| Written by redaksi, on 08-02-2010 11:09 |
|
|
Pria Tua di Lorong Senja * Karya ke-4 Sahrial Ashaf MENGGUBAH cerpen adalah salah satu hobbi dari salah seorang wartawan senior Harian Kendari Ekspres, Drs Muhammad Sahrial Ashaf. Di samping kesibukannya melakukan tugas-tugas jurnalistik sehari-sehari, dia juga memanfatkan sela-sela kesibukannya mengarang kumpulan cerpen. Tak pelak, gubahannya telah menorehkan empat buku kumpulan cerpen. Keempat buku kumpulan cerpen yang rampung dibuatnya diantaranya, Khotbah di Bibir Jalan (2006), Sepatu Menginjak Bibir dan Telinga (2007), Sebilah Badik di Sayap Jibril (2008), dan yang terakhir adalah Pria Tua di Lorong Senja (2009/2010).Pada tahun 1989 Muhammad Sahrial Ashaf juga sempat mengikuti Festival Film Indonesia (FFI) untuk genre kritik film. Menurut Sahrial Ashaf, komitmen pesan moral dalam cerpen-cerpen di buku ini cukup kuat dikedepankan. Di dalam buku ini tema diolah dengan sangat lihai, termasuk tentang korupsi atau hal apapun yang sedang aktual dengan bahasa yang memikat, lugas dan gamblang. Buku kumpulan cerpen yang sudah terbit adalah komitmen keberpihakan sastra Indonesia pada persoalan sosial adalah merupakan kemuliaan. Cerpen-cerpen yang baik adalah merupakan kemuliaan. Cerpen-cerpen yang baik adalah cerpen-cerpen yang juga mau menggali persoalan sosial masyarakat secara mendalam, tentu saja dengan sudut pandang yang menarik. Cerpen-cerpen di dalam buku ini adalah merupakan suguhan kemitraan sastra Indonesia pada problem terdekat kita sehari-hari terutama soal hancurnya moralitas masyarakat karena menjamurnya fenomena korupsi. "Diolah dengan bahasa yang mudah diterima kaum awam, maka cerpen-cerpen di dalam buku ini juga ingin mengawal manusia agar bersedia dengan nurani dan selalu ingat kepada Tuhan. Sebab hanya dengan jalan itulah maka posisi kemanusiaan kita akan berada dalam martabat yang terhormat," kata pria yang lahir di Bau-Bau, tgl 19 April 1966 Dijelaskan, cerpen-cerpen di dalam buku ini memang ingin mengembalikan harkat dan martabat kita yang boleh jadi telah tercerai-berai karena hanya mempertimbangkan kepentingan dunia semata tanpa peduli sedikit pun dengan kepentingan hidup yang abadi di akhir kelak. Selain aktif menulis cerpen, mantan ketua umum Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Veteran Indonesia (UVRI) Makassar ini, juga rajin menulis puisi, artikel politk, esai kebudayaan, serta kritik film di sejumlah surat kabar yang terbit di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Medan, Surabaya, dan Jakarta. DUL/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|