Warga Kendari: Pertamina Aturannya Aneh-Aneh, Mau Paksa Orang Pakai Aplikasi

342
Dengarkan Versi Suara

KENDARI – Pembelian bahan bakar minyak (BBM) subsidi mulai diperketat per 1 Juli 2022. Pengendara yang hendak membeli BBM jenis Pertalite dan solar wajib mendaftarkan diri melalui aplikasi MyPertamina.
Skema penjualan ini akan diujicoba untuk di 11 daerah yang tersebar di 5 provinsi di Indonesia, belum termasuk Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Meski di Kota Kendari tidak termasuk dalam wacana uji coba, aturan tersebut sudah menuai sorotan. Rudi pedagang sayur keliling di Kota Kendari mengatakan aturan tersebut malah menimbulkan problem baru bagi masyarakat.

-IKLAN-

“”Menolak, Semisal kami tidak memiliki paket data, atau hp kami bukan HP android, apakah harus mengisi Pertamax?,” tegasnya.

Rudi bilang, tak hanya pedagang sayur saja yang akan mengalami kendala. Namun masyarakat secara umum juga banyak yang belum melek teknologi.

Melansir dari Metrokendari.id, Penolakan kebijakan beli BBM pakai aplikasi MyPertamina juga dikeluhkan La Ode Badi (28) tahun, salah seorang warga Kota Kendari menyebut, kebijakan Pertamina yang membuat aturan itu dinilai ribet.

“Ini Pertamina aturannya aneh-aneh, mau paksa orang pakai aplikasi. Bagaimana dengan orang yang hanya pakai Hp biasa, atau petani. Buat kebijakan bukannya mempermudah masyarakat malah tambah sulit,” ucapnya dengan nada kesal, Rabu (29/6/2022).

Lanjut Badi, penerapan aturan membeli Pertalite mewajibkan pakai aplikasi juga dinilai bertentangan dengan larangan aturan memakai handphone di are Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU).
“Katanya dilarang main Hp di SPBU, baru ini muncul aturan pakai aplikasi untuk beli Pertalite. Sementara itu aplikasi ada di Hp, jelas sudah tidak sinkron lagi aturan ini,” ungkapnya.(red)

Komentar Pembaca