| Written by Redaktur, on 05-03-2010 13:28 |
|
|
Kajati Sultra Dianggap "Mandul" Kendari, Kepres - Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara, Denny Kadnezer Irdan SH MH, dianggap mandul dalam penanganan korupsi di Sultra. Anggapan ini disampaikan oleh massa Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Sultra saat menggelar aksi unjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Sultra, Selasa (03/03).
Anggapan massa KAMMI ini cukup beralasan sebab menurut mereka, dengan bergantinya Kajati lama Dr Fachmi SH MH dengan Denny Kadnezer Irdan tensi pemberantasan korupsi di Sultra mulai melemah. Tidak hanya menyorot kinerja Kajati, massa KAMMI juga mengecam tindakan anarkis yang dilakukan oleh oknum Kejati Sultra terhadap para demonstran ketika menggelar aksi di Kejati Sultra, Senin (02/30) lalu. Dalam orasinya, koordinator aksi, Imran mengatakan bahwa perlakukan kekerasan dan sikap defensive yang dilakukan oleh oknum pegawai Kejati Sultra menunjukan bahwa Kejati Sultra bukanlah lembaga penegak hukum yang baik." Sungguh sangat memprihatinkan Kejati Sultra," sentil Imran, kemarin. Tidak hanya itu, massa Kammi ini juga menyoroti sikap Kejati Sultra yang terkesan dingin dalam menanggapi aspiras para demontran. "Ada apa dengan Kajati baru, kenapa setiap kami datang ke sini tidak pernah ditemui," heran mereka. Sambil membawa spanduk yang bertuliskan "Kejati preman, anarkis, defensif" massa yang kurang lebih 20 orang itu sediannya ingin bertemu dengan Kajati Sultra, namun hingga kurang lebih 30 menit menggelar aksi dipintu gerbang Kejati Sultra hanya bisa berhadapan dengan para pengamanan. Namun pihak Kejaksaan kemudian menurunkan juru bicaranya, Kasipenkum Kejati Sultra, Muh Idris Gani. Namun niatan baik Muh Idris Gani yang mencoba menemui para demontran ternyata tidak melegahkan pihak demontran. "Kami ingin ketemu langsung dengan Kajati," teriak Imran. Namun pihak Kejaksaan tidak mempertemukan pihak demonsran dengan pucuk pimpinan mereka hingga massa akhirnya membubarkan diri dengan kecewa. P2/B/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|