Pasca Diresmikan, RSUD Busel Belum Layani Pasien BPJS

261
Dengarkan Versi Suara

BATAUGA- Sepekan sudah kantor pelayanan kesehatan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Selatan diresmikan. Namun sayang, hadirnya RSUD di Busel yang menelan anggaran pembangunan hingga mencapai Rp 86 miliar tersebut belum dapat melayani pasien yang memiliki kartu BPJS Kesehatan. 
Direktur RSUD Kabupaten Busel, dr Frederik Tangke Allo menuturkan hadirnya RSUD yang respentatif di Kabupaten Busel tentu akan berdampak pada peningkatan pelayanan kesehatan di Bumi Gajah Mada. Terlebih, RSUD Kabupaten Busel saat ini dilengkapi dengan fasilitas yang terbilang cukup lengkap dan memadai.
“Kita belum lama ini pindah lokasi. Tadinya kita masih menggunakan bangunan didepan rujab Bupati Busel untuk melayani pasien dengan bangunan yang seadanya, kini kita sudah memiliki gedung sendiri yang berlokasi di Bandar Batauga Buton Selatan,” tuturnya
Kata dia, pemindahan lokasi kegiatan layanan rumah sakit tentu berdampak pada tidak terlayaninya dengan baik pasien yang menggunakan kartu BPJS Kesehatan. Pasalnya, pemindahan lokasi kegiatan RSUD kabupaten Busel harus didukung dengan izin operasional Rumah Sakit.
“Harusnya itu walaupun pindah lokasi kegiatan layanan kesehatan RSUD Kabupaten Busel maka izin operasionalnya juga mengikut dalam artian izin operasional RSUD yang dilokasi sebelumnya dapat digunakan dilokasi berdirinya RSUD Kabupaten Busel saat ini. Tapi pada kenyataannya, hal itu tidak berlaku dan diarahkan untuk kita melakukan kepengurusan baru” tambahnya
Dia menambahkan, saat ini pihaknya masih menanti penerbitan izin oleh DPMPTSP Kabupaten Busel melalui aplikasi OSS. Terlebih pihaknya sudah melakukan proses kepengurusan izin itu sejak beberapa bulan lalu.
“Kalau dokumen izin itu dari tahun lalu kita sudah dorong. Hanya masih ada kelengkapan dokumen yang harus dipenuhi. Mudah-mudahan dalam waktu yang tidak begitu lama lagi izin itu sudah kita kantongi,” jelasnya
Dijelaskan, dalam izin operasional Rumah Sakit tentu juga dibarengi dengan visitasi oleh Dinas Kesehatan Provinsi Sultra. Dimana, tim visitasi tersebut akan melakukan pengujian atas kelayakan pelayanan di Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Busel.
“Kalau untuk pelayanan darurat tentu kita tetap layani begitu juga dengan rawat jalan. Tapi penggunaan kartu BPJS Kesehatan dalam klaim nantinya kita belum bisa layani karena kebijakan kantor BPJS Kesehatan mengisyaratkan kita untuk mengantongi izin operasional dulu,” terangnya
Untuk diketahui, pelayanan kesehatan di Buton Selatan telah digratiskan melalui kebijakan Bupati Buton Selatan, Laode Arusani. Namun sayang, belum dikantonginya izin operasional dipastikan masyarakat Busel harus mengeluarkan bajet yang lebih untuk mendapat pelayanan kesehatan di RSUD Bumi Beradat itu. (RS)

Komentar Pembaca