| Written by Redaktur, on 27-01-2010 08:48 |
|
|
Anggota TNI Ditemukan Tewas di Sungai Lahambuti Unaaha, Kepres – Malang nian nasib Serka Ishak, Anggota TNI- AD yang bertugas di Koramil Wawotobi. Selasa (26/1) sekitar pukul 10.00 WITA, mayat sersan dengan tiga bengko di pundak ini ditemukan telah mengapung dalam kondisi badan telah membengkak di Sungai Lahambuti Desa Hongoa Kecamatan Pondidaha Kab Konawe.
Mayat pria berumur 42 tahun tersebut ditemukan oleh warga Desa setelah dilakukan proses pencarian selama dua lamanya hari sejak Senin (25/1). Ayah tiga orang anak ini menghilang sejak Minggu pagi (24/1). Saat meninggalkan rumah, korban meninggalkan pesan kepada istrinya agar menjaga ketiga anaknya. Menurut sepupu korban, Suri saat itu korban mengatakan bahwa hidupnya akan berakhir hari itu juga. “Saat itu dia minta istrinya untuk menjaga anak-anaknya lalu dia pergi,”unggkap Suri. Arah dan tujuan korban tak diketahui secara pasti. Sehari-harinya, korban tinggal di kebunnya sekitar empat kilometer dari rumahnya di Desa Hongoa. Disitulan pejuang Timor-Timor ini menghabiskan sisa hidupnya selama enam tahun. Curiga korban tak kunjung pulang ke rumahnya dan saat dilakukan pengecekkan di kebun pun korban tak ditemukan maka warga melakukan pencarian di hutan sekitar kebun milik. Tim pencari sempat tersesat, Senin (25/1). Pencarian kemudian dilanjutkan, Selasa (26/1). Dan sekitar pukul 10.00 WITA mayat korban ditemukan mengapung tersangkut pada tumbuhan liana yang merambat di tengah sungai. Informasi yang berhasil dihimpun jurnalis koran ini dari berbagai sumber di Tempat Kejadian Perkara (TKP), korban merupakan anggota TNI yang pernah ditugaskan berperang di Timor -Tomor. Saat itu korban bertugas sebagai anggota TNI-AD di Kesatuan Linud 700-Makassar. Saat korban kembali ke tanah air dan pindah wilayah tugas di Pondidaha, korban telah menunjukkan perubahan sikap dan kondisi psikologis yang sudah tak lazim lagi. Korban diduga mengalami kelainan jiwa. Berhembus pula kabar bahwa korban pernah di rawat di Rumah sakit Jiwa. Masih keterangan dari pihak keluarga, korban telah enam tahun tak aktif berkantor dan hanya menghabiskan waktunya berkebun merica dan tanaman palawija di kebunnya. Bahkan korban tekah dua kali menjalani prosesi kenaikan pangkat di kebunnya. Perlu perjuangan keras dari rekan-rekan di kesatuannya untuk menyematkan tanda kenaikan pangkat kepada korban, karena korban mengelak untuk disematkan tanda pangkatnya. Informasi dari keluarga korban, Jumat (23/1), korban sempat memenuhi panggilan dari Kodim Kendari. Kapolsek Pondidaha, Iptu Hardam Sila yang dikonfirmasi jurnalis koran ini di TKP mengungkapkan, pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian korban. Korban ditengarai tercebur ke dalam sungai dengan kedalaman sekitar empat meter dengan arus yang cukup deras. elanjutnya kata Hardam, mayat korban di bawa ke RSUD untuk dilkukan visum.CR1/A/LEX
Users' Comments (0)
|
|
|