| Written by Redaktur, on 10-03-2010 14:24 |
|
|
Kendari,Kepres_ Menyongsong pelaksanaan sensus yang tinggal menghitung hari, Badan Pusat Statistik (BPS) Sultra, senin (8/3) gelar workshop wartawan dalam rangka publisitas sensus penduduk (SP) 2010 dengan tema ketersediaan data kependudukan yang berkualitas menentukan arah perencanaan pembangunan nasional. Persiapan SP telah dimulai dari 2007 terlebih dahulu melakukan pemetaan desa guna mengetahui batas-batas wilayah kerja, up date desa, sketsa pemetaan satuan pendataan setempat. Tepat 15 Mei pukul 24.00 sebagai Hari Sensus Nasional. "50 buah undangan disebar keseluruh media Sultra guna sosialisasi SP 2010. sosialisasi sebenarnya telah lama dilakukan, banyak spanduk maupun stiker disebar tapi tidak bertahan lama dicaput dan diganti dengan promosi lain", ujar Wd Nasiha bagian urusan dalam BPS. "Sensus 1-31 Mei 2010 dengan dua pendekatan, de jure bagi penduduk dimana biasa mereka bertempat tinggal masuk data listing 1(L1), sedang bagi penduduk tunawisma , penghuni perahu dan awak kapal berbendera indonesia di Kendari akan dicatat secara de facto malam 15 april masuk data listing (L2) " terang Ir Martina MS Kepala Bidang Sosial BPS Sultra. "tidak ada pungutan biaya dalam pendataan penduduk" ,tambah ibu berkacamata tersebut. "Daerah yang sulit dijangkau seperti Wakatobi akan didahulukan akhir april, mengingat daerahnya sulit dijangkau. Kendari, Jakarta, Makassar dan Palembang termasuk daerah sukar dalam pendataan sensus karena mobilitas pendudunya cukup tinggi.Pendataan akan dilakukan secara tim, masing-masing tim terdiri dari satu coordinator lapangan (korlap) dan tiga petugas pencacah ". kata kepala BPS Sultra Drs Mawardi Arsad M.Si. " Dalam SP 2010 yang harus diingat adalah PASTIKAN ANDA TERHITUNG SEKALI" ujarnya dengan tegas. P7
Users' Comments (0)
|
|
|