| Written by Redaktur, on 23-01-2010 09:13 |
|
|
Kolut Dilanda Banjir, 5 Orang Tewas * Warga Mengungsi ke Gedung DPRD dan Kantor Bupati Lasusua, Kepres – Daerah Kabupaten Kolaka Utara khususnya dalam Ibu Kota Kabupaten di Kecamatan Lasusua dilanda banjir bandang, terdapat 4 Desa dan 1 Kelurahan yang terkena banjir. Yakni Desa Rantelimbong, Desa Batuganda, Desa Tojabi, Desa Pitulua dan Kelurahan Lasusua, Kamis malam (21/1) sekitar pukul 20.30 Wita.
Banjir tersebut terjadi akibat gunung longsor di Desa Rantelimbong dan luapan sungai Batuganda dan Sungai Pitulua. Akibat bencana ini sebanyak 5 warga Batuganda tewas dan 8 dinyatakan hilang dan atusan rumah warga hancur dan rusak berat. Warga yang tewas tersebut adalah satu keluarga, dalam satu rumah terdapat 9 orang dan 5 diantaranya meninggal dunia masing-masing, Supu 60 th (Bapak) , Ninning 30 th (Anak), Febi 7 th, Ahsan 7 th dan Ferdi 5 th (cucu). Sementara Isteri Supu serta 1 orang anaknya atau Ibu Ferdi hingga berita ini diturunkan belum ditemukan.. Semua jenazah korban ditemukan dibawah pohon coklat disekitar rumah mereka. Dan sebelum dimakamkan para jenazah ini sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum H.M. Djafar Harun KolakaUtara untuk diperiksa, setelah itu korban dibawah dirumah keluarga mereka di Lasusua untuk dimakamkan. Selain itu, puluhan warga luka-luka akibat tertimpa pohon juga dilarikan ke Rumah Sakit Umum H.M. Djafar Harun Kolaka Utara untuk mendapatkan pengobatan dari Dokter. Salah seorang Warga Batuganda, Lohan 38 tahun mengatakan kejadian ini sangat tiba-tiba dan tak satu pun warga mengira akan terjadi banjir, karena hujan turun tidak lebat hanya sebatas gerimis. Saat warga berada dalam rumah masing-masing, tiba-tiba air sungai meluap setinggi 5 meter dari sungai saat itu juga semua warga panik dan berteriak histerius banjir…banjir…. Seketika itu juga warga Batuganda berlarian mencari tempat yang aman untuk mengungsi. “Saya sendiri tidak memperhatikan barang-barang hanya anak dan isteri saya selamatkan dan mengungsi ditempat yang aman,”kata Lohan. Kejadian ini sangat cepat, lanjut Lohan puluhan pohon kelapa, coklat tumbang menimpa rumah warga yang berada dipinggir sungai dan menutup jalan. Sehingga banyak warga mengalami kesulitan untuk menyelamatkan diri. Walaupun rumah warga di Desa Batuganda ini rata-rata rumah tinggi/panggung. Namun semua warga panik dan memilih mengungsi ditempat ketinggian bersama keluarga mereka. Meski begitu masih banyak warga tetap bertahan dirumah, dan warga inilah yang tidak sempat menyelamatkan diri dan menjadi korban. Karena saat hendak turun dari tangga, air sungai sangat deras dan membawa mereka hanyut hingga terdampar dibawah pohon coklat. Sementara di Desa Rantelimbong, Tojabi, Pitulua dan Kelurahan Lasusua juga terkena dampak luapan sungai tersebut, untung saja ditempat ini tidak ada korban jiwa. Namun warga setempat juga panik karena rumah mereka juga tergenang setinggi paha orang dewasa. Dan tidak sedikit rumah pejabat Kolaka Utara tergenang air dan berlumpur, bahkan dihalaman Rumah Jabatan Bupati dan Wakil Bupati juga tergenang air setinggi 5 cm di jalan raya. Saat kejadian ini, ratusan warga Kecamatan Lasusua memilih mengungsi di Kantor Bupati Kolaka Utara, Kantor DPRD Kolaka Utara yang berada ditempat ketinggian dan di Pegunungan Lasitarda Desa Ponggiha. Pantauan Jurnalis koran ini, sekitar pukul 22.00 Wita puluhan kendaraan roda 2 dan roda 4 membawa penumpang ketempat tersebut. Warga ini beristrihat dalam Kantor Bupati dan Kantor DPRD, pagi harinya, Juma’t (22/1) sebagian warga baru pulang kerumah masing-masing. Dan sekitar pukul 23.30 Wita air mulai surut, namun meninggalkan bekas karena ratusan rumah warga terendam lumpur dan dijalan raya pun terdampar kotoran berupa kayu dan sampah yang dibawa air saat banjir. Akibat bencana tersebut Pemerintah Kabupaten khususnya Dinas PU menurukan bantuan alat berat untuk membersihkan lokasi Banjir. Bupati Kolaka Utara, Rusda Mahmud, Wakil Bupati, Hj. St. Suhariah serta sejumlah pejabat lingkup Pemda Kolaka Utara dan anggota DPRD Kolaka Utara langsung turun ke lokasi banjir. WA2/DUL
Users' Comments (1)
|
|
|