| Written by Redaktur, on 12-02-2010 14:10 |
|
|
PAD Sultra Anjlok * Kontribusi Pertambangan Turun. Target PAD 2009 Rp 400 M Dicapai Rp 300 M Kendari, Kepres- Wakil Ketua DPRD Sultra, La Pili, menyebut eksekutif terlalu bersemangat merencanakan pendapatan daerah. Semangat yang kemudian tidak diimbangi dengan upaya pencapaian. Hasilnya, PAD Sultra anjlok dari target Rp 400 miliar menjadi Rp 300 miliar.
Muddin Musa SH, anggota Komisi II DPRD Sultra, menunjuk Dispenda tidak kreatif kejar PAD. Salah satu contoh, pajak kendaraan bermotor itu tiap tahun sama. Padahal kendaraan tiap tahun terus bertambah. Rekannya di Komisi IV, Yaudu Salam Ajo sependapat. “Bisa dikatakan kesalahan prediksi. PAD 2009 ditarget Rp 400 miliar hanya terealisasi Rp 300 miliar. Ini soal akurasi perencanaan. Pendataan retribusi yang tidak optimal belum lagi kebocoran-kebocoran. Intinya, eksplorasi SDA belum maksimal,”cibirnya. Biang kerok utamanya, menurut La pili adalah konstalasi sektor pertambangan. “Yang diharap justeru sektor ini, tapi karena carut marut maka tidak tercapai. Target besar sekali tapi pencapaian kurang. Alasannya krisis global. Ada juga penurunan disektor lain tapi tidak signifikan,”jelasnya. Yaudu senada dengan itu, menyebut penurunan itu terjadi di sektor pertambangan. “Dulu kita punya kesepakatan dengan PT Antam sebebsar Rp 103 miliar pertahun. Tapi itu hanya bisa direalisasi 2008. Tahun berikutnya hanya Rp 30 miliar. Sektor pertambangan yang lain direncanakan Rp 60 miliar lebih juga tidak terealisasi,”paparnya. Krisisi global? “Memang ada yang mengatakan terjadi penurunan harga Nikel di pasaran internasional tapi menurut saya bukan semua disebabkan aspek itu. Kita harap PT Antam serius. Ada kewajiban moral pada daerah karena mereka mengambil material penting, kekayaan alam, daerah ini,”sentilnya. APBD tahun 2009 Rp 1,3 triliun. Dalam perubahan turun menjadi Rp 1,2 triliun. APBD 2010 turun lagi hingga Rp 1,1 triliun. “Ternyata setelah dilakukan analisis, realisasi pendapatan tidak berhasil mencapai target yang diestimasi,”jelas Yaudu. Tapi Muddin Musa, anggota dewan lainnya agak skeptik dengan dalih krisis global. “Alasan krisis global itu harus disusul kebenarannya. Saya punya inisiatif mempertanyakan ke PT Aneka Tambang,”sengit politisi asal golkar ini. Muddin Musa membeberkan, menurut laporan triwulan progress pendapatan daerah, PT Antam hingga 4 Desember 2009 masih nol realisasi dari Rp 103 miliar kontribusi untuk PAD Sultra. PT Inco masih lumayan menyetor Rp 1,5 miliar dari Rp 60 miliar kesepakatan kontribusi terhadap daerah. “Konon ada renegosiasi dengan PT Antam. Kita akan pertanyakan hasilnya bagaimana,”tandasnya.iis/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|