| Written by Redaktur, on 02-02-2010 13:46 |
|
|
Ketgam : Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Sultra L MBariun SH MH. Sultra Posisi ke 7 Pengguna Narkoba Kendari, Kepres - Bahaya laten Narkotika dan obat terlarang (narkoba) saat ini sedang menjamur dan menyerang generasi penerus bangsa Indonesia. Tidak tanggung-tanggung, untuk Sulawesi Tenggara menempati posisi ke tujuh (7) pengguna narkoba dari sepuluh (10) kota besar di Indonesia. Hal ini diungkapkan Ketua Gerakan Nasional Anti Narkoba (Granat) Sultra L MBariun SH MH, kepada Jurnalis Kendari Ekspres di Kendari, Senin (01/02/10) kemarin. Menurutnya, saat ini bahaya laten narkoba merupakan ancaman yang sangat serius, karena telah tersebar kemana-mana, mulai di tingkat pelajar hingga di tengah-tengah kalangan masyarakat. "Tidak satupun daerah di wilayah Indonesia yang bebas dari bahaya penyalagunaan narkoba, setidaknya sebanyak 4 juta orang pecandu narkoba dan 40 orang setiap harinya meninggal dunia secara sia-sia akibat mengkosumsi narkoba," kata Bariun. Dikatakanya, kejahatan narkoba merupakan kejahatan yg bersifat internasional, terorganisir, konsepsional dan sistematis, serta dilakukan oleh oknum-oknum provesional pula. Sehingga bahaya narkoba dapat dengan mudahnya menghancurkan bangsa Indonesia, dengan cara yang sistematis, yaitu melakukan pembusukan dan menghancurkan generasi muda. Olehnya itu, kata dia, hal ini perlu ditangani secara konsepsional dan sistematis pula. Bahkan perlu melibatkan seluruh elemen masyarakat. Namun, dia juga menyayangkan sikap pemerintah daerah yang kurang menaruh perhatian terhadap organisasi yang kosen memerangi narkoba. "Hal ini ironi, padahal pemberantasan narkoba merupakan program prioritas pemerintah pusat, bahkan masuk program 100 hari SBY-Budiono. Baru saja ibu negara HJ. Ani Yudhoyono mencanakan bahaya narkoba, malah Pemda kita tidak menaruh perhatian kepada organisasi yang konsent memerangi narkoba," kesalnya. Bariun mengatakan, perjuangan Granat dalam memerangi narkoba tidak akan pernah surut dan saya akan barisan terdepa memerangi narkoba."Saya selaku ketua Granat mengajak kepada seluruh jajaran pengurus Granat Provinsi sampai kabupaten kota dan anak ranting harus terus menerus melakukan kampanye untuk membangun kepedulian masyarakat dalam memerangi narkoba kendatipun kita tidak mendapatkan bantuan APBD dari semua tingkatan," harapnya. Sikatakannya, Granat dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) sudah komitmen kepada pengurus granat masing-masing daerah untuk memerangi peredaran dan kosumsi narkoba. "Kami akan melanjutkan kepada BNN jika ada temuan di lapangan terkait penyalahgunaan dan konsumsi narkoba, dengan cara SMS agar kerahasiaan identitas pelapor akan terjaga dan kami menjaminnya," terangnya. Sebagai uapaya nyata lainnya, DPD Granat Sultra bekerjasama dengan BNN untuk melakukan penyuluhan di Sultra sebagai wujud kepedulian. "Hal ini dapat terselenggara kalau Pemprov memberi suport. dan kami berharap Pemprov meresponi kegiatan regional ini," harapnya. Dilanjutkannya, kepada Polda Sultra, Pemda, stekholder, pemuka agama, tokoh masyarakat, elit politisi agar bersinergik dengan kami dalam upaya memerangi peredaran gelap dan pengkonsumsi narkoba.P2/B/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|