Sidak Para ASN, Pj Bupati Muna Barat Dapati Kepala Puskesmas Absen

60
Dengarkan Versi Suara

MUNA BARAT – Pj Bupati Muna Barat, Bahri melakukan Inspeksi Mendadak (sidak) di Puskesmas Guali, Kecamatan Kusambi, Kabupaten Muna Barat, Jumat (8/7/2022). Sidak ini dilakukan guna mendorong tingkat kedisiplinan para Aparatur Sipil Negara (ASN).

Bahri mengaku saat melakukan sidak pihaknya telah tidak menemukan sejumlah ASN berada di kantor. Ironisnya lagi, kepala Puskesmas pun tidak berada di tempat.

Ia mengungkapkan, dalam meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan seharusnya para pegawai yang bertugas di Puskesmas hadir tepat waktu di kantor. Pasalnya tenaga kesehatan harus berada pada garda terdepan agar masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang prima dan maksimal.

“Saya inginkan dalam pelayanan kesehatan masyarakat tidak ada keluhan keterlambatan pelayanan kesehatan pada semua Puskesmas maupun rumah sakit,” ujarnya.

-IKLAN-

Untuk itu, Direktur Perencanaan Keuangan Kemendagri ini menegaskan ASN yang bermalas-malasan dan tidak masuk kerja tanpa alasan, akan diproses sesuai dengan kode etik ASN.

“Kalau ada pegawai saya yang malas dan tidak bekerja secara profesional maka saya akan beri sanksi, saya akan dimutasi sesuai kebijakan yang ada,” tegasnya.

Meski demikian, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan bersama, Bahri berharap kepada pihak-pihak terkait agar para ASN yang berada di wilayah pimpinannya, untuk bekerja secara profesional.

“Kita digaji oleh rakyat dan saya tidak mau dengar bahwa ada pasien mengeluh soal pelayanan kesehatan, terutama pada ibu hamil, maka dari itu kita harus bekerja secara profesional dan loyalitas,” pungkasnya.

Sementara itu, menurut keterangan dari salah seorang staf yang enggan disebutkan namanya berdalih bahwa kepala Puskesmas sedang dalam masa Cuti. Sementara sebagian ASN sedang izin ke Dinas Kesehatan Mubar dan sebagain ASN lainnya tidak hadir.

“Iya Kapus dia cuti, kalau tidak salah selesai cutinya tanggal 13, kalau ASN sebagian tidak datang berkantor dan ada yang izin lagi ke Dinkes ada urusan,” ungkapnya (bds)

Komentar Pembaca