Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k arrow Feature arrow Pria Tua di Lorong Senja Friday, 03 September 2010
Pria Tua di Lorong Senja PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 08-02-2010 11:09
Views 472

Pria Tua di  Lorong Senja

* Karya ke-4 Sahrial Ashaf

MENGGUBAH cerpen adalah salah satu hobbi dari salah seorang wartawan senior Harian Kendari Ekspres, Drs Muhammad Sahrial Ashaf. Di samping kesibukannya melakukan tugas-tugas jurnalistik sehari-sehari, dia juga memanfatkan sela-sela kesibukannya mengarang kumpulan cerpen. Tak pelak, gubahannya telah menorehkan empat buku kumpulan cerpen.

Keempat buku kumpulan cerpen yang rampung dibuatnya diantaranya, Khotbah di Bibir Jalan (2006), Sepatu Menginjak Bibir dan Telinga (2007), Sebilah Badik di Sayap Jibril (2008), dan yang terakhir adalah Pria Tua di  Lorong Senja (2009/2010).Pada tahun 1989 Muhammad Sahrial Ashaf juga sempat mengikuti Festival Film Indonesia (FFI) untuk genre kritik film.

 Menurut Sahrial Ashaf, komitmen pesan moral dalam cerpen-cerpen di buku ini cukup kuat dikedepankan. Di dalam buku ini  tema diolah dengan sangat lihai,  termasuk tentang korupsi atau hal apapun yang sedang aktual dengan bahasa yang memikat, lugas dan gamblang.

Buku kumpulan cerpen yang sudah terbit adalah komitmen keberpihakan sastra Indonesia pada persoalan sosial adalah merupakan kemuliaan. Cerpen-cerpen yang baik adalah merupakan kemuliaan. Cerpen-cerpen yang baik adalah cerpen-cerpen yang juga mau menggali persoalan sosial masyarakat secara mendalam, tentu saja dengan sudut pandang yang menarik.

Cerpen-cerpen di dalam buku ini adalah  merupakan suguhan kemitraan sastra Indonesia pada problem terdekat kita sehari-hari terutama soal hancurnya moralitas masyarakat karena menjamurnya fenomena korupsi.

"Diolah dengan bahasa yang mudah diterima kaum awam, maka cerpen-cerpen di dalam buku ini juga ingin  mengawal manusia agar  bersedia dengan nurani dan selalu ingat kepada Tuhan. Sebab hanya dengan jalan itulah maka posisi kemanusiaan kita akan berada dalam martabat yang terhormat," kata pria yang  lahir di Bau-Bau, tgl 19 April 1966

Dijelaskan, cerpen-cerpen di dalam buku ini memang ingin mengembalikan harkat dan martabat kita  yang boleh jadi telah tercerai-berai karena hanya mempertimbangkan kepentingan dunia semata tanpa peduli sedikit pun dengan kepentingan hidup yang abadi di akhir kelak.

Selain aktif menulis cerpen, mantan ketua umum Badan Perwakilan Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Veteran Indonesia (UVRI) Makassar ini, juga rajin menulis puisi, artikel politk, esai kebudayaan, serta kritik film di sejumlah surat kabar yang terbit di Sulawesi Tenggara, Sulawesi Selatan, Medan, Surabaya, dan Jakarta. DUL/HEN


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS