Kapolsek Baruga: Kejadian di Sao-sao Hanya Salah Paham, karena Lupa Bawa Dompet saat Beli Chip Game Online

1,012
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Video viral seorang pemuda yang hampir diamuk massa di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) gara-gara membeli chip game online Higgs Domino di sebuah konter di Jalan Saosao, Kelurahan Bende, ternyata hanya karena kesalahpahaman.

Hal itu dibenarkan Kapolsek Baruga AKP Umar, dia mengatakan kericuhan di sekitaran kantor Pajak Kendari, tepatnya di kios pulsa Incess Cell, di Jalan Sao-sao Kelurahan Bende, Kecamatan Kadia, Rabu (13/7/2022), hanya kesalahpahaman saja.

Umar menyebut awalnya pemuda berinisial TD warga Kelurahan Wua-wua itu membeli chip game online di kios pulsa Inces Cell. Setelah ingin membayar chip game online tersebut, dia memeriksa dompetnya, namun setelah diperiksa, dompet tersebut ternyata tidak ada di saku celananya. Diapun baru menyadari bahwa dirinya tidak membawa dompet.

Setelah itu, pemuda tersebut bergegas ke motornya memeriksa sadel motornya, sehingga penjaga Kios Pulsa itu menariknya karena mengira pemuda tersebut ingin melarikan diri menggunakan sepeda motornya.

-IKLAN-

Lanjut Umar mengatakan, wanita penjaga konter mengira kalau pemuda itu akan melarikan diri, sehingga dia mengejar dan mengamankan pemuda tersebut.

Umar menjelaskan, pada saat itu pemuda itu bukan melarikan diri karena belum membayar Chip Game Online tetapi karena ingin mengambil dompetnya yang tertinggal di rumahnya.

“Pemuda itu mengaku bahwa dirinya mengira dompet miliknya masih ada di saku celananya. Setelah dan ternyata dompet itu ketinggalan di rumah, sehingga dia hendak pulang dulu ke rumah untuk mengambil dompetnya itu dan kembali lagi ke kios tersebut,” kata Umar.

Saat ditemui awak media di kediamannya Kamis (13/7/2022), pemilik kios pulsa Incess Cell, Nono Arnold, membenarkan bahwa kericuhan yang terjadi di depan Kiosnya karena kesalahpahaman saja, dan telah selesai secara kekeluargaan, dan kedua belah pihak sudah saling memaafkan. 

“Kepada Masyarakat umum atau pihak keluarga bahwa permasalahan ini telah diselesaikan secara kekeluargaan. Dan teman-teman yang memiliki video tersebut tolong dihapus, itu semua cuman kesalahpahaman kemarin. Jadi saya mohon semua teman-teman di medsos jangan lagi di viralkan, ini semua karena kesalahpahaman saja,” katanya.

Komentar Pembaca