Tanggul PT MSSP Jebol, Banjir Lumpur Hebat Menyapu 2 Gedung Sekolah dan Rumah Warga

127
Dengarkan Versi Suara

KONAWE UTARA – Luapan air bercampur lumpur yang berasal dari tanggul yang ada di kawasan perusahaan PT Manunggal Sarana Surya Pratama (MSSP) jebol. Akibatnya, air bercampur lumpur tersebut menyapu Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra). Akibatnya  2 gedung sekolah dan 12 rumah warga terdampak banjir lumpur itu, Rabu (6/7/2022)

Kordinator wilayah LSM Jarak Sultra Kabupaten Konawe Utara Abdullah Tahir, mengatakan, peristiwa banjir bandang yang terjadi di Desa Boenaga ini adalah satu bukti keserakahan dalam mengelola pertambangan di Konut secara masif dan sistematis dalam menghancurkan ekosistem hutan.

“Mereka di biarkan mengarap lahan tanpa adanya evaluasi nmonitoring dari stakeholder yang bertanggung jawab dalam musobah ini,”ucap Tahir.

Lanjut Tahir menegaskan bahwa kini masyarakat  menanggung getah dari dampak buruk aktivitas tambang, kata dia, seharusnya ada yang mesti bertanggungjawab, jangan hanya  saling menuding kesalahan .

-IKLAN-

“Saya sebagai putra daerah konawe utara meminta dengan tegas supaya instansi pemerintah yang bertanggung jawab dalam pengelolaan dan pemberian izin pertambangan ini betul-betul melaksanakan tugas dan fungsinya secara profesional dan mempunyai nurani dalam melihat kondisi serta fakta yang betul-betul terjadi di lapangan,”tegasnya.

Tahir menambahkan, Jarak Sultra mendesak semua pihak aparat penegak hukum (APH), khususnya KPK RI yang mempunyai kewenangan yang luar biasa untuk segera melakukan tindakan moratorium supervisi dan segera lakukan penindakan jika ada kejahatan lingkungan

“Jika disitu di temukan tindak pidana kejahatan lingkungan yang dduga ada unsur-unsur KKN, jangan di biarkan Bumi Oheo hancur. Semua ekosistem hutannya dimana tempat kami berpijak menatap masa depan dirusak oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,”pungkasnya.

Dikutip dari Tirtamedia.id,Kepala Desa Boenaga, Adam mengungkapkan, banjir bandang tersebut cukup parah, terlebih material lumpur ikut terbawa air menerjang pemukiman warga.

“Airnya deras soalnya ikut lumpur, seharusnya galih dulu lebih dalam di belakang sekolah untuk draenase. Itu draenase cuma di belakang sekolah, yang di atasnya tidak ada. Makanya air dari atas langsung turun ke bawa,” ungkapnya.

Ia menyebutkan, PT MSSP telah beraktivitas selama 7 tahun. Diduga dua kolam retensi milik perusahaan jebol, akibat intensitas hujan yang tinggi.

Sementara itu, terdapat 156 Kepala Keluaga di Desa Boenaga, Kecamatan Lasolo.(KE/Tirtamedia)

Komentar Pembaca