| Written by Redaktur, on 27-01-2010 08:41 |
|
|
Bentrok, Mahasiswa UMK Demo Rektor Kendari-Kepres- Untuk kesekian kalinya Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kampus (Amperkam) UMK kembali menggelar aksi unjuk rasa di kampus Muhamaddyah Kendari, dan kali ini berakhir bentrok pada Selasa, (26/01) kemarin. Bentrokan terjadi antara para demonstran dengan pihak UMK di Gedung Rektorat saat mereka bergerak ke ruangan Rektor akan tetapi
di halaman gedung berlantai empat tersebut salah seorang staf pegawai UMK hendak merampas pengeras suara para pendemo (toa). Tak pelak lagi aksi tarik menarik dan saling dorong antara keduannya pun terjadi, sehingga staf pegawai bersama para dosen UMK pun akhirnya berhasil menghalau para mahasiswa ini dengan merampas dan mengamankan spanduk yang bertuliskan tuntutan mereka. Kemudian, puluhan mahasiswa yang dikoordinir oleh Gafur Ikral ini dengan diselimuti kekecewaan membubarkan diri dan sebelumnya mengancam akan kembali melakukan aksi dengan menduduki rektorat. Sebelum insiden tersebut, aksi serupa sebagai tandingan demo ini juga diperlihatkan oleh aparat dosen pengajar UMK dengan adanya seorang dosen yang diketahui bernama Alamsyah M.Hum pengajar mata kuliah Bahasa Indonesia melakukan orasi serupa guna mencekal gerakan mahasiswa tersebut. Pada aksi Amperkam ini, tetap konsisten dengan tuntutan mereka sebelumnya yakni pencopotan rektor UMK Prof. Dr. H. Abdullah Alhadza, MA. dan mendesak DPW Muhamadiah Sultra untuk menurunkan standar pendidikan pada pendaftaran Rektor UMK karena mereka tidak menerima jika Alhadza kembali menjabat untuk ketiga kalinya. sebab bertentangan dengn Kaidah Perguruan Kelas Tinggi Muhamadiah sebagaimana tercantum dalam pasal 24 ayat 5 bahwa setiap pimpinan amal usaha Muhamadiah hanya maksimal 2 periode. "Meskipun bukan profesor yang penting bertanggung jawab dan menjunjung tinggi nilai demokrasi akan kami dukung sebagai Rektor UMK" tegas Gafur saat menemui jurnalis harian ini kemarin. Selain itu yang menyulut kekesalan mereka adalah Rektor UMK sangat menutup ruang dialog atas semua tuntutan mahasiswanya sampai melakukan intimidasi dengan menghadirkan aparat kepolisian didalam kampus. "Kami sudah berulang kali melakukan aksi namun rektor tak pernah mau menemui kami bahkan menghadirkan aparat masuk kampus untuk mengintimidasi gerakan ini " Keluh Korlap aksi ini . P3/B/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|