| Written by Redaktur, on 04-02-2010 12:57 |
|
|
Anggaran Pencegahan DBD Tidak Ada Raha, Kepres- Di tengah merebaknya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue), Muna ternyata tak memiliki anggaran guna mengantisipasi hadirnya penyakit mematikan itu. Dinas Kesehatan sebagai leading sektor pun tak bisa berbuat banyak untuk melakukan pencegahan DBD. Diakui Kepala Seksi Pengamatan Penyakit Dinkes Muna, Laode Muhamad Sety, pihaknya telah beberapa kali mengajukan proposal untuk penganggaran pencegahan penyakit menular, termasuk diantaranya penyakit DBD, namun hingga kini belum juga mendapat respon dari pemerintah daerah. “ Dinkes tidak mempunyai biaya untuk melakukan tindakan pencegahan penyakit menular. Khusus untuk kasus demam berdarah, terus terang biaya untuk melakukan fogging atau pengadaan obat obatan seperti Abate beberapa tahun terakhir tidak ada alokasinya, “ ungkap Sety, kemarin (3/2). Pihak pemerintah daerah lanjut dia pernah memberikan respon. Namun mereka meminta informasi akurat mengenai wilayah-wilayah yang menjadi suspect DBD. Tapi itu kata dia, sukar untuk dilakukan mengingat penyebaran nyamuk tidak hanya pada satu tempat. Sekitar empat tahun lalu kata Sety pernah ada dana yang dialokasikan untuk pencegahan, namun dua tahun terakhir ini kembali dihentikan. Kalaupun ada fogging selama ini, itu atas swadaya masyarakat sendiri. Serta obat-obatan yang dipakai merupakan sisa dari tahun-tahun sebelumnya. Mengenai ditemukannya beberapa kasus suspect DBD saat ini di kabupaten Muna, menurut Sety hal itu masih harus pembuktian secara akurat. Sebab kata dia, kepastian endemik DBD harus dilakukan melalui diagnosa dan epidemologi. Meski demikian tambah dia, Dinkes masioh tetap melakukan koordinasi dengan seluruh unit puskesmas untuk segera melakukan tindakan pencegahan. Termasuk melibatkan masyarakata setempat. M1/B/DUL
Users' Comments (1)
|
|
|