| Written by Redaktur, on 09-03-2010 14:34 |
|
|
Mahasiswa Unhalu Turun ke Jalan * Kecam Tindak Kekerasan Polisi Terhadap Mahasiswa di Makassar Kendari, Kepres - Aksi kekerasan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap Mahasiswa di Makasar terus menuai protes di berbagai daerah. Mahasiswa Unhalu pun kini ikut menggalang solidaritas dalam bentuk aksi unjuk rasa. Sayang dalam aksi tersebut hanya berjumlah sembilan orang. Senin (8/3) kemarin, sekitar pukul 10.00 Wita sembilan orang mahasiswa yang mengatasnamakan Keluarga Besar Badan Eksekutif Mahasiswa Unhalu (KB BEM) itu menggelar aksinya di jalan HEA Mokodompi tepatnya di pertigaan menuju Kampus Baru Unhalu, menuju Pasar baru Kendari dan menuju Aundonohu Kota Kendari. .Sekalipun hanya sembilan orang, poster tetap menghiasi demo itu. Nuansa protes mereka dituangkan dalam tiga buah poster yang bertuliskan "Tolak tindakan represif kepolisian", "Polri mesti berindak profesional- polri meski tahu diri", dan "Mahasiswa bukan teroris- Kapolri harus bertanggung jawab". Wujud solidaritas mereka tunjukan dengan membakar tiga buah ban bekas tepat di pertigaan jalan tersebut. Sekalipun hanya sembilan mahasiswa dengan membawa tiga poster dan membakar tiga ban bekas namun sempat menghambat arus lalulintas di jalan tersebut. Arus lalulintas menju kampus baru, menuju pasar baru maupun menuju Andounuhu, siang kemarin akhirnya membutuhkan perhatian Polisi untuk menormalkannya. Zulhan Damu sebagai koordinator aksi mengatakan aksi tersebut sebagai aksi solidaritas terhadap Mahasiswa di Makasar yang mendapat perlakukan dari pihak Kepolisian. Menurut Zulhan Damu, jumlah aksi yang hanya sembilan orang bukan berarti mahasiswa Kendari tidak memiliki solidaritas, namun menurut dia aksi tersebut hanya gerakan awal. Zulhan damu dalam orasinya mengecam tindakan kepolisian. Bahkan tidak hanya itu,dia juga memprotes tindakan kepolisian dalam konteks lokal yang ada di Sultra. "Banyak aksi mahasiswa yang mendapat tindak kekerasan dari Polisi. Kami tidak inginkan lagi tindakan kekerasaan terjadi pada saat aksi unjuk rasa," teriak pria bertopi itu. Mantan aktivis, Ali Rahman S. Sos secara terpisah menanggapi aksi mahasiswa Unhalu yang hanya sembilan orang tersebut. Menurutnya mahasiswa di Sultra dalam memulai gerakan hanya mengikut dari aksi mahasiswa di daerah lain. "Aksi mahasiswa Sultra saat ini hanya ikut-ikutan. Itu yang lemah mahasiswa Sultra saat ini," terang Ali Rahman saat ditemui Kendari Ekspres di Hotel Athaya, kemarin. Ali Rahman mengisakan, semasa dia, aksi demontrasi dikelola sebaik mungkin terutama isu yang akan diangkat. "Ini tiba masa tiba akal. Kalau kita dulu, bila tidak cukup ratusan orang kami tidak turun," ceritra Mantan Ketua BEM Fisip Unhalu itu. P2/B/HEN
Users' Comments (1)
|
|
|