| Written by Redaktur, on 08-03-2010 13:11 |
|
|
Suci Mengidap Omfalokel *Karena Berat Badan Tidak Idel, Operasi ditunda hingga Dua Bulan Setalah pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Provinsi Sultra merujuk Suci, pasien yang sebelumnya diduga mengidap hernia umbikalis, ke RS Akadimis Makassar, dokter spesialis bedah anak RS Akademis Makassar menyatakan Suci mengidap Omfalokel dan direncanakan dua bulan lagi akan dioperasi.
Laporan:La Ode Muh Agus, Makassar Jumat pagi sekitar pukul 09.00 Wita suasana kota Kendari tampak mendung. Begitupula di Mess PT Pancalogam Makmur yang terletak di Jalan Wayong Kota Kendari, bahkan gerimis menghiasi pagi itu. Kendatipun demikian tidak membuat Suci berhenti tertawa riang, yang pada saat itu berada di Mess Panca Logam. Suci tampak ceria dengan tawa yang polos. Didampingi ibunya, sesekali bayi berusia 13 bulan itu bermain di jendela mobil Toyota hitam yang akan mengantarnya ke Bandara Haluoleo untuk berangkat ke Makassar. Bola karet warna-warni yang dipegangnya menambah ceria di wajahnya, seolah tak mengidap penyakit yang cukup membahayakan nyawanya. Pagi itu, didampingi kedua orang tuannya, Syukur (28) dan Dian (23), Direktur Infokom Panca Logam, Lukman Azis Kurniawan beserta sekretarisnya, Runti Gumalasari (Pihak penyandang dana pengobatan Suci), dan dokter Perusahan PT Pancalogam, Dr Febrianto, menuju Bandara Haluoleo Kendari. Kemudian dengan menggunakan pesawat Garuda bertolak menuju Makassar, Sulawesi Selatan. Di sana Suci akan diperiksa lebih lanjut oleh dokter spesialis bedah anak RS Akademis Makassar. Di Makassar, Suci tidak langsung di bawah ke RS, namun oleh pihak penyantun membawa Suci dan keluarga ke salah satu hotel ternama di Makassar, Hotel Mercure yang terletak di jalan Daeng Tompo. Suci, yang sediannya direncanakan akan dibawah langsung ke RS ternyata berubah. Dr Febrianto, menyarankan agar Suci di periksa terlebihulu di tempat praktek Dr Ahmad Wirawan Sp.B Sp BA, (Dokter Spesialis bedah anak). Hal ini dilakukan untuk memberikan pelayanan yang maksimal kepada Suci. Tetap didampingi kedua orang tua dan Lukman Azis serta Dr Perusahan, sekitar pukul 20.20 Wita, Suci akhirnya berhadapan dengan dokter spesialis di ruang pemeriksaan. Kondisi ruangan yang disuguhi dengan berbagai macam pernak-pernik dan permainan anak kecil, membuat suci tampak berada dalam dunia fantasi. Dengan cekatan, jemari Dr Ahmad Wirawan mulai meraba benjolan di perut Suci. Diperhatikan dengan teliti benjolan tersebut, sesekali bertanya kepada orang tua Suci untuk mengetahui keluahan-keluhan yang dialami Suci. Kedua orang tua Suci tampak tenang menjawab pertanyaan dokter, namun di mata mereka menyimpan sejuta harapan kepada Dokter tersebut. Kurang lebih 30 menit akhirnya dokter menyimpulkan, Suci diduga mengidap Omfalokel. Sebuah kelainan bawaan sejak lahir. Dr Ahmadwirawan menjelaskan, Omfalokel adalah penonjolan dari usus atau isi perut lainnya melalui akar pusar yang hanya dilapisi oleh peritoneum (selaput perut) dan tidak dilapisi oleh kulit. Dia mengatakan, usus terlihat dari luar melalui selaput peritoneum yang tipis dan transparan (tembus pandang). "Pembentukan dinding perutnya (Suci, red) yang tidak sempurnah. Jadi ada sebagian dari isi rongga perut yang keluar dapi masih diliputi selaput yang tadinya kelihatan ususnya. Ini namanya omfalokel," simpul Dr Ahmadwirawan di ruang prakteknya yang terletak di jalan A Mappaoddang Makassar, Jumat (6/3) malam. Lebih lanjut, Ahmadwirawan menjelaskan, secara medis yang menutupi rongga perut Suci tersebut berlapis-lapis, mulai dari dinding perut, Fenitorium, otot, lemak, dan selaput perut. Dokter spesialis tersebut, belum dapat memastikan organ tubuh apa yang keluar tersebut. "Bisa lambung, hati, jantung, mungkin usus. Ini sebenarnya kelihatan, tapi karena suda lama, selaput ini menebal," terang dokter spesialis di RS Akademis Makassar tersebut. Dokter memastikan, kondisi Suci sejauh ini tidak mencemaskan. Menurutnya, selama tidak ada sumbatan dalam benjolan tersebut dan tidak ada kebocoran pada awal kelahiran maka tidak membahayakan bagi Suci. "Dan jika bocor maka harus dilakukan operasi, namun sejauh ini kondisinya memabaik," pungkas Ahmadwirawan kepada Kendari Ekpres. Kendatipun saat ini kondisi Suci tidak menghawatirkan namun Dr Ahmadwirawan menyatakan, Suci belum dapat dioparsi karena berat badanya belum ideal. "Beratnya badannya sekarang belum memungkinkan untuk dilakukan operasi. Olehnya itu kita belum akan melakukan operasi, kita tunda hingga dua bulan ke depan," ujarnya. Selama dua bulan pemenuhan gizi Suci harus diperhatikan. Bilamana kondisi berat badan Suci sudah ideal dalam dua bulan kedepan maka akan dilakukan operasi terhadap Suci. Namun jika selama dua bulan berat badan Suci belum ideal maka opesi tetap ditunda."Kalau belum ideal selama dua bulan maka kita akan tunda lagi, sebab operasinya harus maksimal. Agar mengetahui perkembangan gizinya selama kurun waktu dua bulan tersebut harus dikonsultasikan dengan dokter ahli gizi anak,"saran pria berkaca mata itu. Dokter khusus perusahan PT Panca Logam Makmur, Dr Febrianto mengatakan untuk memenuhi kebutuhan gizi Suci, dirinya sudah mengkoordinasikan dengan Lukman Azis Kurniawan bahwa tiap dua minggu Suci akan selalu dikonsultasikan kepada dokter spesialis gizi anak yang ada di kota Kendari. Sambil menunggu masa pemenuhan kebutuhan Suci, lanjut Febri, dokter spesialis RS Akademis Makassar akan membenetuk tim operasi Omfalokel yang diderita Suci. Tim tersebut terdiri dari, dokter spesialis anak, dokter spesialis Anastesi, dokter spesialis gizi anak serta dokter spesialis bedah."Tempat operasinya tetap di RS Akademis Makassar. Olehnya itu setelah berat badan Suci ideal akan di bawa lagi ke Makassar," ujarnya. Terkait komitmen PT Panca Logam untuk membantu pengobatan Suci, Direktur Infokom Panca Logam, Lukman Azis Kurniawan mengatakan pihaknya siap menalang dana untuk biaya pengobatan dan oparsi Suci. Bahkan pihaknya akan tetap memberikan yang terbaik buat bayi kelahiran 20 Januari 2009 itu. Komitmen TP Panca Logam itu ternyata membuat haru orang tua Suci. Syukur, ayah Suci yang ditemui Jurnalis Kendari Ekspres, sangat berterimakasi terhadap perusahaan Emas di Kabupaten Bombana Sultra itu. Sementara itu, Dian, ibu Suci, akan berpaya sebaik mungkin untuk memperbaiki berat badan Suci. Dia berharap agar berat badan Suci bisa ideal dalam dua bulan ke depan agar operasi tidak ditunda lagi. Sebenarnya kedua orang tua Suci sudah pasrah dengan penyakit yang diderita oleh putri mereka karena tidak memiliki dana. Namun atas kepekaan sosial PT Panca Logam, harapan kedua orang tua Suci yang ingin melihat anaknya sembuh sebentar lagi akan terwujud.***
Users' Comments (0)
|
|
|