| Written by Redaktur, on 12-02-2010 14:09 |
|
|
"Ibarat Tentara, Palang Merah Harus Siaga" * Kunjungan Ketum PMI Jusuf Kalla ke Kendari Kendari, Kepres - Keberadaan Palang Merah Indonesia (PMI) dari sisi tugas hampir mirip tentara. Kapan dan di mana saja palang merah harus selalu siaga, utamanya kesiapan dalam kegiatan kemanusiaan membantu korban bencana alam.
Kalau tidak ada bencana palang merah nyaris terlupakan. Tetapi begitu muncul bencana, pemikiran sebagian orang langsung ke palang merah. " Itu berarti butuh kesiap-siagaan. Seperti tentara kalau tidak ada apa-apa, maka di asrama saja latihan terus menerus. Begitu juga palang merah latihan tetapi kalau ada bencana harus siap," tutur Ketua Umum PP PMI, H Jusuf Kalla saat menghadiri silaturahmi bertempat di Aula Merah Putih Rujab Gubernur Sultra, Kamis (12/2) kemarin. Mantan Wakil Presiden RI ini mengatakan, tugas rutin atau salah satu tanggungjawab terkait dengan palang merah adalah donor darah. Sesuai peraturan dan undang-undang menuntut palang merah untuk menjamin ketersediaan transfusi atau donor darah. " Tugas itu adalah pekerjaan 24 jam untuk tujuh kali seminggu. Jadi ada macam pekerjaan pokok palang merah pertama jaminan transfusi darah dan kesiap siagaan menghadapi bencana," ungkapnya. Dua tugas itu pada prinsipnya punya keterkaitan. Pasalnya, ketika ada bencana biasanya juga membutuhkan ketersediaan stok darah. Tugas itu di luar dari masalah lain semisal kasus bencana seperti ancaman kelaparan dan kekacauan akibat konflik. Masalah penanganan bencana itu sendiri banyak pihak ikut terlibat apakah itu Departemen Sosial, TNI dan lembaga lainnya. " Kalau zaman pemilu biasanya parpol sudah pasang bendera. Lalu biasanya bendara sudah dipasang orangnya malah belum tiba di lokasi," katanya disambut tawa kalangan yang hadir. Dalam kesempatan itu pula, Dewan Pembina DPP Partai Golkar itu menyatakan berduka cita atas bencana yang menimpa masyarakat Kolaka Utara. Sebelumnya, Ketua PMI Sultra Hj Rusiawati Yusran Silondae melaporkan bahwa PMI Sultra terbentuk mulai tahun 1965. Saat ini kantor PMI Sultra adalah gedung eks klinik kantor Gubernur Sultra. Tahun 1969 gedung tersebut diserahkan secara resmi pada PMI sekaligus pembangunan kantor di era Gubernur Sultra Edy Sabara. Adapun unit kerja PMI Sultra terdiri dari tiga yaitu Markas Daerah PMI tugas utamanya operasi PMI memberikan pelayanan kepalangmerahan dan memberikan bantuan bencana, pengembangan SDM Palang Merah Remaja (PMR) KSR dan TSR. Kemudian rumah sakit PMI Daerah Sultra memberikan pelayanan kesehatan baik pasien umum maupun jamkesmas. Lalu Unit Transfusi Darah (UTD) yang memberikan pelayanan darah berupa donor darah, golongan darah dan pemeriksaan HIV AIDS dan Hepatitis. MUR/DUL
Users' Comments (0)
|
|
|