Agus Pritiatno, Rintis Rutan Unaaha Menuju Rutan Terbaik di Sultra
 
Written by Redaktur, on 13-07-2009 07:57
Views 412

Agus Pritiatno, Rintis Rutan Unaaha Menuju Rutan Terbaik di Sultra
Memimpin Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas II B Unaaha selama dua tahun (2007-2009) menjadi kenangan yang sangat berharga dan tak terlupakan bagi Agus Pritiatno Bc.IIP,SH MH. Menjabat sebagai Kepala Rutan pertama di Rutan Unaaha, Agus sempat dihinggapi pertanyaan besar dibenaknya, mampukah dirinya memimpin rutan terluas di Sultra ini. Apalagi melihat kondisi bangunan rutan yang terlantar selama dua tahun, kondisinya bisa digambarkan sebagai bangunan di dalam hutan dan jauh dari pemandangan asri nan indah. Namun berbekal keoptimisan dan semangat tanggungjawab sebagai abdi negara, di bawah kepemimpinan pria yang lahir 44 tahun silam ini beserta seluruh karyawan dan stafnya berhasil merintis dan meroketkan nama Rutan Unaaha menjadi rutan terbaik di Sultra tahun 2009. Bagaimana perjalanan Agus Pritiatno memanajemen Rutan kelas II A Unaaha, berikut laporannya.
Laporan: Israriawati (Konawe)

Lingkungan rutan Unaaha tak lagi identik dengan hutan yang ditumbuhi oleh semak belukar dan pohon-pohon liar. Pantauan jurnalis koran ini, kini lokasi rutan Unaaha telah berubah menjadi lingkungan yang bersih, dan asri .  Bangunan dan tembok tinggi yang melingkari Rutan tampak kokoh berdiri dengan balutan cat warna coklat dan hijau diapit oleh dua rumah jabatan  pegawai rutan Unaaha di kedua sisi luarnya. 

 

Tampak pula di luar rutan, pepohonan hijau yang sengaja ditanam sebagai tanaman pelindung sudah mulai meninggi.  Tak kalah dengan di luar, dalam lingkungan rutan juga ditata sedemikian rupa dan tak kalah rapinya. Zona hijau dalam bentuk taman juga mengisi lingkungan dalam lokasi rutan dikelilingi ruangan para penghuni rutan. 

 

Begitu pula dengan fasilitas olahraga seperti lapangan voli dan bulu tangkis juga tersedia.Fasilitas olahraga itulah yang kerap digunakan para penghuni rutan untuk menyalurkan bakat dan hobi olahraganya.   Untuk memupuk kehidupan rohani para penghuni rutan, bangunan Mesjid dan gereja juga tersedia di lingkungan Rutan Unaaha.

 

Demikianlah gambaran lingkungan rutan Unaaha saat ini sejak pertama dirintis tahun 2007 hingga berakhirnya masa jabatan Agus Pritiatno, 6 Juli 2009.

 

Saat itu Agus yang resmi dimandatkan  menjadi kepala rutan Unaaha per 13 Juli 2007 berdasarkan SK Depkum dan HAM, langsung meninjau lokasi Rutan kelas II Unaaha.

 

“Waktu itu yang pertama saya lakukan adalah meninaju lokasi Rutan Unaaha untuk melihat keadaan Rutan.  Rutan ini kan rutan baru, dua tahun bangunannya tidak ditempati dan kondisinya waktu itu seperti hutan,” cerita Agus saat diwawancarai jurnalis Koran ini usai acara serah terima jabatan (sertijab) dan pisah sambut Kepala utan lama kepada Kepala Rutan Baru, Totok Budianto,A.Md.IP,SH di Aula Mokoau, Sabtu (11/7) kemarin.

 

Gambaran awal Rutan Unaaha itu pula disampaikan Agus saat memberi sambutan di hadapan tamu undangan yang hadir saat acara serah terima jabatan, Sabtu kemarin antara lain yang hadir, Kepala Wilayah Dep Kum dan HAM Sultra, Ketua DPRD Konawe, H Abdul Samad BA, Kepala Rutan Kolaka, dan sejumlah Muspida dan yang mewakili Pemda Konawe.

 

Melihat kondisi rutan saat itu, pentolan Magister Hukum Universitas Hasanuddin makassar ini segera melakukan langkah-langkah koordinasi dengan pemerintah setempat dalam hal ini Pemerintah Daerah Kab Konawe untuk mengefektifkan operasional Rutan Unaaha yang akan menampung terpidana dan tahanan dari tiga Kabupaten, Konawe, Konawe Utara dan Konawe Selatan.

 

Pria yang dikenal ramah dan piawai menjalin hubungan kemitraan dengan semua pihak ini berhasil melobi bantuan sejumlah fasilitas sarana dan prasarana Rutan dari Pemda Konawe.

 

“Rutan ini kan rutan baru, tentunya kita butuh fasilitas pendukung operasional rutan agar kerja kita dalam mengefektifkan operasional rutan ini berjalan dengan baik dan efektif,”kata pria yang sangat menghargai dan membina  hubungan  baik dengan semua pihak ini.

 

Operasional Rutan kelas II Unaaha ini kemudian berjalan normal dan efektif setelah pemerintah pusat mengeluarkan DIPA anggaran untuk Rutan Unaaha tahun 2008.  Di dalamnya sudah termasuk biaya makan para warga binaan (narapidana dan tahanan_red).

 

Sejalan dengan bergulirnya waktu, di bawah komando Agus, Rutan Unaaha berhasil menorehkan sejumlah prestasi di bidang olahraga.  Dalam memperingati HUT Pemasyarakatan yang ke-45 Bulan April 2009 kemarin, Rutan Unaaha berhasil mendulang prestasi sebagai juara umum olahraga bola voli pria dan juara umum Foot sal. Sejumlah piala tampak berjejer di atas lemari di ruang kepala rutan Unaaha sebagai bukti prestasi yang pernah diukir Rutan yang baru seumur jagung tersebut.

 

Pada bulan yang sama pula, Rutan Unaaha dinobatkan sebagai Rutan terbaik di Sulawesi Tenggara. Tentunya indikatornya adalah manajemen rutan, prestasi kerja, serta ketaatan dan kedisiplinan para pegawai rutan dalam menjalankan tugas dan tanggungjawabnya.

 

Menjadi komando puluhan staf dan karyawan serta ratusan napi dan tahanan, Suami dari Sam Sam ini tak berhenti melakukan inovasi dan terobosan-terobosan baru untuk kepentingan penghuni Rutan.

 

Februari 2009 lalu, Kepala Rutan Unaaha menandatangani sebuah kontrak kesepahaman atau Master of Understanding (MoU) dengan Direktur Rumah Sakit Kab Konawe, dr Agus Lahida untuk pengobatan gratis bagi warga binaan Rutan Unaaha.

 

“Selama ini kalau ada narapidana yang sakit, kantor yang  biayai semua. Tapi setelah ada MoU yang ditandatangani dengan pihak RSU Unaaha,Februari lalu maka setiap napi yang berobat digratiskan, kalau ada yang dirawat inap digratiskan juga,”ungkap Agus yang juga mantan Kepala Bappas Bau-Bau tahun 2004-2007 ini.

 

Setiap pekan pula kata ayah dua orang anak ini, ditugaskan dokter dari RSU Unaaha untuk memeriksa kesehatan para Napi.  Lagi-lagi layanan itu digratiskan.

 

Menyoal mengenai para tahanan dan narapidana penghuni Rutan, pria kelahiran 17 Agustus 1965 ini mengatakan, perilaku napi di Rutan Unaaha tak sama dengan perilaku napi di Pulau Jawa.  Berkat siraman-siraman rohani yang dilakukan para staf  Rutan, para penghuni rutan tergolong patuh meskipun ada sejumlah napi yang nakal.  “Napi disini tidak sama dengan napi di Jawa, mereka masih patuh,” pujinya.

 

Kesan-kesan selama bersama para staf dan pegawai Rutan Unaaha, tentunya menjadi kenangan indah yang akan dia kenang di tempatnya yang baru (Rutan Kendari_red). Dia berharap para staf dan karyawan rutan yang pernah bekerja bersamanya bisa membantu kepala rutan yang baru dalam menjalankan tugas. 

 

Agus juga berpesan kepada kepala Rutan yang  baru untuk senantiasa menjalin hubungan baik dengan semua elemen masyarakat karena dia yakin pekerjaan tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya dukungan dan kerjasama dengan pihak lain.

 

Dalam penyampaian pesan dan kesan untuk kepala Rutan lama (Agus_red), Paulus yang mewakili seluruh karyawan dan staf Rutan Kelas II B Unaaha mengungkapkan kesan yang mendalam dan tak terlupakan bersama Agus saat mereka merintis Rutan Unaaha tahun 2007 lalu.

 

Saat itu kata Paulus, tower penampungan air yang tingginya sekitar 100 meter yang diendapi Lumpur setebal kurang lebih 50 cm dipanjat dan dibersihkan secara bersama-sama termasuk Agus ikut serta membersihkan tower tersebut.  Paulus dan rekan-rekannya hanya berpesan agar Agus tak melupakan karyawannya di tempat yang lama.   Selamat jalan untuk Agus Pritiatno Bc.IP SH MH beserta keluarga ke tempat tugasnya yang baru, kesuksesan selalau menyertai bapak, Amin !!!!!!!***
Print Kirimkan ke e-mail

Users' Comments (0) RSS feed comment

No comment posted

Add your comment



mXcomment 1.0.7 © 2007-2010 - visualclinic.fr
License Creative Commons - Some rights reserved