Merajut Nusantara, Kemenhub RI Hadirkan Simpul Konektivitas antar Pulau di Sultra

470

KENDARI – Presiden Joko Widodo (Jokowi) dijadwalkan akan meresmikan pengoperasian KMP Sultan Murhum II di Pelabuhan Rakyat Wanci di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, pada Kamis 9 Juni 2022.

KMP Sultan Murhum II merupakan Kapal lintas penyeberangan yang melayani rute Kamaru, Kaledupa, Tomia, dah Binongko. Hadirnya KMP Sultan Murhum II menjadi jawaban pemerintah untuk menghubungkan konektivitas antara Daratan dan Pulau terluar di Sulawesi Tenggara.

KMP Sultan Murhum II tidak sebatas angkutan penumpang, tetapi menjadi infrastruktur penting dalam upaya menggulirkan roda perekonomian nasional, khususnya meningkatkan pemerataan ekonomi di Provinsi Sulawesi Tenggara. 

“Kapal ini tidak hanya mengangkut penumpang, tetapi juga membawa barang dan komoditi,” kata BPTD)

Wilayah XVIII Sulawesi Tenggara,  Benny Nurdin Yusuf, saat ditemui disela-sela persiapan jelang kedatangan Presiden RI Joko Widodo, Selasa (7/6/2022).

Lanjut Benny mengatakan, Selain KMP Sultan Murhum II, Kementerian Perhubungan  (Kemenhub) melalui BPTD Wil XVIII Sultra, telah menghadirkan sarana transportasi di Kabupaten Wakatobi berupa Pelabuhan penyeberangan di Kaledupa, Tomia, dan Binongko yang nantinya diharapkan  menghubungkan daerah-daerah terdepan, terluar dan tertinggal, yang tersebar di seluruh wilayah Kabupaten Wakatobi dan Kota Baubau yang dihuni beragam suku, agama, ras maupun bahasa.

“Keberagaman itu, perlu dijembatani dengan infrastruktur konektivitas yang memadai, menjadi simpul antar pulau, serta menjadi urat nadi yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Sulawesi Tenggara,” ujar Benny.

-IKLAN-


Benny menambahkan, hadirnya KMP Sultan Murhum II dan Pelabuhan Penyeberangan di Kaledupa, Tomia, dan Binongko, otomatis akan mendukung pariwisata di Wilayah Wakatobi sebagai Kota Segitiga Karang Dunia.


“Sarana yang dibangun Kementerian Perhubungan ini  mendukung pariwisata di Wakatobi yang dapat menambah pundi-pundi pendapatan daerah ini,” tutupnya.

Sekedar diketahui, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi telah mengungkapkan bahawa pembiayaan proyek dengan menggunakan Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk negara terus berkembang, termasuk Kapal Feri Ro-Ro GT 500 KMP Sultan Murhum II merupakan pesanan langsung dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia. Lama pengerjaan proyek Kapal KMP Sultan Murhum II adalah selama 16 bulan, terhitung dari bulan September 2020 hingga Desember 2021. 

Kapal KMP Sultan Murhum II Ro-Ro 500 GT yang telah dibuat untuk lintas Kaledupa- Tomia- Binongko ini memiliki nilai kontrak sebesar Rp.39,3,- miliar mampu mengangkut 265 orang penumpang dan 18 ABK. Dengan spesifikasi panjang seluruh 46,80 meter, lebar 12 meter, tinggi 3,7 meter, dan kecepatan dinas 13 knot.

Sementara, pelabuhan penyeberangan Kaledupa selesai dibangun di Tahun 2022 dengan total anggaran Rp67,7miliar dengan panjang dermaga 82 meter. 


Sedangkan pelabuhan penyeberangan Tomia dan Binongko, selesai dibangun pada Tahun 2021 dengan total anggaran Rp52,2miliar dengan panjang dermaga 82 meter. (P2)

Komentar Pembaca