| Written by Redaktur, on 05-03-2010 13:29 |
|
|
RSUD Sultra tak Mampu Tangani Suci *PT Panca Logam Makmur Siap Terbangkan ke Jakarta Kendari, Kepres - Gara-gara peralatan yang serba terbatas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sulawesi Tenggara nampaknya tidak dapat mengembalikan Suci, pasien yang ususnya keluar dari rongga perut, pada kondisi normal. Pihak RSUD terpaksa akan merujuk Suci untuk dikirim ke Jakarta untuk ditangani.
"Setelah dilakukan pemeriksaan oleh dokter ahli bedah tadi pagi, Suci harus dirujuk ke Jakarta. Karena keterbasan alat, kita belum bisa tangani kasus kayak Suci ini. Jadi antisipasinya kita akan kirim ke Jakarta, rencananya di Rumah Sakit Mitra Keluarga Jakarta," terang Masyita, Ksubag Humas dan Hukum RSUD Sultra, saat ditemui di meja kerjanya, Rabu (3/3). Menyinggung peralatan yang harus digunakan untuk menangani kasus Suci, Masyita tidak dapat menyebutkan secara detail. Yang pasti, lanjut dia, menurut dokter ahli bedah, RSUD Sultra belum memiliki alat untuk menangani penyakit seperti yang diderita anak dari pasangan Dian dan Syukur itu. Makanya, pihak RSUD Sultra terpaksa merujuk Suci pada salah satu rumah sakit Jakarta yang memiliki peralatan lengkap. "Tapi tergantung dari donaturnya, dalam hal ini PT Panca Logam Makmur, di rumah sakit mana dia harus dirujuk," kata Masyita. Mengenai kapan Suci akan dikirim ke Jakarta, Masyita menyerahkan sepenuhnya kepada PT Panca Logam Makmur. "Lebih cepat lebih baik," ucapnya. Ditanya mengenai kontribusi RSUD Sultra terhadap Suci kaitannya dengan rencana pemberangkatannya ke Jakarta, wanita berjilbab ini menyatakan tergantung dari status pasien itu sendiri, apakah yang bersangkutan terdaftar sebagai pasien Bahteramas atau Jamkesmas. Jika pasien terdaftar dalam Bahteramas atau Jamkesmas maka pihak rumah sakit akan memfasilitasi melalui salah satunya. Namun demikian, karena Suci tidak tercover dalam keduanya, baik Bahteramas maupun Jamkesmas alias pasien umum, maka pembiayaan diserahkan sepenuhnya kepada donatur. Pihak donatur dalam hal ini PT panca Logam Makmur menyatakan siap membantu dalam rangka proses penyembuhan Suci. Bahkan pihak perusahaan sendiri memilih agar Suci dirujuk ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Jakarta. "Kita tetap berkomitmen untuk mendampingi Suci. Rencananya kita akan rujuk saja dia di RSCM, rumah sakit milik pemerintah," tanggap Lukman Asis Kurniawan, Direktur Informasi dan Komunikasi Publik PT Panca Logam Makmur, saat ditemui terpisah, kemarin. Meskipun pihak perusahaan siap segala-galanya, namun Lukman Asis mengharapkan peran serta pemerintah daerah, baik pemerintah Kota Kendari maupun pemerintah Sultra untuk membantu meringankan proses penyembuhan dan operasi Suci di Jakarta nanti. Bagaimana pun juga, kata Lukman, Suci adalah warga masyarakat yang membutuhkan perhatian dan tanggungjawab pemerintah daerah. Apalagi Suci berasal dari keluarga tidak mampu. Sekadar mengingatkan, Suci merupakan anak pertama dari pasangan Dian yang profesinya sebagai ibu rumah tangga, dengan Syukur yang sehari-harinya hanya sebagai kuli bangunan. Saat ini, Syukur terpaksa meninggalkan pekerjaannya lantaran mengurusi satu-satunya buah hati mereka. Lebih jauh Lukman menyampaikan, sejauh ini pihak perusahaan telah berkoordinasi dengan pihak DPRD Sultra dalam rangka upaya meringankan beban keluarga Suci dalam proses penyembuhannya. Ia berharap, koordinasi itu dapat membuahkan hasil untuk membuka mata hati pemerintah kaitannya dengan kasus Suci ini. "Kalaupun nantinya koordinasi itu tidak membuahkan hasil, biarlah masyarakat yang menilai bagaimana sebenarnya respon sosial pemerintah daerah terhadap kasus-kasus seperti ini," katanya. Nasib Suci ternyata tidak hanya menggugah hati investor tambang emas Bombana itu. Namun, keprihatinan dan rasa empaty terhadap Suci, juga datang dari salah satu anggota DPRD Sultra H Abdurahman Saleh. Politisi asal PAN ini, pada Selasa (2/3) dua hari lalu, menyempatkan diri untuk menjenguk langsung Sucu di RSUD Sultra. Pada kesempatan itu, mantan anggota DPRD Kota Kendari ini, juga menyisihkan bantuan untuk biaya penyembuhan Suci. "Ini adalah salah satu empaty kita, mewakili teman-teman DPRD yang tidak sempat melihat secara langsung kondisi Suci. Saya yakin, anak kecil kita yang baru berusia 13 bulan ini mewakili anak-anak lainnya di Kota Kendari. Jadi siapapun warga yang mengalami kondisi serupa, kita harus prihatin," kata Abdurahman Saleh. Pada kesempatan itu, Abdurahman Saleh, juga memberikan apresiasi kepada pihak PT Panca Logam Makmur yang telah menunjukkan kepeduliannya terhadap kondisi sosial masyarakat di Sulawesi Tenggara, khususnya kepada Suci. Ia berharap, kepedulian yang sama sekiranya dapat dilakukan oleh pihak-pihak lain yang merasa mampu. Cr4/B/HEN
Users' Comments (0)
|
|
|