| Written by Redaktur, on 17-02-2010 13:28 |
|
|
Ricuh, KUDETA Demo Kejati Sultra KENDARI, KEPRES, Massa yang tergabung dalam Komite Demokrasi Keadilan dan Transparansi Anggraran (KUDETA) Bombana, kembali melakukan aksi demonstrasi di Kejati Sultra Selasa, (16/2). Aksi massa yang mendesak untuk masuk kantor kejaksaan untuk bertemu Kajati terlihat ngotot dan cenderung anarkis. Akibatnya nyaris saja terjadi bentrokan dengan pihak kejaksaan.
Kaspinkum dan Humas Muh. Idris Gani, SH menyatakan bahwa Kajati sedang tidak berada ditempat akan tetapi para pendemo ini tetap ngotot untuk menemui Kajati Sultra, "Kajati lagi sakit dan tidak masuk kantor",jelas Idris saat menemui massa aksi, kemarin. Akan tetapi jawaban tersebut justru menyulut kericuhan. Akhirnya para pengunjuk rasa pun memaksa masuk kantor kejaksaan, tepat dipintu kejaksaan, aksi saling dorong pun terjadi antara pendemo dengan staf kejaksaan, tetapi untung saja beberapa personil pengamanan dari polresta Kendari mendamaikan insiden ini. Sebelumnya para pendemo ini sempat bersitegang dengan aparat pengamanan yang dipimpin langsung Kapolresta Erfan Prasetyo. Ketegangan terjadi ketika massa sebelum memasuki halaman Kejati Sultra, mereka berkumpul hampir memenuhi badan jalan poros depan Kejati Sultra dan hendak membakar ban bekas, akan tetapi beberapa personil kepolisian melarang upaya tersebut dan berusaha merampas ban bekas para demonstran itu. Sehingga aksi tarik menarik ban bekas pun terjadi antara beberapa aparat pengamanan dengan pendemo yang berujung pada insiden saling pukul dan kejar-kejaran, di Jalan Poros A. Silondae. Aksi ini sempat menimbulkan kemacetan lalulintas. Kejadian ini tidak berlangsung lama, setelah Erfan Prasetio menetralisir reaksi pendemo tersebut, dan meminta kepada para pengunjuk rasa untuk tidak menggangu ketertiban lalu lintas. Dalam aksi ini, massa Kudeta kembali mempertanyakan pada pihak Kejati Sultra atas langkah pengusutan kasus dugaan korupsi Kabupaten Bombana. Menurut mereka selain Bupati Atikurahman juga ada keterlibatan Wakil Bupati Subhan Tambera "Kami mendesak Kajati Sultra untuk memeriksa wakil Bupati Bombana Subhan Tambera atas dugaan korupsi anggaran pos bantuan pemda Bombana" Tegas Risman yang mengkomandoi aksi ini. Akan tetapi dengan rasa kecewa mereka membubarkan diri dan sebelumnya mereka berjanji akan tetap mengawal masalah tersebut. Sementara itu, Wawan, aktivis Forum Mayarakat Bombana Bersatu (FORMASBOM) menimpali apa yang disampaikan oleh massa Kudeta Bombana, menurut mereka apa yang disampikan massa Kudeta di Kejati Sultra bahwa wakil Bupati Bombana Subhan Tambera terkait dugaan korupsi anggaran pos bantuan pemda Bombana, tidak berdasar. Bahkan menurut mereka, hal tersebut sebuah pencemaran nama baik terhadap Subhan Tambera. P3-P2/B/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|