Diduga Rugikan Negara, APL Sultra Minta APH Tidak Tutup Mata, Segera Hentikan Aktivitas PT SBP

157
Dengarkan Versi Suara

KENDARI – Aliansi pecinta lingkungan (APL Sultra) mengelar aksi Demonstrasi Mendesak Polda Sultra menangkap Direktur PT Sumber Bumi Putra (SBP) atas kegiatan Tambang Ilegal yang di lakukan perusahaan tersebut di Kecamatan Molawe, Kabupaten Konawe Utara.

PT SBP disinyalir melakukan jual beli dokumen yang merugikan Negara. Selain itu PT SBP sudah dihentikan kegiatan produksinya,  tapi masih melakukan kegiatan di lokasi Hutan lindung dan menggarap seluas 45 hektar lahan hutan lindung.

PT SBP juga telah melakukan penambangan yang berada di luar Izin Pinjam Pakai  Kawasan Hutan (IPPKH), seluas kurang lebih 45 hektar di kawasan hutan produksi terbatas di (HPT) di Kabuten Molawe, Konawe Utara.

-IKLAN-

Presidium APL Arman, mengatakan demi tegaknya supremasi hukum pada sektor pertambangan, aparat hukum segera mengambil tindakan tegas pada pimpinan PT Sumber Bumi Putra.

Lanjut Arman, PT SBP melakukan perbuatan melanggar hukum terkait aturan perizinan konsensi kawasan pertambangan dengan melakukan aktivitas pertambangan tanpa mengantongi izin pinjam pakai kawasan hutan (IPPKH) selain itu aktivitas dilakukan tanpa RKAB.

Olehnya itu, PT SBP telah melakukan tindakan kerugian negara dan patut diproses hukum sesuai hukum yang berlaku di NKRI.

Atas dasar itu, APL Sultra meminta aparat Kepolisian daerah Sulawesi Tenggara untuk segera memproses hukum kegiatan tambang Ilegal dengan modus Dokumen Terbang di lahan Koordinasi. Pasalnya, penambang di lahan kordinasi (Pelakor) jelas merugikan Negara dan Masyarakat.

“Masyarakat mandi lumpur para penambang ilegal mandi Dollar. Negara, daerah rugi atas kegiatan Ilegal Mining ini” tukasnya.

Komentar Pembaca