| Written by Redaktur, on 09-02-2010 12:49 |
|
|
KETGAM: Mahasiswa UMK menggelar unjukrasa dengan menutup simpang Jln MT Haryono dan Jln Jati Raya, Senin kemarin (8/2). Mereka membakar ban bekas dan membentangkan spanduk bertuliskan tuntutan pencopotan Alhadza sebagai Rektor UMK, mereka juga mendesak pencabutan sanksi DO dan skorsing terhadap 10 aktivis mahasiswa UMK. Foto: Uba Kecam Rektor, Mahasiswa UMK Tutup Jalan KENDARI,KEPRES, Aksi protes puluhan mahasiswa Universitas Muhamadiyah (UMK)terhadap kebijakan Rektornya kian panas, setelah melakukan aksi di DPRD Sultra waktu lalu, kini mereka kembali menggelar unjuk rasa, di simpang Jln Jati Raya dan Jln MT Haryono, Senin, (08/02) kemarin. Aksi mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Pemerhati Kampus (Amperkam) ini dipicu oleh terbitnya kembali surat keputusan sanksi akademik pada aktivis mahasiswa UMK yang diketahui bernama Herman dari Program Studi Bahasa Inggris UMK. Adanya SK ini menggenapkan jumlah mahasiswa yang disanksi menjadi 10 orang. Selain itu mereka juga kecewa dengan hasil hearing DPRD Sultra atas masalah UMK, yang menurut mereka tidak memberikan solusi yang berarti. "Sanksi akademik yang diberikan Rektor UMK adalah fenomena kekerasan pada dunia pendidikan," Tegas Gafur Ikram dalam orasinya saat mengomandoi aksi ini, kemarin. Dalam orasinya Gafur mengatakan bahwa pendidikan merupakan hak dasar bagi tiap warga negara untuk itu DPRD Sultra sebagai pemegang mandat masyarakat Sultra seharusnya mengawasi dan memberikan solusi terhadap penyelenggaraan pendidikan di Sultra. "DPRD Sultra seharusnya proaktif dan berempati terhadap fenomena kekerasan pendidikan yang terjadi di UMK" kata Gafur dalam orasinya. Spanduk bertuliskan tuntutan tehadap pencopotan Alhadza sebagai Rektor dan mereka mendesak pencabutan saksi drop out (DO) dan skorsing pada sepuluh aktifis mahasiswa UMK. Spanduk tersebut dibentangkan dalam kepulan asap pembakaran ban di tengah jalan sambil mereka menutup hampir seluruh badan jalan di simpang tiga lorong jati. Aksi di Depan Jalan Jati ini, sempat mengusik perhatian seluruh pengendara yang lalu lalang diporos MT Haryono dengan sedikit menimbulkan kemacetan yang bisa teratasi. kemudian sebelum membubarkan diri para mahasiswa ini berjanji akan melakukan aksi besar-besaran sebagai lanjutan gerakan ini dengan menduduki kantor DPRD Sultra pada Rabu, (10/02) mendatang. P3/B/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|