KENDARI, KEPRES- Ikatan Mahasiswa Hukum (IKMAHUM) Buton Utara (Butur), Selasa (3/2) kemarin mendesak Kajati Sultra untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan terkait pelaksanaan pengadaan barang dan jasa di Dinas Kesehatan Kabupaten Buton Utara.
"Pelaksanaan pengadaan mobil farmasi dan mobil ambulan pada dinas kesehan Butur, yang dilakukan oleh pihak kontraktor (CV Meridian), Kepala Dinas Kesehatan Butur, PPTK dan panitia pelaksanaan pengadaan barang dan jasa, melanggar Kepres 80 tahun 2003 sebagaipedoman pengadaan barang dan jasa. Dan tidak menutup kemungkinan pengadaan tersebut ada indikasi kolusi, korupsi dan nepotisme, yang dilakoni oleh beberapa pejabat yang mempunyai kapasitas dalam pengadaan barang dan jasa tersebut," kata Koordinator lapangan Sartono.
"Oleh karena itu, kami meminta kepada Kejati Sultra selain melakukan penyelidikan dan penyidikan, juga melakukan pemanggilan terhadap Kepala Dinas Kesehatan Butur, serta seluruh pihak yang terkait dalam pengadaan mobil farmasi dan mobil ambulance. Dengan harapan, pelaksanaan pengadaan barang dan jasa tersebut, dapat dipertanggung jawabkan,baik secara administrasi maupun secara hukum," lanjutnya.
Sartonopun menuturkan bahwa aksi tersebut merupakan tindak lanjut dari aksi sebelumnya, yang dilakukan oleh IKMAHUM Butur. Namun belum ada titik jelas terkait langkah yang dilakukan oleh Kejati Sultra terkait penanganan kasus tersebut. "Yang tercantum dalam DIPA anggaran tahun 2009, bahwa Dinkes Butur terdapat aitem pengadaan mobil Ambulance sebanyak 4 unit Rp 1.115.000.000 (sebelum perubahan) setelah perubahan Rp 1.335.000.000 dan 1 unit mobil farmasi dengan besar anggaran Rp 350.000.000," papar Korlap aksi ini.
"Setelah dilakukan proses pelelangan tender, yang dimenangkan oleh CV Median, sehingga dipercayakan secara teknis untuk melaksanakan pengadaan tersebut, kemudian dalam kontrak pengadaan terdapat tempo waktu kerja, yang jatuh pada 22 Desember 2009, namun hingga hari ini belum ada mobil yang terdapat dalam DIPA Dinkes Butur," tambahnya.P1/B/HEN
Baubau Dihuni 127.743 JiwaThursday, 02 September 2010 | Jumwal Saleh Baubau Dihuni 127.743 Jiwa Baubau, Kepres - Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota... Selengkapnya...
2006
Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian
isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres