Ketua HKTI Sultra Andi Sumangerukka: Saya Ingin Mendedikasikan Diri untuk Menyejahterakan Masyarakat Sultra

322
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Ketua Umum DPP Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Jenderal (Purn) Dr Moeldoko menegaskan pertanian bisa memberi kontribusi ketersedian lapangan pekerjaan pasca Covid-19 yang melanda bangsa Indonesia,Sehingga HKTI dapat meningkatkan dan memenuhi kebutuhan bahan pokok bagi 270 juta jiwa rakyat Indonesia.

“Pertambahan angkatan kerja setiap tahun sekira 2,7 juta, sehingga diharapkan pertanian bisa memberi kontribusi ketersedian lapangan pekerjaan. Karena masih banyak terjadi pengangguran pasca covid-19 yang melanda bangsa kita selama dua tahun ini,”ujar Moeldoko  saat melantik Ketua dan pengurus DPD HKTI Provinsi Sulawesi Tenggara dalam rapat kerja nasional (Rakernas) HKTI tahun 2022 di Hotel Discovery Ancol Jakarta, Jumat (1/7), kemarin.

Moeldoko yang juga Kepala Staf Presiden (KSP) mengungkapkan  kehadiran HKTI di daerah diharapkan dapat mendorong pertumbuhan ekonomi dan menggerakkan roda perekonomian nasional. Mantan Panglima TNI itu juga mengingatkan pentingnya penguatan organisasi agar berperan besar dalam membangun ketahanan pangan, kemandirian pertanian, dan menjngkatkan kesejahtetaan petani.

“Hal yang urgen dilaksanakan HKTI adalah konsolidasi organisasi, pendampingan petani, koordinasi dan komunikasi dengan lembaga terkait, dan melakukan social engineering,” tegas Moeldoko kepada seluruh pengurus DPD HKTI se-Indonesia dan peserta rakernas lainnya.

Mantan Panglima TNI ini menambahkan HKTI harus melakukan konsolidasi sampai ke gabungan kelompok tani (Gapoktan). Dengan begitu, HKTI dapat membantu mengatasi permasalahan-permasalahan petani secara langsung. “Konsolidasi harus sampai menyentuh Gapoktan,” pinta Moeldoko.

Sementara itu, Ketua Dewan Pertimbangan DPP HKTI Osman Sapta Odang, menyampaikan terima kasih atas kemajuan HKTI ini dalam kendali Moeldoko. “Saya berharap DPP HKTI bisa memberikan kontribusi kemajuan pertanian di daerah dan secara nasional,” ujarnya.

Mayjen TNI (Purn) Andi Sumangerukka selaku Ketua Umum DPD HKTI Sultra saat dikonfirmasi setelah mengikuti pengukuhan menyebutkan, HKTI membawa misi besar untuk kesejahteraan petani di Sultra. Misi tersebut tertuang dalam program kerja 100 hari HKTI Sultra.

-IKLAN-

“Saya ingin lewat HKTI bisa mendedikasikan diri untuk menyejahterakan masyarakat Sultra,” kata Andi Sumangerukka dikutip dari KendariPos.com dalam sebuah kesempatan. Jumat (1/7/2022).

Ketua BPW Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (KKSS) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra)  itu mengungkapkan, program kerja 100 hari HKTI Sultra itu adalah pemberian beasiswa Be-ASR kepada masyarakat kurang mampu seperti anak petani agar bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi. “Program ini sangat baik untuk mewujudkan cita-cita anak muda kita yang ingin kuliah namun terkendala dengan biaya. Mereka bisa menghubungi kami,” ungkap Andi Sumangerukka.

Program lainnya adalah program sertifikat tanah gratis bagi petani. Tahun ini, HKTI Sultra bakal bekerja sama dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sultra untuk membantu sertifikasi lahan pertanian 1.000 petani.

“Kami akan bantu pengurusannya. Maka dari itu kami akan inventarisir petani yang kesulitan mengurus sertifikat tanahnya,” jelas Andi Sumangerukka.

Selanjutnya ada bantuan pupuk gratis kepada petani. Andi Sumangerukka dan HKTI Sultra secara bertahap akan menyalurkan pupuk gratis kepada masyarakat dalam rangka mendukung produksi pertanian masyarakat. Dirinya berjanji akan mendirikan koperasi dan penguatan kelompok tani melalui Gapoktan (Gabungan Kelompok Tani).

“Dengan cara ini, petani bisa mengakses permodalan. Sehingga tidak tergantung lagi pada tengkulak,” jelas Andi Sumangerukka.

Selain permodalan, Andi Sumangerukka bakal merancang bantuan pupuk kimia nonsubsidi dengan harga yang terjangkau melakui MoU dengan perusahaan distributor pupuk. Selanjutnya akan menggelar bimtek dan industrialisasi pertanian.

Untuk diketahui, HKTI (Himpunan Kerukunan Tani Indonesia) adalah sebuah organisasi sosial di Indonesia yang berskala nasional, berdiri sendiri dan mandiri yang dikembangkan berdasarkan kesamaan aktivitas, profesi, dan fungsi di dalam bidang agrikultur dan pengembangan pedesaan, sehingga memiliki karakter profesional dan persaudaraan. HKTI didirikan pada 27 April 1973 di Jakarta melalui penyatuan empat belas organisasi penghasil pertanian utama.

HKTI bertujuan meningkatkan pendapatan, kesejahteraan, harkat dan martabat insan tani, penduduk pedesaan dan pelaku agribisnis lainnya, melalui pemberdayaan rukun tani komoditas usaha tani dan percepatan pembangunan pertanian serta menjadikan sektor pertanian sebagai basis pembangunan nasional dalam rangka mewujudkan tujuan nasional sebagaimana termaktub dalam Pembukaan Undang Undang Dasar 1945.

HKTI memiliki fungsi sebagai:

  1. Wadah penghimpun segenap potensi insan tani Indonesia dan atau “Rukun Tani” jenis komoditas usaha tani.
  2. Alat penggerak pengarah perjuangan insan tani Indonesia.
  3. Sarana penampung dan penyalur aspirasi amanat penderitaan rakyat tani penduduk pedesaan.
  4. Wahana menuju terwujudnya cita-cita nasional, Indonesia raya.
  5. Arena pemberdayaan dan pendidikan insan tani, masyarakat pertanian dan pedesaan. (KE/KP)
Komentar Pembaca