Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k arrow R u b r i k arrow Bau-Bau Ekspres arrow Anggaran Pencegahan DBD Tidak Ada Friday, 30 July 2010
Polling
Alasan 66% vote (25-Nop-09) memilih, agar Indonesia menerapkan Syariah Islam, karena ?
 
Login ke e-mail
Username
Password
Berita Terbaik
Update Terakhir
Iklan AS
Anggaran Pencegahan DBD Tidak Ada PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 04-02-2010 12:57
Views 318

Anggaran Pencegahan DBD Tidak Ada

Raha, Kepres- Di tengah merebaknya kasus DBD (Demam Berdarah Dengue), Muna ternyata tak memiliki anggaran guna mengantisipasi hadirnya penyakit mematikan itu. Dinas Kesehatan sebagai leading sektor pun tak bisa berbuat banyak untuk melakukan pencegahan DBD. 

 

 

 

Diakui Kepala Seksi Pengamatan Penyakit Dinkes Muna, Laode Muhamad Sety, pihaknya telah beberapa kali mengajukan proposal untuk penganggaran pencegahan penyakit menular, termasuk diantaranya penyakit DBD, namun hingga kini belum juga mendapat respon dari pemerintah daerah. 

 

 

“ Dinkes tidak mempunyai biaya untuk melakukan tindakan pencegahan penyakit menular. Khusus untuk kasus demam berdarah, terus terang biaya untuk melakukan fogging atau pengadaan obat obatan seperti Abate beberapa tahun terakhir tidak ada alokasinya, “ ungkap Sety, kemarin (3/2).

 

Pihak pemerintah daerah lanjut dia pernah memberikan respon. Namun mereka meminta informasi akurat mengenai wilayah-wilayah yang menjadi suspect DBD. Tapi itu kata dia, sukar untuk dilakukan mengingat penyebaran nyamuk tidak hanya pada satu tempat.

 

Sekitar empat tahun lalu kata Sety pernah ada dana yang dialokasikan untuk pencegahan, namun dua tahun terakhir ini kembali dihentikan. Kalaupun ada fogging selama ini, itu atas swadaya masyarakat sendiri. Serta obat-obatan yang dipakai merupakan sisa dari tahun-tahun sebelumnya.

 

Mengenai ditemukannya beberapa kasus suspect DBD saat ini di kabupaten Muna, menurut Sety hal itu masih harus pembuktian secara akurat. Sebab kata dia, kepastian endemik DBD harus dilakukan melalui diagnosa dan epidemologi.  

 

Meski demikian tambah dia, Dinkes masioh tetap melakukan koordinasi dengan seluruh unit puskesmas untuk segera melakukan tindakan pencegahan. Termasuk melibatkan masyarakata setempat. M1/B/DUL


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (1) RSS feed comment
Posted by Sarbin Laode, on 05-02-2010 09:31, IP 125.166.120.145, Guest
PAD kecil kune .....dananya habis di pake SPJ bupati PP ke..jakarta kune.....
 

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS