Bupati Konawe Utara H Ruksamin Bantah Bumi Oheo Sebagai Wilayah Kemiskinan Ekstrem. Begini Katanya

330
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Bupati Konawe Utara (Konut) H. Ruksamin bantah wilayahnya sebagai wilayah kemiskinan ekstrem. 

Sebelumnya Pemerintah pusat melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Republik Indonesia (RI) menetapkan lokasi daerah kemiskinan ekstrem sejumlah 212 kabupaten/kota se-Indonesia dalam Surat Keputusan (SK) Nomor 25 Tahun 2022, 5 di antaranya berada di Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Kelima daerah tersebut yaitu Kabupaten Wakatobi, Kabupaten Konawe, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Kabupaten Kolaka Utara (Kolut), dan Kabupaten Kolaka Timur (Koltim).

Akan tetapi, pernyataan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Konawe Utara dibantah H Ruksamin. Kata dia, data tersebut adalah daerah yang akan menjadi sasaran penurunan angka kemiskinan secara ekstrim yang akan menjadi perhatian pemerintah pusat, provinsi dan daerah.

-IKLAN-

“Yang dimaksud disini adalah daerah yang menjadi sasaran Penurunan angka kemiskinan ekstrim, bukan kemiskinannya yang ekstrim tapi penanganannya,” Kata Ruksamin kepada KENDARIEKSPRES.COM melalui pesan singkat WhatsApp, Minggu (17/7/2022).

Ketua DPW Partai Bulan Bintang Provinsi Sulawesi Tenggara itu mengungkapkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), ada 5 daerah dengan angka kemiskinan tertinggi di Sultra yakni Konawe Kepulauan, Buton Tengah, Wakatobi, Buton Utara, dan Buton Selatan.

Bakal Calon Gubernur Sultra itu mengatakan, angka IPM (Indeks Pembangunan Manusia) menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi tinggi rendahnya angka kemiskinan. Konut berada di urutan ke 5 dari 17 Kab Kota se-Sultra. 

“Konut berada di bawah rata-rata angka pengangguran terbuka, baik itu nasional maupun Provinsi. Konut berada di urutan ke 8 dari 17 Kabupatan/Kota se Sultra,”ungkapnya.

Lanjut Ruksamin mengatakan, Selain daerahnya habis dihantam banjir, akses ke Konut yang ada di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi agak lambatnya pertumbuhan ekonomi di Konut.

“Konut Selain habis di hantam banjir, akses ke Konut (Jalan Trans Sulawesi/Jalan Negara, red) yang ada di Morosi adalah salah satu faktor yang mempengaruhi agak lambatnya pertumbuhan ekonomi di Konut,” tutupnya. (red)

Komentar Pembaca