918 Jemaah Haji Sultra Siap Berangkat

67
Dengarkan Versi Suara

KENDARI — Labbaika Allahumma labbaik, labaika lasyarika laka labbaik, innal hamda wan ni’mata laka wal mulk la syarika laka.

Kalimat talbiyah itu berkumandang dari jemaah haji Indonesia yang lebih dulu berangkat ke Tanah Suci Makkah dan menunaikan umrah wajib, Senin kemarin. Secara bertahap jemaah haji bergeser dari Madinah ke Makkah.

Gema kalimat talbiyah sudah dikumandangkan 918 jemaah haji Sultra saat manasik haji. Dan akan kembali mengumandangkannya saat menjejak Masjidilharam di Tanah Suci Makkah.

Jemaah haji Sultra baru akan berangkat ke embarkasi Makassar pada 21 Juni. Lalu, 22-23 Juni diberangkatkan ke Arab Saudi.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sultra, H. Zainal Mustamin memastikan jemaah asal Sultra sudah siap diberangkatkan ke Tanah Suci Makkah, Arab Saudi.

Itu tercermin dari kepatuhan jemaah mematuhi seluruh proses administrasi pemberangkatan. Misalnya sudah pra manifes, mengikuti vaksin dosis 1 dan 2 dan sudah vaksin meningitis. “Semua sudah kita persiapkan dengan baik,” ujar Zainal Mustamin kepada Kendari Pos, Senin (13/6), kemarin.

Kesiapan selama berhaji, kata Zainal Mustamin, lebih difokuskan pada kelengkapan dokumen jemaah agar selama berada di Tanah Suci tidak menemui kendala yang mempengaruhi rangkaian berhaji.

-IKLAN-

“Pada saat menunaikan ibadah haji kami minta dokumen-dokumen dipersiapkan dari tanah air dipastikan tidak ada yang terlupa. Meskipum nanti ada (dokumen) yang berbasis android misalnya pengecekkan kesehatan dan identitas diri. Tapi kita juga minta ada print outnya supaya memudahkan pemeriksaan di sana,” tutur Zainal Mustamin.

Intinya ketika masuk di tanah suci dokumen sudah siap sehingga mereka bisa mengikuti seluruh rangkaian haji bersama dengan ketua kloter dan pembimbing haji yang menyertainya.

Kepala Kemenag Sultra, Zainal Mustaminmengimbau seluruh jemaah untuk mematuhi peraturan yang berlaku. Itu penting dalam rangka menjaga kemanan dan keselamatan jemaah selama berhaji.

“Seluruh jemaah harus disiplin dengan mengikuti dan menaati aturan yang berlaku. Harus kompak dan jangan ada yang keluar dari kebersamaan,” ungkap Zainal Mustamin.

Di sisi lain, Zainal Mustamin meminta jemaah untuk melaksanakan persiapan sebelum dan selama berhaji.Persiapan sebelum berhaji yang dimaksud seperti jemaah diwajibkan untuk menjaga kesehatannya agar bisa menunaikan ibadah haji tahun ini.

“Wajib menjaga kesehatan misalnya disiplin makan, disiplin istirahat dan olahraga supaya sehat secara fisik,” imbuh Zainal Mustamin.

Selain itu, jemaah sebelum berangkat diminta untuk belajar ilmu manasik. Baik belajar melalui manasik yang dilaksanakan Kemenag maupun manasik mandiri di rumah masing-masing. “Jemaah wajib memperbanyak pengetahuan (manasik) sebelum berhaji,” kata Zainal Mustamin.

Mantan Kepala Kantor Kemenag Kota Kendari itu mengungkapkan tahun ini Sultra kebagian 922 kuota haji. Rinciannya, 918 jemaah ditambah empat orang pendamping haji.

Rencananya, jemaah haji bakal dilepas Gubernur Sultra, Ali Mazi pada 20 Juni yang dirangkaikan dengan doa mujahada dan zikir untuk keselamatan jemaah.

“21 Juni, jemaah haji diberangkatkan ke Makassar. Jemaah haji Sultra ini tergabung dalam kloter 6, 7, 8 embarkasi Makassar. Mereka akan berangkat secara berurutan dari Makassar pada tanggal 22 dan 23 Juni ke Tanah Suci Makkah,” tutup Zainal Mustamin. (kendaripos/fajar)

Komentar Pembaca