| Written by Jumwal Saleh, on 28-07-2010 13:29 |
|
|
Ketgam : Anggota Komisi B DPRD Konut saat Kunker dikawasan Pabrik Kelapa Sawit Rantau Kasai,Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riua.foto ARI Sawit Sultra Terbaik di Indonesia Pekan Baru,Kepres-Pulau Sumatera boleh saja menjadi penghasil Crude Palm Oil ( CPO) terbesar di Indonesia. Namun dari segi kualitas, buah kelapa sawit yang ada di Sulawesi Tenggara (Sultra) lebih unggul. Bahkan sesuai hasil penelitian yang ada, kepala sawit Sultra terbaik di Indonesia. “Berdasarkan hasil penelitian pemerintah Belanda, Crude Palm Oil ( CPO) dan Carnel (inti sawit) Sultra terbaik di Indonesia. Dari sisi bisnis, tentunya tanaman ini sangat menguntungkan,” ujar Humas, Hukum, dan Pemerintahan PT. Torganda, Group PT Damai Jaya Lestari (DJL), Ir Pardede, di hadapan sejumlah anggota Komisi B DPRD Kabupaten Konawe Utara (Konut) saat melakukan kunjungan kerja dilokasi Pabrik Kelapa Sawit (PKS) Bukit Harapan I, Provinsi Riau, pekan kemarin. Menurut Pardede, penyebab sehingga kualitas sawit Sultra terbaik di Indonesia karena struktur tanahnya mengandung unsur nikel.”Mungkin ini peyebab utamanya.Makanya, Saya sangat sayangkan jika potensi ini tidak dimanfaatkan oleh pemerintah daerah.Sekarang Sultra dan Ambon jadi incaran pengembang industri sawit,” tegasnya. Mengembangkan perkebunan kelapa sawit jauh lebih baik dibandingkan pertambangan.Dari sisi mudaratnya, tambang lebih besar karena proses pekerjaannya menggali dan menjual tanah.Sementara budidaya kelapa sawit,tanahnya tak berkurang, dalam jangka waktu tertentu, lahannya bisa dimanfaatkan ulang oleh masyarakat. Penyataan serupa diutarakan,anggota komisi B DPRD Konut, Nurtan Jaya.Menurutnya, selain kualitas kelapa sawit lebih unggul. Potensi lahan yang dimiliki Sultra untuk mengembangkan tanaman ini lebih luas dibandingkan wilayah Provinsi Riau. "Kualitas kelapa sawit kami lebih baik.Buktinya, baru buah pasir saja PT DJL sudah berani menggilingnya.Artinya, prospek pengembangan kelapa sawit di Sultra jauh lebih menguntungkan dibanding daerah lain," kata Nurtan dihadapan petani sawit binaan Koperasi Bukit Harapan I,Kabupaten Lawas Utara,Provinsi Sumatera Utara. Hal serupa dikatakan Ketua Komisi B, Samir SIP.Bicara potensi Sultra lebih baik. Cuma yang jadi persoalan orientasi pemerintah daerah yang ada di Sultra masih menomor tigakan tanaman perkebunan.Padahal kata legislator asal Hanura ini,dari sisi ekonomi, mengembangkan tanaman perkebunan jenis kelapa sawit juah lebih menguntungkan. Baik untuk daerah maupun pertumbuhan ekonomi masyarakat. Dalam kesempatan ini, Pimpro PT DJL wilayah Wiwirano, Jasper Simatupang,juga membeberkan perkembangan perkebunan kelapa sawit yang ada di Sultra khususnya di Kabupaten Kolaka dan Kabupaten Konut. Di Kabupaten Kolaka, luas lahan PT DJL yang sudah ditanami kurang lebih 12.525 ha lengkap pabrik CPO yang berkapasitas 30 ton/jam.Sedangkan dikabupaten Konut kurang lebih 6000 ha. Jika tak ada aral, Oktober mendatang, pabrik CPO kami akan bangun di Konut. “Sebenarnya, membangun pabrik tidak perlu waktu lama sepanjang lahan untuk mendirikan pabrik tersedia. Sebagai bukti, kami di Sumatera yang telah memiliki delapan unit pabrik pengolahan CPO mampu kami bangun dalam waktu yang cepat. Nah, kalau lahan di Konawe Utara tersedia secepatanya pasti direalisasikan,” ujarnya.ARI/LEX
Users' Comments (0)
|
|
|