Home - Buku Tamu - Iklan - Arsip

Logo headerkepres
R u b r i k arrow Ekonomi arrow Hati-hati Penjual Beras Gadungan Wednesday, 08 September 2010
Polling
Alasan 66% vote (25-Nop-09) memilih, agar Indonesia menerapkan Syariah Islam, karena ?
 
Login ke e-mail
Username
Password
Update Terakhir
Iklan AS
Hati-hati Penjual Beras Gadungan PDF Print E-mail
 
Written by Redaktur, on 28-06-2010 12:42
Views 212

Hati-hati Penjual Beras Gadungan

KENDARI, KEPRES- Waspada pedagang beras gadungan. Motifnya menghampiri korbannya di rumah-rumah tanpa identitas yang jelas bahkan memberikan alamat palsu. Menjanjikan kualitas beras bagus dengan takaran cukup dan harga terjangkau. Kenyataannya justru sebaliknya. Para penjual gadungan tersebut sangat lihai dalam melakukan aksinya, sehingga seorang wanita menjadi korbannya.

 

Sebut saja Uni seorang wanita berumur 30 tahun, Minggu (27/6) mengungkapkan kekesalannya kepada wartawan koran harian ini, dengan tujuan agar tindakan penipuan itu dapat disadari oleh masyarakat lainnya, yang tengah dihampiri oleh para pedagang beras gadungan ataupun jenis dagangan lainnya. Jika  perlu laporkan saja  kepada yang berwajib.

 

"Siang itu tepatnya Kamis,  dua orang laki-laki yang mengaku sebagai pedagang beras. Karena rasa kasihan, sayapun memberikan kesempatan untuk mempresentasikan berasnya. Saat dia menunjukan kepada saya beras hasil tusukan pada sebuah karung, rupanya beras tersebut bersih, sehingga saya tertarik membelinya, terlebih harganya lumayan terjangkau," katanya.

 

" Tanpa berpikir panjang, saya pun  memesan untuk diantarkan ke suatu alamat termasuk ke rumah seorang sahabat yang di rumahnya banyak ditinggali mahasiswa. Sebelumnya pedagang yang mengaku bernama Aswin dan Udin itu mengakui memiliki gudang beras yang beralamat di Jalan Kancil, sehingga dia menawarkan bila berminat menyalurkan beras bersih yang siap dimasak, dengan ukuran 50 Kg setiap karungnya," jelasnya.

 

Rupanya sang sahabat itu menerima beras dengan harga naik dari awal Uni membelinya. Uni mengakui karena belum ada komplain dari sahabatnya, sehingga dia yakin bahwa beras tersebut benar-benar bersih dengan takaran yang cukup. Selang beberapa jam kemudian, Uni langsung memesan beberapa karung beras lagi yang telah dipromosikan oleh sahabatnya kepada para pejabat.

 

Kamis sore itu juga, beras tersebut langsung datang ke alamat Uni dan diteruskan ke beberapa rumah pejabat yang telah memesan, bantuan dari seorang sahabat itu. Hari berikutnya, tepatnya Jumat pemesanan masih berlangsung dan diantarkan ke rumah pejabat lagi. "Saat itu saya berfikir, usaha ini bisa berjalan dan bisa memberdayakan pengangguran untuk mengantarkan beras," kata Uni.

 

"Sebelumnya saya punya firasat, sebab setiap kali saya telpon untuk memesannya No Hp sang pedagang sering tidak aktif. Dan saat dia mengantarkan beras, pada waktu-waktu sibuk, seperti menjelang shalat zuhur dan magrib, sehingga tidak sempat lagi berbicara panjang. Saya mengetahui kalau saya ditipu, berdasarkan informasi dari sahabat yang juga diterimanya dari salah satu pejabat," kata Uni lagi.

 

Sang sahabat yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, dirinya tidak mengetahui kerusakan beras tersebut sebab dia langsung menyerahkan ke orang rumah. "Saya sempat melihat bagian atas beras, memang bersih tetapi setelah saya menerima sms dari seorang pejabat bahwa berasnya rusak dan cuma 46 liter, maka saya kembali kerumah untuk menceknya dan ternyata benar dan betapa malunya saat itu, sebab secara tidak langsung saya telah membantu melakukan penipuan," ungkapnya.

 

Uni melanjutkan karena adanya kejadian itu, dirinya langsung melapor ke polsek Mandonga tetapi laporannya tidak diterima dengan alasan tidak ada pasal yang bisa digunakan, untuk laporannya itu.  Dirinya sempat menulis DT motor yang digunakan untuk mengantar beras ke rumah Uni yakni DT 2451 SF. Selanjutnya diapun langsung mengecek kealamat pedagang, rupayanya alamat tesebut palsu. Lalu Uni mencoba mengirimkan pesan singkat untuk pemesanan kembali, rupanya pedagang gadungan telah mengetahui sehingga permintaan ketiga kalinya itu tidak dindahkan lagi oleh pedagang gadungan itu.

 

Sang sahabat mengakui, ada beberapa karung yang telah disalurkan ke para pejabat. "Saat ini yang tengah saya lakukan, mengembalikan kepercayaan kepada para relasi. Sebab nama baik dan kepercayaan merupakan modal utama dalam hidup ini. Saya pikir makian yang saya terima, rupanya kata penguatan dan pengertian yang mendalam dari sejumlah Kadis lingkup Pemkot itu," tuturnya. P1/B/HEN


Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved
< Prev   Next >

 

2006 Hak Cipta oleh Kendari Ekspres Online
Dilarang menyalin atau mengutip seluruh atau sebagian isi berita tanpa ijin tertulis dari SKH.Kendari Ekspres

Copyright © rumahgudang.prod . Site powered By Limbo CMS