Pembantaian Keji KKB di Nduga Papua, Ustaz dan Pendeta Jadi Korban

55
Dengarkan Versi Suara

KENDARIEKSPRES.COM – Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) menembak sebanyak 10 orang warga di Nduga, Papua. Korban kekejaman mereka salah dari ustaz hingga pendeta.

Dilansir detik Sulsel, Minggu (17/7/2022), peristiwa berawal saat seorang anggota KKB memasuki kios milik salah seorang warga berinisial H Sabtu (16/7). Polisi menduga pelaku penyerangan berjumlah 21 orang. Sambil membawa pisau, anggota KKB itu memerintahkan orang dalam kios keluar.

“(Anggota KKB) menyuruh orang di dalam Kios untuk keluar disertai dengan menghambur barang kios,” kata Wakasatgas Humas Ops Damai Cartenz AKBP Arif Irawan. kepada detikSulsel, Sabtu (16/7).

Beberapa saat kemudian, sekitar 20 orang anggota KKB lainnya juga tiba di lokasi. Sebagian besar dari mereka membawa senjata api laras panjang dengan jumlah kira-kira 15 senjata api.

Para kriminil ini kemudian meneriaki semua laki-laki yang ada di dalam kios untuk keluar. Saat itu, ada lima laki-laki dan dua perempuan keluar dari dalam kios.

Mereka lantas menyuruh dua perempuan itu masuk kembali ke dalam kios. Sementara lima pria tadi dibantai dan ditembak hingga tewas.

“Selanjutnya 5 orang laki-laki tersebut dipukul dan ditembak mati,” katanya.

Aparat gabungan TNI Polri yang menerima laporan penembakan itu langsung turun tangan ke lokasi. Hingga akhirnya ditemukan ada 10 orang korban meninggal dunia, dan dua orang lainnya luka-luka.

“10 (Korban) meninggal dunia salah satunya seorang pendeta,” ujar Arif Irawan.

Arif mengatakan jenazah pendeta itu sudah diserahkan ke pihak keluarganya. Sementara sembilan jenazah lainnya yang berasal dari luar Papua dievakuasi ke Bandara Moses Kilangin, Mimika, Papua.

“Pendeta Eliaser diserahkan ke keluarganya di Kenyam untuk dimakamkan,” katanya.

Arif mengutuk serangan KKB yang tidak pandang bulu dan sangat keji tersebut.

“Sangat keji, tidak pandang bulu, seorang pendeta yang harusnya kita hargai dan kita hormati harus menjadi korban pembantaian KKB,” katanya.

-IKLAN-

Selain pendeta, seorang ustaz menjadi korban KKB. Ustaz yang menjadi korban adalah Ustaz Daeng Marannu. Dia merupakan seorang dai yang biasa berdakwah di Masjid Kenyam, Kampung Nogolait, Kabupaten Nduga, Papua.

Dari keterangan Polda Papua, Ustaz Daeng Marannu terakhir melakukan dakwah saat khotbah Idul Adha pada Minggu (10/7/2022) di Masjid Kenyam.

“Selain Ustazz Daeng Marannu, pendeta Eliaser Banner juga menjadi korban penembakan. Ia ditembaki saat melerai penganiayaan yang dilakukan KKB,” ungkap Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, dalam keterangannya, Minggu (17/7).

Kabid Humas sekaligus Kasatgas Humas Ops, Damai Cartenz, menambahkan, jenazah Ustaz Daeng Marannu akan diterbangkan ke kampung halamannya di Sulawesi Selatan.

Kamal menerangkan, kondisi di Kampung Nogolait berangsur kondusif. Sejumlah aparat bersiaga di lokasi untuk berjaga serta mengantisipasi adanya peristiwa yang tidak diinginkan.

“Di sana sudah ada anggota yang berjaga, dan kasus ini masih dalam penyelidikan. Kita bersama pihak terkait akan berusaha semaksimal mungkin menangkap para pelaku agar bisa diadili sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya.

Kronologi Penyerangan
KKB menembaki 12 warga Kampung Nogolait, Nduga, Papua. Sebanyak 10 orang warga tewas dalam insiden tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menerangkan, penembakan itu terjadi pukul 09.15 WIT. Kala itu para korban disebut sedang berada di sekitar lokasi penembakan, ada yang sedang menumpang truk dan ada pula yang sedang berjualan di warung.

“Kejadian tersebut berawal dari salah satu korban yang merupakan seorang pedagang kelontongan, tujuh orang lainnya yang berada di dalam truk dan empat orang lainnya yang berada di sekitar TKP,” ujar Kamal dalam keterangannya, Sabtu (16/7).

Kamal menyebut tujuh orang korban yang sedang menumpang truk tengah menempuh perjalanan dari Kampung Kenyam menuju ke Batas Batu. Tiba-tiba laju truk korban dihadang oleh puluhan anggota KKB sambil menodongkan senjata api.

“Pada saat melintas di Kampung Nogolait, saat itu tiba tiba dihadang di tengah jalan kurang lebih berjarak 50 meter oleh KKB dengan jumlah sekitar 20 (dua puluh) orang dengan tiga orang membawa senjata api panjang dan satu orang terlihat membawa senjata pendek warna silver,” ucap Kamal.

Sontak sopir truk langsung berhenti. Puluhan anggota KKB itu lalu melepaskan tembakan ke arah truk.

“Saat mobil berhenti, kemudian langsung ditembak ke arah mobil dengan jarak kurang lebih 50 meter. Sopir berusaha memundurkan mobil dengan jarak kurang lebih 100 meter, kemudian tetap ditembak ke arah mobil yang mengenai sopir,” jelas Kamal. (detik)

Komentar Pembaca