Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k arrow Halaman Depan arrow HMI Kendari Bentrok Dengan Polisi Friday, 30 July 2010
Polling
Alasan 66% vote (25-Nop-09) memilih, agar Indonesia menerapkan Syariah Islam, karena ?
 
Login ke e-mail
Username
Password
Update Terakhir
Iklan AS
HMI Kendari Bentrok Dengan Polisi PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 10-03-2010 14:13
Views 175

HMI Kendari Bentrok Dengan Polisi

Kendari, Kepres -  Ratusan massa Himpunan Mahasiswa Islam Kendari yang menggelar aksi solidaritas terhadap pengrusakan sekretariat Cabang HMI Makassar, bentrok dengan aparat kepolisian, di Kendari, Selasa (9/3). Hal itu dipicu dengan adanya aksi bakar ban bekas yang dilakukan mahasiswa.

 

Awalnya, massa tersebut menggelar aksinya di pertigaan Kampus Baru Unhalu. Dalam aksi di kampus Baru, kondisi massa adem ayem. Mereka melakukan orasi sambil membakar ban bekas. Berbagai kecaman terhadap aksi pengrusakan di sekretarian HMI Makassar mereka teriakan. Kendatipun kondisi mereka berosasi di tengah jalan namun tidak mengakibatkan kemacetan.

 

Kurang lebih 60 menit menggelar aksi di pertigaan Kampus Baru Unhalu, konsolidasi massa semakin bertambah. Kader HMI dari Fakultas teknik Unhalu dan Fakultas Hukum mulai memadati badan jalan. Saat itu mereka memusatkan komando dengan menuju Bundaran Mandonga yang terletak di Jalan Drs Abdulah Silondae, Kendari.

 

Di bundaran Mandonga, aksi HMI itu menggelegar. Dengan  menggunakan sound sistem mereka terus mengecam tindakan kepolisian dalam pengrusakan di sekretariat HMI Makassar beberapa hari lalu. Kondisi aksi mulai memanas, ta kala, beberapa orang demonstan mencoba membakar ban di depan Pos Lanatas yang terletak di dekat Bundaran Mandonga. Polisi yang bersiaga ditempat tersebut mengamankan dengan merebut ban bekas tersebut yang belum sempat dibakar oleh Mahasiswa. Aksi rebut ban antar polisi mulai diperlihatkan.

 

Aksi bakar ban pertama gagal. Mahasiswa tidak puas, sehingga mencoba untuk kedua kalinya. Bakar ban kedua kalinya inilah yang membuat gerah Kasat Dalmas Polresta Kendari, sehingga secara langsung Ia mencoba mengamankan ban yang hendak dibakar tersebut. Usahannya berhasil ban bekas milik mahasiswa direbutnya meski sebelumnya ada aksi tarik menarik.

 

Karena stok ban bekas mahasiswa hanya dua buah sehinga aksi bakar ban terhenti sejenak. Ternyata, entah dari mana datang ban bekas tersebut tiba-tiba aksi bakar ban untuk ketiga kalinya kembali terulang. Kali ini mahasiswa HMI itu, mengepung dan membakar ban tersebut sehingga Polisi kewalah untuk mengamankan. Namun dengan tegas didampingi aksi dorong, pada akhirnya ban ketiga tersebut juga berhasil diamankan oleh pihak kepolisian.

 

Mahasiswa juga mulai gerah, luapan emosinal mereka seolah dikekang. Salah seorang demontran dalam aksinya berteriak. "Apakah dilarang bakar ban. Ada apa dengan kepolisian hari ini," teriak salah seorang demontran dengan menggunakan sound sistem. Tidak puas dengan aksi bakar ban yang ketiga, massa HMI itu melakukan aksi bakr banya yang ke empat. Pada saat itulah bentrok tak terhindarkan. Hal ini dipicu setelah ban bekas yang berhasil dibakar oleh mahasiswa ternyata dilemparkan di hadapan polisi hingga nyaris mengenai Kapolresta Kendari.

 

Aksi dorong antara kepolisian dan mahasiswa saat itu menjadi tontonan masyarakat kota Kendari yang melintasi jalan Abdulah Silondae. Salah seorang warga yang enggan disebutkan namannya ketika dihampiri oleh Jurnasil Kendari Ekspres, berceloteh,"Mahasiswa ko bentrok terus dengan polisi. Entah di Makassar entah di Kendari, entah di mana selalu bentrok. Emang mahasiswa berlawanan dengan polisi ya," heran warga tersebut, saat menyaksikan kejadian tersebut.

 

Massa HMI ini sebenarnya mendesak kepada Kapolri untuk mengusut tuntas pelaku penyerangan dan pengrusakan di sekretariat HMI Cabang Makassar. Selain itu, mereka mendesak Kapolri untuk segera memecat Kapolda Sulselbar dan Kapolwiltabes Makassar. Bahkan secara langtang mereka suarakan agar Kapolri meminta maaf kepada seluruh kader HMI atas penyerangan sekretariat tersebut.P4-P2/B/LEX

 


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS