Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k Friday, 12 March 2010
Halaman1
-
article thumbnailWabup Kolaka Lantik 292 Pejabat

Wednesday, 03 March 2010 | redaksi

KET FOTO : Wakil Bupati Kolaka, H Amir Sahaka melantik 292 pejabat struktural lingkup Pemkab Kolaka, Selasa kemarin (2/3)...
Selengkapnya...

Lainnya :
Iklan Edunusa fajar online Rumah Gudang
-
Gua Lakasa, Terjal Nan Penuh Sensasi

Thursday, 11 March 2010

Gua Lakasa, Terjal Nan Penuh Sensasi Stalagnit Bergantungan di Langit  Gua   Begitu masuk ke dalam gua, kita langsung...
Selengkapnya...

Depan
Karikatur
Buruh Tuntut Kenaikan Upah PDF Print E-mail
 
Written by redaksi, on 19-01-2010 12:04
Views 203

Image 

Ketgam: Puluhan buruh konstruksi bangunan dan buruh pelabuhan, kemarin (18/1), menyerbu gedung DPRD Sultra. Mereka menyuarakan upah rendah, serta sejumlah perlakuan buruk pengusaha serta praktik pungli sejumlah oknum Adpel pada beberapa kebijakan di pelabuhan rakyat Kendari. Foto LM AGUS.

 

Buruh Tuntut Kenaikan Upah

Kendari, Kepres- Puluhan buruh konstruksi bangunan dan buruh pelabuhan, kemarin (18/1), menyerbu gedung DPRD Sultra. Sebelum ke DPRD rupanya, puluhan buruh itu menggelar aksi demo di Kantor Adpel. Ini adalah unjuk rasa yang keempat kalinya menyuarakan upah rendah, serta sejumlah perlakuan buruk pengusaha. Belum lagi menghadapi apa yang mereka sebut praktik pungli sejumlah oknum Adpel pada beberapa kebjakan di pelabuhan rakyat Kendari.

 

Mengadu di DPRD Sultra, Koalisi Buruh Bersatu didampingi Serikat buruh dan tiga LSM antara lain LKPI Sultra, LSM Garuda dan LSM Impas Rakyat. Buruh konstruksi bangunan mengeluhkan upah kerja yang rendah dimana upah tukang hanya dihargai oleh para pengusaha dengan Rp 50 ribu perhari. Idealnya menurut mereka adalah Rp 75-100 ribu bagi para tukang.

 

Lain lagi keluhan buruh pelabuhan menyorot kebijakan piha Adpel di dermaga Pelencengan (buruh menyebutnya pelabuhan Wawonii,Red)  dan pelabuhan perahu (buruh menyebutnya pelabuhan Wanci,Red) yang dinilai bertentangan dengan kebijakan gubernur. Sesuai peraturan yang berlaku, pelabuhan Wawonii ditunjuk sebagai pelabuhan khusus penumpang sedang pelabuhan Wanci ditunjuk sebagai pelabuhan bongkar muat. Melalui SK Gubernur ditetapkan atas kapal dibawah GT 7 sandar di pelabuhan Wanci. Kenyataannya, kapal dibawah GT 7 bisa andar di pelabuhan Wawonii dan ironinya, baik pihak Adpel maupun UPTD pelabuhan terkesan melakukan pembiaran.

 

Tiga unjuk rasa sebelumnya, hanya membuahkan saling tuding antara Adpel, UPTD dan Dinas Perhubungan. Karena itu, kesempatan saat diterima langsung Ketua DPRD Sultra, Sutan Harahap, dalam unjuk rasa kemarin, koalisi buruh segera mendesak dewan memanggil tiga institusi tersebut. Sutan, melayani para pengunjuk rasa di depan gedung dewan bersama anggota komisi I, Hasyid Pedansa. Ketua LKPI Sultra, Andi Achrul Noer, lebih dalam membeberkan praktik pembiaran bongkar muat di pelabuhan Wawonii dilatar belakangi indikasi pungli sebesar Rp 250 ribu perkapal. "Ada indikasi kerugian negara karena pungli, sehingga uang tidak masuk ke kas daerah,"kata Achrul Noer.

 

Ketua LSM Impas Rakyat, La Ode Ashar, mengungkapkan temuannya berkaitan dengan oknum Adpel. "Ada oknum Adpel yang jadi pengusaha juga, yang karena kebijakannya hingga bisa melakukan apa saja, dan penertiban sesuka hatinya. Senada dengan itu, laporan TKBM juga mengungkapkan Adpel banyak mengizinkan pengusaha membuat pelabuhan sendiri sehingga pelabuhan komersial ditinggalkan. Ini disebutnya sebagai trik menghidari PAD.

 

Alimin SPd, Ketua Serikat Buruh, membeberkan perlakuan semena-mena terhadap buruh sehingga dibayar rendah dan ditambah upah kerja dibayarkan perbulan bukannya 10 hari paling telat sebagaimana perintah aturan. Terkait ini pihaknya meminta keseragaman upah melalui sebuah piranti Perda. "Kami minta gubernur di hearing untuk membuat Perda keseragaman upah,"tekannya. Masalah bertambah ribet menyusul beberapa pengusaha, ungkap Alimin, mendatangkan buruh dari luar Sultra dengan dalih buruh lokal tidak berkualitas. "Kenapa pemerintah tidak melakukan pelatihan agar buruh lokal mempunyai ketrampilan yang produktif,"kejarnya.

 

Mengenai standar upah yang diterapkan hari, para buruh dan LSM sepakat bahwa ini diebabkan kriteria penetapan upah oleh Dewan Pengupahan, tidak transparan dalam menetapkan upah minimum. Digodok tertutup dan tidak menyerap aspirasi buruh.

 

Menjawab semua itu, Sutan Harahap sepakat aturan buruh perlu dipertegas baik dalam kewenangan menteri maupun kewenangan Pemprov. "Ada oknum bertindak diluar kewenangannya, ini masalah, bukan main-main,"tegasnya. Sutan melanjutkan, upah buruh minimal dibayarkan dalam 10 hari, ini harus konsisten. Sementara keseragaman upah, menurut Sutan, harus dibuat dalam konteks yang lebih baku lagi. Menyoal kuaklitas buruh lokal dan impor, Sutan mengakui itu sebagai tanggung jawab Pemprov dalam hal pelatihan atau meningklatkan ketrampilannya.

 

Dari semuanya, Sutan mengamini pihaknya akan memanggil instansi teknis terkaiot agar semua konsistensi aturan dilaksanakan. "Kita akan dengar pendapat dengan mereka untuk mereka pertanggung jawabkan keluhan anda hari ini. Jika tidak cukup jawaban mereka, kita akan buat tim investigasi. Tidak usah khawatir, kita akan buat ini lebih dari hearing.

 

Pasca pertemuan dengan anggota DPRD Sultra, Koalisi Buruh Bersatu Sultra juga sempat 'bertandang' ke DPRD Kota Kendari. Mereka diterima unsur pimpinan dewan dan Ketua Komisi A DPRD Kota Kendari Muh Yahya.

 

Materi pertemuan tidak jauh berbeda soal tuntutan kesetaraan upah buruh baik buruh pelabuhan maupun buruh atau pekerja di bidang jasa konstruksi. Menurut Kabid Hubungan Industrial dan Pengawasan ketenagakerjaan Disnakertransos Kota Kendari Ir Albert, dalam perumusan nilai nominal Upah Minimum Kota (UMK) melibatkan beberapa unsur baik itu perguruan tinggi, PU, Perindag, termasuk pula asosiasi pengusaha jasa konstruksi.

 

Dari kajian materi untuk menetapkan nilau UMK dilihat berbagai aspek. Antara lain pertumbuhan ekonomi, kebutuhan kelayakan hidup, inflasi dan PDRB, pelaksanaan UMK dan UMSK Tahun 2009 dan UMP untuk propinsi terdekat. " Ini barometer untuk mengkaji besaran UMK itu," katanya saat pertemuan antara Koalisi Buruh Bersatu Sultra dengan DPRD Kota Kendari, kemarin (18/1).

 

Setelah berdebat beberapa jam, maka Dewan kota akhirnya memutuskan diadakan pertemuan lanjutan pada Hari Kamis (21/1) nanti. Pasalnya, dalam pertemuan yang sudah berlangsung beberapa pihak tidak dihadirkan seperti asosiasi jasa konstruksi. " Terus masalah upah kita akan bahas modelnya, apa dikemas dalam bentuk Perda atau Peraturan Walikota," ujar Ketua DPRD Kota Kendari Abd Rasak. IIS-MUR/HEN

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >
Logo Headline Picture
HMI Kendari Kutuk Kekerasan Polisi
Tuesday, 09 March 2010
  Ketgam : Himpunan Mahasiswa Islam Indonesia (HMI) menggelar aksi demo di depan sekretariat... Read more...
Ratusan Batang Kayu Illegal Diamankan di Abuki
Wednesday, 03 March 2010
  Ketgamb: Masyarakat dan aparat kepolisian Polsek Abuki sedang mengamankan kayu illegal.... Read more...
KAMMI Sultra Suarakan Skandal Century
Tuesday, 02 March 2010
  Ketgam ; Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sultra, Senin (1/3), menggelar... Read more...
Dua Warga Kambu Dibacok
Monday, 22 February 2010
  Ketgam: Zuhri dan Kamal, warga Jalan HEA Mokodompit Keluarahan Kambu Kecamatan Kambu Kota... Read more...
Bayi Dibuang di Teras Rumah
Tuesday, 16 February 2010
  Ketgam: Bayi malang yang dibuang diteras rumah salah seorang warga Kelurahan Tahoa, Minggu... Read more...
Statistik
We have 4 guests online
Total 3018690 Visitors
Andys Beli Domain iklan
Comment
Waspadai Penipuan Berkedok Sumbangan
Assalamauliakum Kepada semua Pengurus Pondok Pesantren di Indonesia. Kami mengingatkan kepada...
11/03/10 17:30 Lainnya
By aris

dr Baharuddin Direkomendasi ke DPP PAN
Keliru, kalau kemudian dikatakan bahwa Bahruddin adalah kader Ridwan. karna 1) kalau untuk...
11/03/10 13:59 Lainnya
By kdir sabilu

Mahasiswa STAIN Tolak Kedatangan Obama
10.Status negara Amerika adalah Muhariban Fi’lan karena secara langsung membunuh umat Islam, haram...
11/03/10 13:22 Lainnya
By SyauQi AtiiQ

arsip
maniabola
article thumbnailJFC Taklukan Walikota 2-1

Tuesday, 22 December 2009 | redaksi

Ketgam: Tampak Doha (nomor 13) salah satu striker andalan Jurnalis Football Club (JFC) yang...
Selengkapnya...

Logo Sultra
article thumbnailKades Lalowata Dipolisikan

Monday, 01 March 2010 | redaksi

Ketgamb: Aparat Desa Lalowata Kecamatan Latoma Kab Konawe saat menjalani pemeriksaan di Mapolres...
Selengkapnya...

Lainnya :
Logo Bau - Bau
article thumbnailWarga Wakatobi Bisa Buat SIM di Mapolres

Monday, 01 March 2010 | redaksi

Warga Wakatobi Bisa Buat SIM di Mapolres Wangi-Wangi, Kepres-Setelah sekian lama, masyarakat...
Selengkapnya...

Lainnya :
Logo Bau - Bau
article thumbnailPawai Taaruf STQ Kendari

Wednesday, 10 March 2010 | redaksi

Pawai Taaruf STQ Kendari * Menyambut MTQ Kendari   KENDARI, KEPRES- Untuk menyambut...
Selengkapnya...

Lainnya :
Logo Pendidikan
article thumbnailSyariah STAIN Kendari Terapkan Pelayanan Lima Menit

Wednesday, 10 March 2010 | redaksi

Ketgam: Menghindari protes mahasiswa, jurusan syariah STAIN Kendari melakukan perbaikan...
Selengkapnya...

Lainnya :
Logo Politik
article thumbnailPopularitas Atiku Ungguli Kandidat Lain

Wednesday, 03 March 2010 | redaksi

Bupati Bombana, DR Atikurahman MS saat diwawancarai sejumlah wartawan berkaitan dengan program...
Selengkapnya...

Lainnya :
Logo Olahraga
article thumbnailKejurnas Motor Prix akan Digelar di Unaaha

Monday, 01 March 2010 | redaksi

Ketgam: Kejurnas motorprix seri I akan dihelat di Unaaha, akhir pekan ini. foto: ist   ...
Selengkapnya...

Lainnya :

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS