Tata Cara Berpuasa Di Bulan Syawal

66
Dengarkan Versi Suara

Berikut ini adalah tata cara umat Islam untuk berpuasa di bulan Syawal. Sebelum melakukannya, pastikan kita memiliki niat yang kuat dan lurus hanya karena Allah SWT. 

1.    Mulai Dilakukan Setelah Tanggal 2 Syawal

Berpuasa di bulan Syawal boleh dilakukan setelah memasuki tanggal 2 Syawal. Sebab pada tanggal 1 Syawal umat Islam sedang merayakan Idul fitri. Hukum berpuasa pada tanggal 1 Syawal adalah haram, karena pada hari itu umat muslim diperintahkan untuk berbahagia dengan merayakan hari raya.

Selain tanggal 1 Syawal, diperbolehkan untuk berpuasa di tanggal berapapun di bulan Syawal. Boleh dilakukan pada awal bulan, pertengahan bulan ataupun akhir bulan Syawal.

2.    Jumlah Hari Puasa Sunnah di Bulan Syawal

Puasa di bulan Syawal memiliki keutamaan yang sayang untuk dilewatkan. Berpuasa di bulan Syawal yaitu berjumlah 6 hari. Berpuasa 6 hari di bulan Syawal boleh dilakukan dengan berurutan selama enam hari sekaligus, boleh juga dilakukan dengan terpisah pisah. Tidak ada perbedaan keutamaan antara melaksanakan puasa di bulan Syawal secara berurutan atau terpisah-pisah.

Bolehkah Puasa Syawal Sebelum Qadha Puasa Ramadhan?

Puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan adalah wajib, namun sayangnya tidak semua umat muslim bisa menjalankan secara penuh ibadah puasa di bulan Ramadhan. Salah satu contoh yang tidak bisa menunaikan ibadah secara penuh di bulan Ramadhan adalah kaum wanita, sebab setiap wanita akan mengalami haid setiap bulannya.

Ada juga beberapa golongan yang Allah berikan keringanan untuk tidak menunaikan puasa di bulan Ramadhan seperti orang yang sedang safar, sedang mengalami sakit berat, ibu yang sedang menyusui atau ibu yang sedang melahirkan.

Muncullah permasalahan tentang pelaksanaan puasa syawal, apakah harus menunaikan qadha terlebih dahulu atau boleh menjalankan puasa sunnah 6 hari di bulan syawal. Dalam hal ini yang paling utama adalah wajib menjalankan puasa qadha terlebih baru menjalankan puasa sunnah 6 hari di bulan Ramadhan.

“Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (H.R Muslim).

Kata “kemudian” dalam hadits di atas dimaknai oleh para ulama sebagai urutan untuk menjalankannya. Selain itu disebabkan bahwa hukum menjalankan ibadah qadha adalah wajib, sedangkan puasa 6 hari di bulan syawal adalah sunnah, maka diwajibkan untuk mendahulukan yang wajib daripada yang sunnah.

Namun ada keringanan bagi seorang muslim yang memiliki udzur syar’I, seperti sedang safar di bulan syawal sehingga tidak sempat menjalankan qadha terlebih dahulu sementara bulan syawal sudah mau berakhir, maka hal itu tetap diperbolehkan berdasarkan perkataan Aisyah dalam sebuah hadits:

Aku masih memiliki hutang puasa Ramadhan. Aku tidaklah mampu mengqodho’nya kecuali di bulan Sya’ban.” (H.R Bukhari & Muslim).

Hadits tersebut menjelaskan bahwa bolehnya menunda ibadah qadha apabila ada udzur syar’i

Bolehkah Menggabungkan Puasa Syawal Dengan Puasa Senin Kamis?

Puasa merupakan ibadah yang mulia dalam Islam. Ada banyak jenis puasa yang dianjurkan oleh Rasulullah. Ada kalanya puasa sunnah satu dengan yang lainnya jatuh di hari yang sama. Misal puasa sunnah 6 hari di bulan Syawal dan juga puasa senin kamis.

Hukum menggabungkan dua buah puasa sunnah adalah boleh. Jika puasa Syawal jatuh di hari senin dan kamis, boleh digabungkan. Jika puasa Syawal jatuh di pertengahan bulan, diperbolehkan juga untuk menggabungkannya dengan puasa ayamul bidh. Ini merupakan mayoritas pendapat para ulama seperti yang dikatakan oleh Syaikh Ustaimin yaitu:

-IKLAN-

“Jika puasa enam hari Syawal bertepatan dengan puasa Senin atau Kamis, maka puasa Syawal juga akan mendapatkan pahala puasa Senin, begitu pula puasa Senin atau Kamis akan mendapatkan ganjaran puasa Syawal. Hal ini berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Sesungguhnya setiap amal tergantung pada niat dan setiap orang akan mendapatkan pahala yang ia niatkan.” Demikian fatwa dari Syaikh Ibnu ‘Utsaimin dalam Fatawa Islamiyyah, 2:154.”

Keutamaan Puasa Syawal

Menjalankan puasa Syawal memiliki banyak sekali keutamaan. Berikut ini adalah beberapa keutamaan dari puasa di bulan Syawal.

1.Mendapatkan pahala seperti berpuasa setahun penuh

Berpuasa sebulan penuh di bulan Ramadhan, kemudian dilanjutkan dengan puasa 6 hari di bulan Syawal pahalanya sama seperti seolah-olah berpuasa sepanjang setahun penuh. Hal tersebut diterangkan dalam hadits berikut:

 “Barangsiapa yang berpuasa Ramadhan kemudian berpuasa enam hari di bulan Syawal, maka dia berpuasa seperti setahun penuh.” (H.R Muslim).

2. Bentuk penyempurnaan Ibadah

Ada kalanya ketika seseorang beribadah kepada Allah terdapat sebuah kekurangan seperti tidak khusyu. Hal tersebut tentu akan mengurangi kesempurnaan ibadah. Sama halnya dengan shalat sunnah rawatib yang berfungsi sebagai penyempurna dari shalat wajib, puasa sunnah juga merupakan penyempurna dari puasa wajib.

3. Tanda diterimanya amalan di bulan ramadhan

Setiap muslim yang taat pasti berusaha menjalankan ibadah di bulan Ramadhan dengan bersungguh-sungguh, tapi apakah semua ibadah tersebut diterima oleh Allah? Para ulama menjelaskan salah satu ciri diterimanya amal adalah amalan tersebut akan diikuti dengan amalan kebaikan berikutnya.

Jika seseorang bersungguh-sungguh berpuasa di bulan Ramadhan untuk mendapatkan ridho Allah, ia akan diberi kemudahan untuk melaksanakan ibadah kebaikan lainnya di bulan berikutnya seperti berpuasa 6 hari di bulan syawal.

“Balasan dari amalan kebaikan adalah amalan kebaikan selanjutnya. Barangsiapa melaksanakan kebaikan lalu dia melanjutkan dengan kebaikan lainnya, maka itu adalah tanda diterimanya amalan yang pertama. Begitu pula barangsiapa yang melaksanakan kebaikan lalu malah dilanjutkan dengan amalan kejelekan, maka ini adalah tanda tertolaknya atau tidak diterimanya amalan kebaikan yang telah dilakukan.” (Latho-if Al Ma’arif, hal. 394.)

4. Ganjaran 10 kali lipat

Salah satu keistimewaan berpuasa di bulan Syawal lainnya adalah karena ibadah ini diberi ganjaran 10 kali lipat. Berpuasa 30 hari di bulan Ramadhan, kemudian diikuti dengan berpuasa 6 hari di bulan syawal nilainya sama dengan berpuasa selama satu tahun penuh.

Berpuasa selama 30 hari di bulan ramadhan senilai berpuasa selama 300 hari dan berpuasa 6 hari di bulan syawal senilai berpuasa selama 60 hari. Artinya Allah melipat gandakan amalan puasa di bulan Syawal sebanyak 10 kali lipat.

Barangsiapa berpuasa enam hari setelah Idul Fitri, maka dia seperti berpuasa setahun penuh. (Barangsiapa berbuat satu kebaikan, maka baginya sepuluh kebaikan semisal.)” (H.R Ibnu Majah)

5. Tanda Peningkatan Takwa

Bulan suci Ramdhan adalah bulan yang mewajibkan umat muslim untuk berpuasa. Bulan Ramadhan terletak persis sebelum bulan Syawal. Tujuan dari perintah berpuasa di bulan ramadhan adalah agar menjadi manusia yang bertakwa. Hal ini dijelaskan dari ayat berikut:

“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (Q.S Al-Baqarah: 183).

Berpuasa di bulan Syawal adalah bentuk ketakwaan hasil memperbanyak ibadah puasa di bulan Ramadhan. Sungguh merugi orang yang keluar dari bulan Ramadhan namun tidak mendapatkan apa-apa. (red)

Komentar Pembaca