Tidak Bayarkan Uang Kompensasi 16 Tongkang, Masyarakat Tutup Akses Holing Puluhan Penambang Koridor Eks Mining Maju

1,729
Dengarkan Versi Suara

Diduga puluhan penambang koridor yang melakukan aktivitas pertambangan di wilayah IUP Eks Mining Maju

KOLAKA UTARA – Masyarakat  Dusun Labundala, Desa puncak Monapa, Kecamatan Lasusua, Kabupaten Kolaka Utara, menutup akses jalan para penambang koridor yang berada di Desa Puncak Monapa dan akses holing yang berada di wilayah dekat Jetty PT TDS.

Pendamping Masyarakat, Muhammad Ibang SE, mengatakan  kurang lebih 50 penambang koridor yang melakukan aktivitas pertambangan di wilayah IUP Eks Mining Maju dan menggunakan Jetty PT TDS. Sebanyak 16 tongkang ore nikel sudah berhasil  keluar dari Jeti di wilayah tersebut.

Kata dia, Masyarakat menuntut hak dampak yang telah disepakati dengan puluhan perusahaan tambang koridor di Eks Mining Maju. Masing-masing  Rp30 juta Per tongkang dari  tongkang-tongkang  yang telah melakukan pengapalan.

“Uang kompensasi dampak yang belom pernah sama sekali tersentuh oleh  masyarakat. Jika tidak masyarakat akan tetap menutup akses jalan para penambang yang berada didesa Puncak monapa dan akses holing yang berada di wilayah dekat Jetty PT TDS,” Katanya, saat dihubungi awak media melalui pesan singkat Whatsapp.

Lanjut Ibang mengatakan, hingga saat ini dana konfensasi  dampak tidak tersalurkan meski pihak penambang sudah menyelesaikannya sebelum tongkang diberangkatkan.

“Sementara di Desa Pitulua dana dampaknya tersalurkan dengan baik. Nilai Rp65 juta per tongkangnya danuang dampak Bagang Nelayan dan Serong sebanyak Rp50 juta” katanya.

Ibang bilang, Kepala Desa telah menengahi masalah kompensasi masyarakat beberapa hari yang lalu, namun tidak ada solusi yang diperoleh dan tidak dapat terpenuhi keinginan Masyarakat, sehingga Masyarakat berenisiatif untuk mengambil langkah kembali melakukan aksi penutupan akses penambangan.

“Masalah ini tidak kami bebankan lagi ke Pemerintah Desa kami, karena usaha demi usaha sudah dilakukan oleh Pemerintah Desa, namun hasilnya tetap sama,” katanya.

-IKLAN-

Ibang menambahkan, aksi ini terjadi karena keinginan umum Masyarakat Desa Puncak Monapa, bukan per orangan atau kepentingan politik. Melainkan karena memang memperjuangkan hak- haknya yang  mestinya tersalurkan dengan baik, sebagaimana dengan penyaluran di Desa Pitulua dan Desa Sulaho.

“Sementara titik paling pertama kena dampak dari aktifitas pertambangan yag ada di IUP Eks Mining Maju Adalah Desa Puncak Monapa dan Dusun Labundala,” pungkasnya.

Aktivitas Penambangan Ilegal

Direktur Ampuh Sultra Hendro Nilopo, mengatakan, aktivitas penambangan ilegal yang terjadi di lokasi Eks IUP PT. Mining Maju di Kolaka Utara merupakan kegiatan ilegal yang terstruktur, sistematis dan masif.

Hendro Nilopo juga menyoroti pihak syahbandar Kolaka yang terkesan melakukan pembiaran terhadap penggunaan Jetty PT TDS yang diduga belum memiliki izin operasional dari Kementerian Perhubungan RI. Hendro menambahkan, mereka melakukan penambangan ilegal tanpa ada penindakan, mereka juga menggunakan jety ilegal tetapi diterbitkan Surat Izin Berlayar (SIB).

Menunggu Keseriusan Ditreskrimsus Polda Sultra

Melansir dari Sultranesia.com, beberapa waktu lalu, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sulawesi Tenggara (Sultra), Kombes Pol Bambang Wijanarko, berjanji bakal menurunkan anggotanya untuk mengecek lokasi eks IUP PT Mining Maju yang diduga digarap oleh penambang secara ilegal.

“Terimakasih informasinya, saya akan turunkan anggota untuk pengecekan di lokasi (eks IUP PT Mining Maju),” kata Bambang saat dikonfirmasi Sultranesia.com pada Jumat (1/7) terkait dugaan penambangan ilegal di eks IUP PT Mining Maju di Desa Sulaho, Kecamatan Lasusua, Kolaka Utara.

Apa yang bakal dilakukan Ditreskrimsus Polda Sultra itu mendapat apresiasi dari Direktur Aliansi Masyarakat Peduli Hukum (Ampuh) Sultra, Hendro Nilopo.

“Kami apresiasi Ditreskrimsus jika hal itu memang benar-benar dilakukan,” kata Hendro kepada media ini, Senin (4/7).

Hendro bilang, pihaknya masih menunggu keseriusan Ditreskrimsus untuk menurunkan anggotanya ke lokasi Eks PT Mining Maju, dan menindak pelaku penambangan ilegal di sana . Sebab, hingga saat ini para penambang ilegal masih bebas melakukan aktivitasnya di sana. (red)

Komentar Pembaca