| Written by Redaktur, on 08-03-2010 13:16 |
|
|
Berharap Krisis Listrik Segera Berlalu KRISIS listrik terjadi hampir di semua provinsi di Indonesia, termasuk di Sultra. Sejak tiga tahun terakhir, masyarakat di Bumi Anoa resah akibat pemadaman. Banyak dampak yang ditimbulkan. Mulai dari tidak maksimalnya fungsi penerangan, terganggunya pelayanan publik, sampai hal-hal fatal lagi seperti kebakaran dan rusaknya perangkat elektronik. Pemerintah bersama pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) sudah berusaha untuk mengatasi, tetapi toh hasilnya tetap seperti ini: krisis listrik dan pemadaman bergilir. Akhir Oktober 2008, di saat-saat awal krisis terjadi, Gubernur Sultra, Nur Alam, menyatakan optimis krisis listrik di Kendari dan beberapa daerah di sekitarnya akan segera teratasi. Apalagi sudah ada mesin pembangkit yang diambil dari Sulsel. Dia menjamin sampai November 2008, persoalan listrik sudah bisa dituntaskan. Di samping dampak-dampak di atas, hal lain yang juga tak kalah pentingnya adalah para investor terkendala menanamkan investasinya di daerah ini. Percepatan pembangunan dan kemajuan di Sultra tidak bisa lepas dengan ketersediaan pasokan listrik yang memang sangat vital itu. Setidaknya, para penanam modal tersebut membutuhkan daya yang cukup besar. Tentu tidak mudah melakukan pengadaan daya yang besar dengan produksi yang terus menurun akibat mesin-mesin pembangkit sudah dimakan usia. Belum lagi problem mesin yang mengalami kerusakan. Khusus di Kendari, PLN Cabang Kendari beberapa waktu lalu sudah melakukan langkah mengatasi persoalan ini. PLN antara lain menyewa mesin Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) dari Palopo dan merelokasi mesin PLTD dari Makassar. Berbagai upaya konkret akan dilakukan PLN guna mengatasi krisis listrik ini. Tahun lalu, Gubernur Sultra, Nur Alam, punya ide brilian. Dia mengusulkan agar potensi sumber daya alam di Sultra dimaksimalkan dengan membangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA). Ada beberapa sungai besar seperti Sungai Pohara di Kabupaten Konawe, Sungai Lalindu dan Sungai Konaweha di Konawe Utara, serta Sungai Wakangka di Kabupaten Buton. Dia berharap, potensi sungai yang dimiliki Sultra harus dimanfaatkan secara optimal agar tidak terlalu bergantung terhadap listrik tenaga diesel yang membutuhkan biaya operasional tinggi. Ide itulah yang seharusnya mesti direalisasikan. Perlu perhatian pihak-pihak terkait duduk bersama membicarakan potensi-potensi tersebut sebagai salah satu langkah nyata mengatasi krisis listrik di masa mendatang. Sebab harus diakui kebutuhan masyarakat terhadap listrik semakin tahun semakin meningkat pula. Di samping itu, program jangka pendek dilakukan agar masyarakat bisa melalui krisis listrik yang dirasakan saat ini. *
Users' Comments (0)
|
|
|