Muda Jangan Dibumikan! Friday, 30 July 2010
Tua Vs Muda Jangan Dibumikan! PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 30-07-2009 08:44
Views 612

Tua Vs Muda Jangan Dibumikan!

Lebih muda belum tentu lebih tahu, begitu pula lebih tua belum tentu bisa mengungguli si Muda. Dan begitu pula lebih tua belum tentu tidak bisa menjalankan roda pemerintahan, sama halnya, yang muda bisa saja menjalankan roda pemerintahan.


Catatan:

La Ode Muhammad Agus Kendari

Pemilihan bupati Muna sudah diperbincangkan di kalangan masyarakat Muna baik dari kalangan atas atau para elit politik maupun pada kalangan bawah. Siapa yang menggantikan Ridwan ST. telah bersiap diri, baik dari kalangan politisi tulen maupun dari kalangan non politisipun mulai mengambil star untuk bertempur di momen pilkada tersebut.

 

Isu yang berkembangpun beragam, ada yang menghembuskan isu perombakan rezim, ada yang meneriakan isu yang muda yang bakal tepat memimpin Kabupaten Muna dan bukan dari kalangan tua.

 

Banyak politisi memanfaatkan isu ini dalam kanca merebut kursi kepemimpinan. Mereka mengemas isu Tua Vs Muda, yang tua lebih tahu atau bahkan yang muda yang lebih agresif , enerjik dan lebih mengerti hal hal baru. Tapi sayang baik yang muda maupun yang tua semua kembali pada rakyat Muna, kepada siapa pilihan mereka, apakah pada yang tua, atau yang Muda. Dan persoalannya sebenarnya bukan soal Tua-Muda, tapi bisa-tidak!

 

Hal-hal yang subtasi terkadang sangat sulit untuk dikemas mejadi komoditi politik oleh para elit politik, terkadang hanya mengemas sebuah pesan yang dipaksakan yang sebenarnya tingkat penerimaannya juga dipertanyakan. Hal ini diungkapkan oleh ketua Forum Komunikasi Mahasiswa Wuna (FKMW), Sudarmin Rigoa.

 

Menurutnya ada kecenderungan kaum politikus muda di Muna yang  ingin menciptakan dikotomi antara yang yang tua dan yang muda, padahal menurutnya, yang Muda belum tentu bisa dan yang tua juga tidak mesti karena sudah tua, maka tidak ideal untuk menjadi pempin Muna pasca Ridwan.

 

Hadirnya sosok Umar Bonte, memberi ledakan politik di Muna, bahwa ada generasi Muna yang siap memimpin Muna. Namun sayang isu yang dikemas menurut Sudarmin menghadirkan petak atau ruang antara si tua dan si muda. "Saya tidak mempersoalkan Umar Bonte akan jadi calon bupati ataupun wakil bupati, tapi sebagai generasi  Muda harusnya dikotomi antara si tua dan si muda jangan dihembuskan di atas permukaan", katanya beberapa hari yang lalu.

 

"Ada yang subtansi yang harus dilihat oleh generasi muda Muna, bukan persoalan tua-muda, tapi siapa yang lebih bisa melihat penderitaan rakyat Muna, apakah yang lebih tua atau yang lebih muda", kata Sudarmin yang juga Anggota MPM Unhalu 2008-2009.

 

Ia juga mengilustraikan yang tentang realitas yang diinginkan masyarakat Muna, kalau saat ini menurutnya masyarakat Muna tengah merindukan sosok pemimpin yang "kebapaan",  sosok yang dapat mengayomi dan melindung masyarakat Muna seluruhnya layaknya ayah dalam keluarga.

 

"Yang Muda ga masalah, begitu juga yang tua, tapi yang diharapkan masyarakat Muna adalah seorang Bapa yang bisa merangkul anak-anaknya, keluarganya (masyarakat Muna-red) dan menghidupinya dengan sejahtra, dan bukan yang membumikan yang muda yang ideal, itu sangat keliru", kata Sudarmin sambil  geleng-geleng kepala dan membolak-balikan Koran harian Kendari Ekspres yang di dalamnya memberitakan Idealnya Bupati Muna ke depan dari kalangan muda.

 

 

 


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
Next >

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS