Prabowo Bersyukur RI Tak Seperti Sri Lanka yang Diambang Bangkrut

62
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Menteri Pertahanan (Menhan) Prabowo Subianto mengaku bersyukur kondisi Indonesia saat ini tak seperti negara Sri Lanka dan Pakistan yang diambang kebangkrutan imbas krisis.

“Kita bersyukur Indonesia seperti sekarang ini. Kita lihat apa yang terjadi di Sri Lanka dan di belahan bumi lain. Di Pakistan, ada negara yang total diambang bangkrut,” kata Prabowo di Kongres Fatayat NU di Palembang, Sumatera Selatan yang disiarkan di YouTube TV NU, Jumat (15/7).

Prabowo tak bisa membayangkan bila Indonesia mengalami kelangkaan dan krisis bahan bakar minyak (BBM) seperti yang terjadi di negara tersebut. Jika kondisi itu terjadi, Ia meyakini ekonomi ikut tak bergerak karena pelbagai sektor lain terdampak siginifikan.

“Enggak ada lampu, enggak ada listrik dan angkutan yang jalan. Bagaimana roda ekonomi? Jadi sungguh-sungguh pantas kita bersyukur,” ucap dia.

Prabowo mensyukuri pemimpin dan para elite Indonesia saat ini bersatu dalam kebijaksanaan. Sehingga, kerukunan, perdamaian dan stabilitas tetap terjaga di Indonesia. Baginya, tak mungkin negara dapat keluar dari kesulitan jika pemimpinnya tak kompak dan rukun satu sama lain.

“Lihat contoh negara lain. Karena pemimpinnya ribut terus, terjadi kehancuran ekonomi. Karena tak ada stabilitas tak mungkin ada ketenangan,” kata dia.

Klaim Berhasil Tangani Covid
Di sisi lain, Prabowo menyanjung Indonesia menjadi negara yang diakui dunia berhasil menangani pandemi virus corona (Covid-19) dengan baik.

“Tapi alhamdulillah dari 200 negara, bangsa kita Indonesia dinilai mungkin masuk lima atau enam negara dengan penanganan covid terbaik di dunia,” kata Prabowo

Prabowo mengeluhkan Indonesia kerap dianggap remeh dan dipandang sebelah mata oleh bangsa lain selama ini. Ia menilai kondisi demikian karena faktor masyarakat Indonesia terlalu baik dan ramah. Sehingga, Indonesia sering kali tak dianggap.

-IKLAN-

“Tapi dari 200 negara, penanganan Covid kita jadi lima negara yang terbaik di dunia. Bahkan negara yang hebat dan kaya seperti AS dan Eropa, angka korban Covid dan angka infeksi mereka jauh di atas kita sekarang,” kata dia.

Prabowo Puji NU Jadi Penyelamat
Prabowo kemudian memuji kiprah Nahdlatul Ulama (NU) sebagai organisasi yang hadir sebagai penenang dan penyelamat ketika negara dalam kondisi kritis.

“Karena itu kita bersyukur bahwa keluarga besar NU berkali-kali di saat kritis negara selalu jadi faktor penenang dan faktor penyelamat dan jamin perdamaian dan kerukunan bangsa Indonesia,” kata Prabowo.

Bagi Prabowo, peran keluarga besar Fatayat, dan NU sangat menentukan dalam menciptakan kerukunan dan kedamaian di Indonesia. Ia juga memandang banyak pemimpin dan kiai NU penuh kearifan terhadap agama Islam yang dapat memberi perdamaian.

“NU kita yakini adalah pilar stabilitas di Republik Indonesia ini,” katanya.

Didoakan Jadi Presiden
Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Amiruddin Nahrawi mendoakan Prabowo jadi Presiden dan Ketum PKB Muhaimin Iskandar sebagai wakil presiden.

“Kita doakan bapak Prabowo jadi Presiden. Gus Imin jadi Wakil Presiden. Kalau bapak Jadi Presiden, saya menteri apa pak?” teriak Amiruddin.

Ucapan tersebut disambut senyum Prabowo yang tak lama kembali duduk di samping Gubernur Sumsel Herman Deru. Gelak tawa hadirin menggema setelah mendengar celetukan tersebut.

Prabowo lalu mengaku sempat bingung mendapatkan undangan menghadiri Kongres Fatayat NU dalam kapasitasnya sebagai Menteri Pertahanan.

“Saya sempat bertanya kepada diri sendiri, kenapa saya, Menhan, diundang di Kongres Fatayat NU. Tetapi ternyata memang tepat. Menteri Pertahanan adalah pembantu utama Presiden di bidang pertahanan dan bagi bangsa Indonesia. Pertahanan adalah kewajiban seluruh warga negara. Emak-emak ini ikut berkewajiban atas keselamatan Indonesia,” kata Prabowo.

(rzr/idz/DAL)

Komentar Pembaca