Beli Minyak Goreng Curah Pakai Aplikasi Peduli Lindungi, Begini Tanggapan Mahasiswa

59
Dengarkan Versi Suara

KENDARI – Baru-baru ini pemerintah kembali mengeluarkan kebijakan menyangkut soal pembelian minyak goreng curah rakyat.

Pemerintah juga tengah gencar melakukan sosialiasi transisi pembelian minyak goreng curah rakyat dengan menggunakan aplikasi PeduliLindungi.

Diketahui, PeduliLindungi sendiri adalah aplikasi yang dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan untuk menghentikan penyebaran Coronavirus Disease (Covid-19).

Tetapi saat ini penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga dipergunakan untuk memantau penyaluran minyak goreng curah rakyat tepat sasaran.

Kebijakan ini pun mendapat kritikan dari berbagai pihak. Salah satunya, Forum BEM STMIK se-Indonesia (FBSSI). Melalui Sekretaris Pusat (Sekpus) FBSSI, Abd. Wahid mengatakan penggunaan aplikasi tersebut tidak seusai peruntukannya.

Menurutnya aplikasi PeduliLindungi dikembangkan untuk membantu instansi pemerintah terkait dalam melakukan pelacakan Covid-19.

-IKLAN-

Pemerintah menyebut penggunaan aplikasi PeduliLindungi untuk pembelian minyak goreng curah sebagai upaya pemantauan jumlah pembelian di masyarakat dan ke mana saja minyak curah mengalir.

“Mengapa digunakan untuk memantau penyelewengan di berbagai tempat yang menyebabkan terjadinya kelangkaan kenaikan harga minyak goreng,” katanya, Jumat (1/7/2022).

Jika pemerintah beralibi dengan pemanfaatan aplikasi PeduliLingudingi akan memberikan efek positif terhadap penyaluran minyak goreng curah rakyat, rasanya kurang tepat.

Sebab, kelangkaan dan mahalnya minyak goreng terjadi datangnya dari kebijakan pemerintah itu sendiri. Sehingga penggunaan aplikasi PeduliLingudingi dengan tujuan memantau, dia pikir tidak relevan.

“Saya rasa kita telah mengetahui penyebab minyak goreng langka dan mahalnya minyak goreng bukan karena tidak tepat sasaran namun dari kebijakan itu sendiri,” ungkapnya.

Mahasiswa Catur Sakti STIMIK Kendari ini meminta dan menyarankan pemerintah agar ketika membuat kebijakan tidak menyulitkan dan membingungkan rakyat.

Pasalnya dengan kebijakan itu, tentu masyarakat akar rumput yang jauh dari kata teknologi, dituntut untuk menggunakan smartphone sebagai penunjang atau fasilitas untuk membeli minyak goreng curah melalui aplikasi PeduliLingudingi.

“Di sini diperlukan kebijakan  yang bisa menyesuaikan dan bisa mengenai oknum-oknum minyak goreng. Bukan malah menyulitkan masyarakat beli minyak goreng harus pakai aplikasi PeduliLingudingi,” tukasnya. (bds*)

Komentar Pembaca