Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k arrow Tajuk arrow Pejabat Tak Peduli Rakyat Friday, 30 July 2010
Polling
Alasan 66% vote (25-Nop-09) memilih, agar Indonesia menerapkan Syariah Islam, karena ?
 
Login ke e-mail
Username
Password
Update Terakhir
Iklan AS
Pejabat Tak Peduli Rakyat PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 03-02-2010 11:43
Views 387

Pejabat Tak Peduli Rakyat

LAMA-kelamaan negara ini semakin kacau. Para pejabat tinggi negara tidak mau memperhatikan rakyat kecil. Apa gunanya mereka kalau tidak mau menyejahterakan rakyat?

 

Yang ironis, mereka gemar sekali merancang kenaikan gaji mereka sendiri. Yang terbaru adalah rencana kenaikan gaji untuk anggota DPR. Padahal, mereka sudah mendapatkan fasilitas mobil mewah, uang tunjangan, komputer bernilai jutaan rupiah, listrik gratis, gaji yang sangat tinggi, dan lain-lain.

 

Untuk ukuran rakyat kebanyakan di negeri ini, mereka sudah terlalu enak. Masih banyak sekali orang miskin yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

 

Alangkah lebih bijaksananya kalau seandainya anggaran untuk kenaikkan gaji para pejabat itu diporsikan untuk mengentaskan kemiskinan dan memberdayakan rakyat kecil. Kenapa juga tidak timbul pemikiran agar sebahagian anggran itu digunakan untuk memperbaiki atau meningkatkan fasilitas pendidikan agar bangsa Indonesia ini tidak lagi mudah tertipu oleh bangsa lain di masa mendatang.

 

Apakah para pejabat terlalu merasa nyaman? Mungkin kalimat inilah yang tepat untuk melukiskan keadaan pejabat negara sekarang sehingga mereka sepertinya kehilangan akal sehat. Sebab hanya pejabat yang kehilangan akal sehatlah yang tidak malu-malu membicarakan kenaikan gaji serta berbagai tunjangan dan fasilitas, yang mana, itu sangat kontras dengan kondisi rakyat saat ini. Rakyat susah, menderita, melarat, terimpit, dan lain-lain.

 

Para pejabat negara seakan tidak pusing dengan melambungnya harga sembako. Mereka pun tak puyeng dengan rencana kenaikan tariff dasar listrik (TDL). Kesehatan mereka juga terjamin. Jika sakit, mereka langsung ditangani oleh dokter-dokter profesional.

 

Kondisi itu sangat berbeda dengan jutaan rakyat miskin di negeri ini. Mereka berjuang mati-matian untuk mendapatkan kehidupan yang layak. Mereka harus mengurus administrasi yang begitu sulit untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Lantas, masih pantaskah kenaikan gaji pejabat di tengah sulitnya kehidupan rakyat?***


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS