| Written by redaksi, on 05-02-2010 13:55 |
|
|
Ketgam: Azhari, Rektor USN Kolaka menerima anugerah doctor pada siding promosi doctor kamis kemarin (4/2) di Universitas Gajahmada Yokyakarta. FOTO: SABARUDDIN Rektor USN Raih Doktor Sangat Memuaskan REKTOR Universitas 19 Nopember (USN) Kolaka, Azhari berhasil meraih doktor dengan nilai sangat memuaskan pada sidang promosi doktor di Universitas Gajahmada Yogyakarta, kamis kemarin (4/2). Laporan : Sabaruddin T Pauluh, Yogyakarta Ruang seminar lantai IV Gedung Pasca Sarjana Universitas Gajahmada (UGM) Yogyakarta, kamis kemarin (4/2) diramaikan warga Sulawesi Tenggara dan Kolaka khususnya. Mereka hadir untuk menjadi saksi bersejarah dalam penganugerahan gelar doktor saudara Azhari, Rektor USN Kolaka. Tampak hadir Bupati Kolaka, H Buhari Matta, mantan Dandim 1412 Kolaka, Kolonel (Inf) Bayu Nadjib, mantan Kasi Pidum Kejari Kolaka, Fery Taslim. Juga tampak hadir pengurus yayasan Universtas 19 Nopember Kolaka, H Hamsuddin Sanusi, H Muhammad Dong, para Pembantu Rektor dan Dekan serta dosen dan mahasiswa USN Kolaka. Selain diramaikan keluarga besar USN, ujian seminar doktor Azhari, kamis kemarin juga dihadiri Kordinator Kopertis Wilayah IX Prof H Basri Wello dan mantan Ketua STPDN Prof Marwoto Suwito. Dihadapan sidang seminar terbuka yang cukup kondusif, Azhari berhasil mempertahankan disertasi dihadapan tim penguji dan penilai yang terdiri dari Prof Dr Abdul Halim (pimpinan siding), Prof Dr Miftah Thoha MPA (promoter), Prof Dr Warsito Utomo, Dr Agus Heruanto Hadna, Dr Ambar Widaningrum, Prof Y warella, PHd, Dr Nanang Pamudji, Dr Yuni Woro Astuti M.Com. Dengan penuh kecerdasan dan semangat, dengan mudah Azhari mampu menjawab serentetan pertanyaan kritis dari ketujuh penguji dan penilai yang membedah disertasinya yang berjudul hubungan pejabat birokrasi dan pejabat politik , sebuah studi kasus terhadap intervensi pejabat politik dalam rekruitmen, penilaian, dan promosi jabatan birokrasi di Provinsi Sulawesi Tenggara. Penelitian dari disertasi Azhari menjadikan Sabah (Negara bagian Malaysia,red) sebagai contoh dengan tujuan untuk mempelajari mengapa di Sabah khususunya dan Malaysia pada umumnya birokrasi public sulit diintervensi oleh pejabat politik. Azhari berkesimpulan, reformasi birokrasi akan sangat sulit terwujud apabila system pemerintahan kita masih diintervensi oleh kekuasaan politik. Menurutnya, reformasi birokrasi Indonesia harus segera dilaksanakan melalui penyusunan kerangka hokum manajemen birokrasi dengan mengadakan perubahan terhadap undang-undang kepegawaian saat ini, dan apabila memungkinkan akan lebih baik lagi apabila dalam usulan amandemen konstitusi dapat dimasukkan satu pasal yang mengatur manajemen birokrasi. Selain itu, birokrasi harus dikelolah secara professional dengan menempatkan sebuah lembaga independen yang anggotanya dipilih dari kalangan professional dan tidak terikat dengan suatu partai politik. “Kelembagaan yang mengelolah birokrasi seperti Meneg PAN, BKN, LAN serta BKD perlu disesuaikan kedalam lembaga komisi kepegawaian yang dibentuk,” katanya. Usai mengukuhkan dan menyerahkan hasil yudisium doctor Azhari, promotor Prof Miftah Thoha, menyampaikan pesan kepada Azhari agar tidak pernah berhenti melakukan penelitian dibidang keilmuan untuk kepentingan bangsa dan Negara. “Saya harap penelitian keilmuan tidak berhenti setelah anda mencapai gelar doctor,” katanya. Prof Miftah juga memuji Azhari sebagai pribadi yang ulet, tangguh dan tekun dalam mengejar ilmu pengetahuan. ***
Users' Comments (1)
|
|
|